
Sepekan setelah kepergian BTS keparis. Mereka melakukan Tour Konser yang diadakan diparis dan diundang dalam acara TV disana. Bahkan BTS pun menjadi Brand Iklan besar disana. Kepopuleran BTS semakin meningkat kali ini, dan membuat para member sangat sibuk dengan jadwalnya.
Pada siang hari Hyeri tampak menaiki Bus untuk menuju kesuatu tempat.
"Ara... "
Hyeri yang baru saja sampai disebuah restoran jepang untuk menemui Yulyul.
"Hai Hyeri.. "
Ara yang tadi sedang duduk sekarang beranjak dan menghampiri Hyeri dan langsung memeluknya.
"Ayo duduk, aku akan pergi memesankan makanan untukmu, kau mau pesan apa?"
"Terserah apa saja yang enak"
"Ok, baiklah tunggu sebentar ya"
Ara pun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju reseptionis.
Tampak Hyeri yang sedang melamun. Sambil sesekali mengecek Hpnya.
"Hyeri kenapa kau lesu begitu?"
"Taehyung oppa kemarin dikonser terlihat capek sekali, aku semakin jadi khawatir"
"Iya wajar saja mereka cape, pasti mereka sibuk sampai tidam cukup istirahat"
Hyeri tampak murung.
"Hyeri kau kenapa sih? Tampak tidak ceria lagi, tidak seperti biasanya kamu begini!"
"Ara apa kau pernah berciuman?"
"Eeeem aku tidak tau itu ciuman atau bukan, tapi sewaktu aku kecil Jungkook oppa pernah mencium pipiku"
"Aah manis sekali.. Aku jadi iri"
"Ngmong-ngmong kenapa kau tanya tentang ciuman? Apa kau juga sudah pernah berciuman dengan seseorang?"
"Aaahhh... Iya... Itu... Aku... Pernah sekali"
Hyeri yg mengucap mendadak canggung.
"Benarkah? Dengan siapa? Kau kan belum pernah pacaran sama sekali?" Ara semakin penasaran.
"Iya benar... Dengan..." (terdiam menatap Yulyul)
"Dengan siapa? Ayo katakanlah"
"Dengan Jimin Oppa"
"Haaaaaaah??? Ya tuhan apa kau sudah gila Hyeri? Kau kan belum pacaran dengan dia? Kenapa kalian bisa berciuman?"
Ara yang kaget dengan suara agak tinggi.
"Shuuttss.. Diam sedikit bisakan? Semua orang jadi menatap kita"
"Kenapa kau bisa seceroboh ini sih Hyeri, aku tidak tau harus bagaimana memberi tau mu, kau ini polos sekali ya sampai sampai mau berciuman dengan pria tanpa status pacaran"
"Aku juga tidak tau... Itu pun terjadi begitu saja dan aku benar-benar sangat gugup sampai tidak tau harus berbuat apa"
"Hyerii... Apa kau tau? Sekarang bukan cuma perasaan Jimin oppa yang kau jaga, tapi perasaan Taehyung oppa juga harus kau fikirkan"
Ara memberi nasehat.
"Maaaaf... "
"Hyeri, aku tau kalau kau belum pernah berpacaran. Tapi aku mohon berhati-hati lah. Belum tentu Jimin oppa adalah pilihan hatimu, meskipun kau sangat mengidolakannya. Kau harus waspada sekarang, jangan berciuman dengan mereka berdua sebelum kau yakin akan hatimu sendiri mau pilih siapa, apa kau mengerti?"
Ara dengan wajah seriusnya.
(Mengangguk)
"Iya aku mengerti"
"Ya sudahlah... Kenapa aku yang jadj marah padamu? Lagi pulan itu sudah terjadikan, seketika aku jadi memikirkan perasaan Taehyung oppa mendengar ceritamu tadi"
"Ara apa kau punya saran lain setelah ini?"
"Ada, kau harus lebih mengenal sifat mereka dari jarak dekat. Jangan pilih kasih, antara Jimin oppa dan Taehyung oppa. Kau juga harus menanyai dirimu sendiri, mana yang dipilih oleh hatimu itu"
"Haaaah baiklah.. Rasanya aku merasa bersalah sekali.. "
Setelah perbincangan mereka tadi akhirnya pelayan datang membawakan makanan pesanan mereka.
Dan mereka makan dengan sangat lahapnya.
"Ara, apa Jungkook oppa belum menghubungimu?"
Ara yang sendiri dengan mata berkaca-kaca.
"Ara... Jika dia adalah Jodohmu, yakinlah bahwa dia akan kembali padamu. Aku kira percintaanku sangat miris, ternyata percintaanmu juga sama miris nya"
Hyeri sambil menggenggam tangan sahabatnya.
Sementara itu tampak seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua darj kursi pojok dengan memakai kaca mata hitam, dan jangan lupa dengan maskernya.
........................
Setelah selesai makan, Hyeri pun pamit untuk pergi lebih dulu karna dia akan pergi membeli bahan untuk tugas kuliahnya.
"Ara aku duluan dulu ya... Nanti kalau aku sudah dirumah aku akan menghubungimu lagi"
Hyeri yang beranjak dari tempat duduknya.
"Daaaaahh Hyeri..."
Ara melambaikan tangannya. Hyeri pun membalas lambaian tangan itu.
Setelah itu Ara masih dalam keadaan duduk dikursinya untuk menghabiskan makanannya, sambil mengecek HP nya.
Dan tiba-tiba...
Seseorang datang yang mengawasi dipojokan tadi langsung mengahampiri Ara dan duduk dikursi kosong dekat Ara.
Seketika Ara terkejut atas kehadirin Nahee.
"Aahhh kak Nahee.."
"Halo.. ini pertama kalinya kita bertemu ya?"
"Aaah iya... kak Nahee kenal aku?"
"Tidak, tapi aku pernah liat kau pergi bersama Jungkook oppa, dan aku merasa kalian saling kenal satu sama lain."
Nahee menatap dalam Ara.
"Oowh waktu itu ya, aku Ara teman masa kecilnya Jungkook oppa"
"Owh jadi kau temannya ya? Hahahah aku kira kamu mantan pacarnya, dasar bodoh sekali aku. Oh iya, aku dan Jungkook oppa pacaran loh, apa kau setuju aku pacaran dengan teman masa kecilmu?"
"Aaah iya.. Apa pun yang membuat Jungkook oppa senang aku pun juga akan mendukungnya"
Ara menahan air matanya yang mulai turun.
"Aku dan Jungkook oppa akan merencanakan pertunangan loh.. Apa kau mau datang?"
"Aku pasti akan datang.. Kalau Jungkook oppa mengundangku" Air mata Ara jantuh entah dari mana
"Haaaaah kenapa kau menangis Ara, aku tau kau pasti terharu ya karena Jungkook oppa mau bertunangan denganku? Aaah kau ini teman yang baek ya" Nahee tersenyum licik.
"Bolehkah aku menjadi teman mu? Aku juga mau cerita tentang kemesraan hubungan kami padamu, kau kan teman baiknya. Jadi pasti kamu bisa membantu hubungan kami jadi lebih harmonis, apa kau keberatan?" Sambung Nahee yang semakin membuat hati Ara hancur berkeping-keping tiada taranya.
"Iya boleh" Ara dengan air mata disudut pipinya.
"Simpanlah nomer telfon mu diHp ku biar aku bisa sewaktu-waktu menghubungimu" Nahee sambil memberikan Hp nya pada Ara.
Sambil menahan rasa sedih nya Ia pun menuliskan nomer telfonnya di Hp Nahee.
"Aaah terimakasih ya teman, aku akan menelfonmu kpan-kpan untuk berbagi kebahagiaan hubunganku dan Jungkook oppa" Ucap Nahee yang terus mengatakan kata-kata yang membuat Yulyul sakit hati.
(Tersenyum licik)
Tampak Ara tak kuasa menahan air mata dengan tatapan kosong.
"Baiklah aku pergi ya teman" Ucap Nahee sambil berbisik ditelinga Ara dan langsung meranjak pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian Nahee
Ara pun menangis sejadi jadinya ditempat itu.
Sungguh sangat menyakitkan ketika orang yang kita cintai bahagia dengan wanita lain dan menceritakan itu pada kita.
Dan itu lah yang terjadi pada Ara.
Tbc...
BERSAMBUNG GANS
.
.
.
Gimana kisahnya bagus kagak? Moga aja ye.. Maaf jarang update😁