
"Perkenalkan,, nama saya Lee Hyeri,, usiaku 19 tahun,, aku adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, ibuku adalah seorang wanita mandiri yang menjalani bisnis untuk membiyai ke 3 anaknya, ibuku memang hebat:) sedangkan ayahku:( dia sudah bahagia dengan keluarga barunya:")..
Sudah cukup perkenalannya :")"
🌸🌸🌸🌸🌸
"Hyeri..."
"Iya bu,," jawabku sambil membuka pintu kamar:v
"Apakah kau sedang belajar?" Tanya ibuku
"Tidak bu aku sedang latihan wawancara untuk masuk universitas:)" Jawabku
"Apa wawancara universitas? Kau kan belum ujian kelulusan SMA kenapa udah latihan wawancara?" Tanya ibuku sambil mengerutkan dahi:v
"Ah ibu,,, soal ujian aku pasti lulus lagi pula aku hanya sedang melatih mental supaya tidak gugup nanti hehehe:)" sahutku sembari tersenyum tipis
"Baiklah terserah kau saja, cepat bantu ibu belikan 1 cup coffe dikedai seberang, malam ini ibu akan begadang untuk menyelesaikan pekerjaan kantor" Perintah ibu sembari memberiku uang
"Baik bu" Sahutku dan langsung bergegas pergi kekedai kopi seberang jalan apartement kami.
"Waaah, kedai kopinya ramai"
Ucapku dalam nada lirih melihat banyaknya pengunjung saat itu.
"Tuan aku ingin memesan 1 cup coffe ya" Ucapku pada seorang pegawai disana.
"Baik Nona Cantik" Sahutnya.
Akupun kemudian memperhatikan pegawai itu dengan mahirnya meracik kopi dengan sangat terlatih.
"Sudah siap"
"Waaaah cepat sekali, terimakasi tuan" Sahutku pada pegawai tersebut.
Karena pengunjung kedai ramai sampai aku tidak menyadari bahwa dibelakangku ada beberapa orang yang juga sedang mengantri.
Tanpa sengaja kopi yang aku pegang tumpah dan mengenai baju seorang pria,
"Waaah" Raut mukaku seketika panik dan merasa bersalah
"Maaf tuan aku tidak sengaja pasti panas ya?" Ujarku sambil mengelap baju pria bermasker hitam tersebut sambil menunduk
"Tidak apa, kau tidak sengajakan? Kalau begitu bisa minggir? Aku juga ingin memesan" Jawab pria bermasker itu dingin
"Tapi Tuan bajumu jadi kotor, atau aku cucikan bajumu dulu bagaimana?" Tanyaku untuk mencairkan suasana,
"Lupakan" Sahut pria bermasker tersebut singkat sembari jalan kearah depan,
"Tapi Tuan" Menyela
"Tolong buatkan 1 cup coffe untuk gadis ini" Ujar pria bermasker tersebut singkat,
"Hei,,, apa ahjussi sudah gila? Aku kan sudah menabrakmu mana bisa kau mengganti coffe ku tadi? Harusnya aku yang bertanggung jawab atas kecerobohan ini" Ucapku..
"Sudah ambil lah, dan pulang lewat belakang banyak orang mengantri" Jawab pria tersebut dingin,
"Kalau begitu anggap aku berhutang padamu, besok akan ku kembalikan uangmu, beri aku nomer Telephonemu" Menyodorkan tanganku
"Tidak perlu" Sahutnya dingin...
"Kalau begitu simpan lah nomer Telephone ku lalu kau bisa hubungi aku" Rayuku kepada pria misterius itu.
"Tidak" Tegasnya
"Tuan apa kau punya sebuah pena?" Tanyaku pada petugas kedai kopi.
"Ada" Sahutnya...
"Terimakasih" Sahutku sembari tersenyum
Kemudian aku pun menarik tangan pria tersebut dan menuliskan nomer Telephone ku,
"Apa apaan ini?" Tanya pria tersebut sedikit kesal
"Ahjussi ini nomer Telephone ku kau harus berjanji padaku bahwa kau akan menghubungiku, aku akan mengembalikan uangmu secepatnya" Ucapku memelas
"Ya sudah pergilah" Jawabnya sedikit menahan kesal
Akupun meninggalkan kedai membawa coffe yang sudah digantikan tadi.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesampai dirumah...
"Bu ini coffe mu" Ujarku
"Letakkan saja diatas meja" Sahut ibuku diruang kerjanya
Kemudian aku berjalan menuju kamar Cekrek,,,greeek
Mengecek handphone belum ada notifikasi, siapa pria tadi,,dia tampak misterius gumamku lirih.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sementara itu...
"Taehyung kenapa bajumu kotor begitu?" Tanya Kim Seokjin yang khawatir
"Aaah tadi tidak sengaja ada yang menyenggol dan kopinya tertumpah ke bajuku" Ujar Taehyung kepada Kim Seokjin
"Hyung belum tidur?" Tanya Taehyung
"Aku sedang membaca komik kesukaan ku nanti saja" Jawab Seokjin sambil menepuk pundak Taehyung
"Tidurlah sana bukannya besok ada latihan menari?" Tanya Seokjin
"Lalu kenapa Hyung tidak tidur?" Kembali menanyai
"Aaah baiklah ayo kita tidur bersama" Jawab Seokjin sembari merangkul Taehyung dari belakang
Dari arah belakang terdengar suara Kreeek (membuka pintu)
"Kalian belum tidur" Tanya Namjoon yang hendak memeriksa para member.
"Kami juga mau tidur" Jawab Seokjin sembari memberi senyuman meyakinkan namjoon saat itu.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Keesokan harinya...
"Banguuuun Hyeri"
Terdengar suara sambil mengetok pintu depan kamarku.
"Aaah,,, jam berapa ini kau sudah membangunkan ku?" Sahut Hyeri yang sedang mengantuk
"Adikku sayang, kau kan calon dokter jadi harus terbiasa jika ada panggilan darurat" Ujar kakak ku Boram sembari tersenyum
"Bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak mau kuliah kedokteran?" Jawab Hyeri mengerutkan dahi
"Lalu? Kau mau kuliah jurusan apa? Jangan bilang kalau kau mau jadi seorang petinju hahahahaha" Tanya kak Boram sembari tertawa kecil
"Aku ingin kuliah jurusan pendidikan, aku ingin jadi guru seperti ayah dulu" Sahutku
Sementara dibelakang kakak terlihat ibu tengah bersiap mempersiapkan sarapan. Dan kemudian ibupun tampak diam sejenak dan menatapku.
"Ibu mau masak apa?" Tanya kakak mencairkan suasana
"Ibu akan persiapkan sarapan dalam 20 menit lagi kalian segeralah bersiap kita sarapan dibawah" Ujar ibu sambil menuruni anak tangga menuju dapur
"Masuklah ke kamar hyeri" Ujar kakak yang sedikit kesal. Kami berdua pun masuk kekamarku
"Apakah kau ingin menyakiti hati ibu? Apa kau sudah melupakan kejadian 10 tahun yang lalu? Bisa-bisanya kau ingin menjadi seperti ayah, tidak kah kau sadar bahwa ibu sangat menyayangi kita?" Terdengar nada marah dari sang kakak
"Aku mengerti kak tapi aku juga merindukan ayah" Ucapku sembari menahan air mata
"Aku juga merindukan ayah, tapi ayah tidak merindukan kita hyeri, sadarlah,,, yang kita harus bahagiakan adalah ibu kita" Tegas kak Boram.
"Baik kak aku mengerti" Jawabku lirih
"Ngomong-ngomong kenapa tadi kakak membangun kan ku pagi sekali?" Tanya ku pada kak Boram.
"Aaah itu,,, kakak tadi ingin mengajakmu membuat sarapan untuk kita semua, kakak kasihan dengan ibu semalam dia tidur terlalu larut malam pasti dia lelah, tapi sudahlah" Jawab kak Boram padaku,
"Huuuft baiklah segera bersiap pergi ke sekolah dan kalau sudah siap kita sama-sama sarapan dibawah" Sahut kakak sembari meninggalkan kamarku
Setelahnya aku pun menghampiri ruang makan dan duduk.
"Mana Reyhan?" Tanya ibu padaku dan kak Boram.
Setelahnya Reyhan pun datang.
"Selamat pagi ibuku yang cantik, selamat pagi kak Boram dan kak Hyeri"
Ucap adik bungsu kami yang merupakan adik laki-laki ku satu"nya
"Sarapan sudah siap, ayo makan" Ajak ibu pada kami ber-3
Kami pun sarapan dengan lahap dan masing-masing menjalani aktifitas.
Bersambung...
.
.
.