Fail

Fail
CH.9



setelah menenantangan Dewi anjeng


dengan pelukan hangatnya agar tidak


marah dan menyebapkan istanah


ini runtuh, walau itu tidak mungkin


sebernanya untuk istanah ini runtuh.


Ryuzi dan kelima istrinya berbicara


tentang masa lalu hidup nya dan kesan


nya kepada para Dewi/istri lalu Ryuzi


juga mendengarkan cerita mereka


satu persatu dengan teliti dan mulai


mengestrak informasi dari cerita para


istrinya ia yakin ini akan berguna di masa


depan yang akan datang.


dan hari sudah larut saatnya untuk


tidur tapi ketika Ryuzi menanyakan


tempat tidur yang akan dia tiduri malam


ini tidak ada tanggapan apa apa,


cuma ada tatapan serigala yang melihat


mangsanya lengah.


Dewi anjeng: kamu akan tidur dengan


kami berlima dan jangan kasar ok.


Ryuzi: ??????.


Dewi Yuki: jangan pura pura tidak tahu


ketika kita sudah menikah kita akan


melakukanya di tempat tidur.


Ryuzi: ??????.


Ryuzi Masi diam para Dewi yang melihat


tingkah laku nya merasa kesal, Dewi


Kadita menggunakan sihir dan seketika


tubuh ryuzi melayang ke atas dan


mulai bergerak menuju sebuah kamar.


para Dewi hanya tersenyum lalu mengikuti


Ryuzi yang melayang menuju kamar


pengantin yang sudah di siapkan oleh


para pelayan istanah dengan rapih.


dan kita skip.......


di pagi hari di sebuah kamar yang begitu


megah mungkin kamar ini di kehidupan


nyata seperti satu rumah kecil karna


sangat luas sekali interior yang bagus


luar biasa apalagi dengan gambar naga.


yang paling penting adalah kamar ini


memiliki energi alam yang sangat


berlimpah dan juga energi kegelapan


disini sangat pekat membuat Ryuzi


bersemangat lalu dirinya mencoba


bangun tapi tidak bisa karna di pegang


oleh para wanita cantik yang tidak


mengenakan sehelai pakaian apapun.


Ryuzi lalu mencoba memindahkan para


gadis ketempat yang lebih nyaman


dan setelah beberapa menit memindahkan


para istrinya ketempat yang sempurna.


Ryuzi berjalan menuju pinggir tempat


tidur lalu mulai duduk ala lotus dan


mulai menyerap energi yang sangat


berlimpah dan murni, ini membuat


kemajuan terobosan nya akan cepat.


Ryuzi selesai dari penyerapan energinya


dan menerobos 1 bintang lagi itu


membuatnya bangga lalu memanggil


pelayan untuk membersikan diri.


pelayan datang kekamar Ryuzi lalu


menyiapkan air hangat yang telah


di siapkan oleh para pelayan kerajaan.


setelah membersikan diri Ryuzi memakai


pakaian ala Pangerang dan rambur


yang telah dia ubah sekeran mungkin


serta matanya yang sangat menakutkan


apalagi pola dimatanya sangat luar


biasa siapa saja yang melihat pasti akan


terpukau dan mulai tidak sadar.


para wanita/ istri mulai terbangun satu


persatu mereka nampak.lemas karna


tadi malam Ryuzi mengeluarkan


kekuatannya sampai titik maksimal


membuat para gadis langsung kelelahan.


Dewi bintang: lihat moster ranjang sudah


sangat tampan ingin kemana.


putri kila: dia pasti ingin pamer.


Dewi Yuki: hoammm tadi malam adalah


malam yang paling berharga bagiku.


Dewi anjeng: suami kamu terlalu kasar


kau tau hmmm lain kali harus lembut,


kalau tidak aku tidak akan melayani Muh.


sang ratu: sudah lama aku tidak merasakan


rasa senang ini, terima kasih suami.


mendengar ucapan para istrinya mebuat


Ryuzi tertawa pelan lalu membantu


mereka berdiri dan memanggil para


pelayan untuk membantu mereka.


2 jam kemudian....


di sebuah ruangan nampak ada 6 orang


1 lelaki 5 perempuan yang siapa lagi


kalau bukan Ryuzi dan para istrinya.


mereka ber enam sedang asik mengobrol


bahkan sangat akur, Ryuzi sangat bahagia


memiliki keluarga seperti ini dan


kasih sayang ini membuatnya ingin


menangis tapi dia tahan dalam dalam.


dengan adanya mereka Ryuzi pasti akan


membuat mereka bahagia dan tidak


akan mengecewakan mereka sama sekali.


Ryuzi: emmm para istri apa ada yang


biasa bermain pedang?.


Dewi bintang: aku bisa aku ahli dalam


pedang apa suami ingin belajar?.


Ryuzi : emm apa boleh.


Dewi bintang: tentu saja boleh dasar


suami idiot.


para istrinya terkekeh melihat tingkah


laku suaminya yang masi kaku terhadao


para istrinya, berinicara saja dirinya


Masi malu walaupun para istrinya.