
Lili Lovandra,tepat hari ini berusia genap 16 tahun. Ia sudah kembali lagi ke Kota tempat ia dilahirkan,yaitu Kota Bandung. Kota dengan penduduknya yang modern juga tradisional, dengan keramahan penduduknya.
Sekarang Lili sedang ada di sebuah Bandara di Kota Bandung,ia sedang menunggu pacarnya yaitu Dendra Dafandra.
Dendra akhirnya datang dengan tampilan kasual yang biasa saja,tetapi dapat membuat Lily mengagumi proporsi pacarnya yang sangat bagus.
"Lilii!"panggil Dendra.
Dendra datang dengan jalan secepat mungkin, lalu memeluk Lili dengan sangat erat.
"Waah Dendra,kamu makin tinggi ya selama kita LDR 3 tahun" ujar Lily sambil membalas pelukan hangat Dendra.
Mereka berdua tidak sadar sudah menjadi pusat perhatian. Mereka berdua berpelukan erat seakan tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka.
Takut kehilangan dan komunikasi adalah kunci LDR selama 3 tahun menurut mereka berdua.
Setelah puas berpelukan,Dendra melepas pelukan terlebih dahulu.
"Lili, keadaan kamu selama ini baik-baik aja kan? Terus kenapa kamu ga telfon selama 5 hari hah?! kamu kira 5 hari aku kuat ga komunikasi sama kamu?! Pesan sama telfon aku ga dibaca sama diangkat sama sekali, tiba tiba ngasih pesan kamu ada di bandara! kamu bikin aku jantung aku rasanya mau copot tau!"
ujar Dendra mengomel dengan sangat cepat untuk melepaskan kekesalan pada pacar kesayangannya itu.
"Hmm,iyaa iyaaa maafin aku yaa,aku tadinya mau bikin kejutan tapi malah kamu marah-marah gini, kalau kamu marah marah terus apa aku pulang lagi aja ke London yaa?" ujar Lili menggoda pacarnya itu.
"ENGGA! GA BOLEH ! ENAK AJA UDAH DATANG KE SINI MAU PULANG LAGI! GA AKU IZININ! ujar Dendra kesal dengan ucapan Lili.
"Perasaan aku ga minta izin dari kamu deh, aku kan tinggal pesan tiket terus naik pesawat terus balik deh ke London" ujar Lili semakin senang karena Dendra semakin kesal dengan ucapannya.
"Oh berani yaa kamu! Yaudah pergi lagi sana! kamu pergi kita putus" ujar Dendra yang sudah sangat kesal.
"Hehehe, bercandra koo Dendraaa jangan serius gituu,masa aku pulang udah dihadiahin putus sih hahahaha" ujar Lili mengakhiri kejailannya pada Dendra.
"Tau ah! kamu mah bercandanya kaya gituu ! tau ga lucu kan!" ujar Dendra sambil memalingkan wajahnya dari Lili dengan wajah kesalnya.
"Iya iyaa maafin yaa gaakan bercanda kaya gitu lagi deh" ujar Lili dengan puppy eyes.
"Iya koo aku juga bercanda Lili sayang, sekarang Lili sudah kembali dengan candaannya yang ga lucu yaa"ujar Dendra.
"Hmm,kamu gaboleh bolang candaan aku ga lucu tau! aku susah banget mikir candaan ini tadi di pesawat, udah susah susah mikir nih! Hahahah" ujar Lili dengan tertawa.
"Yaudah sekarang kita pulang dulu ke rumah kamu,orangtua sama kakak kamu kayanya bakal kaget nih sama orang yang ga pernah inget pulang nih hahahah" ujar Dendra menggoda pacarnya itu.
Lili yang mendengarnya pun hanya cengengesan karena yang diucapkan Dendra benar.
Dendra menggenggam tangan Lili selama berjalan ke arah mobil yang di dalamnya terdapat sopir yang sudah menunggu mereka.
Dendra membukakan pintu mobil untuk Lili duduk terlebih dahulu lalu ia masuk ke mobilnya,dan mengobrol sedikit dengan Lili tentang perjalanannya.
Setelah beberapa menit mereka berdua telah sampai di kediaman Lovandra.
Setelah sampai Lili pun turun dari mobil itu, ia menyuruh Dendra untuk pulang. Agar tidak terjadi keributan saat ia sampai karena tidak menghubungi kakaknya yaitu Dion Lavandra yang sangat overprotektif padanya sejak kecelakaan Lily pada umur 8 tahun.
Setelah diacuhkan Lili bermain sendiri sampai saat Lili berjalan di jalan raya,ia tertabrak oleh truk angkut barang.
Saat orangtuanya sibuk mencari Lili yang sudah menghilang 3 jam, ada panggilan masuk yang melaporkan anaknya yaitu Lili tertabrak.
Pada saat kecelakaan terjadi,Lili terluka parah di bagian kepalanya. Orangtua Lilipun langsung menuju rumah sakit dimana anaknya itu dirawat.
Pada kasus penyakit Lili,jika ia kembali mengingat masa lalu Lili akan kesakitan. Hal inilah yang membuat orangtua Lili merasa cemas dengan keadaan anaknya,sehingga keluarga Lovandra meninggalkan Indonesia dan pergi ke London.
Kejadian kecelakaan ini membuat Dion Lovandra merasa bersalah pada adiknya itu. Sehingga ia selalu menjaga adiknya itu dari apapun yang dapat membahayakan adiknya.
Lili yang sudah sampai di gerbang rumahnya itu,mulai menyapa orang-orang yang dikenalnya,seperti satpam,pembantu yang menjaga rumahnya.
Lili membuka pintu perlahan untuk melihat situasi keadaan rumahnya.
Lili merasa senang karena keluarganya itu sedang menonton televisi bersama.
Lili bersiap untuk mengejutkan mereka.
"Haloo! Papa, Mama dan Kakakku tersayang aku pulang nih!!" ujar Lili sambil berteriak.
"Waah Lili kamu ngagetin papa nih, akhirnya kamu inget pulang ya sayang" ujar Papa Lili sambil menyambut Lili dengan pelukan hangatnya.
"Iya nih Lili,mamah kaget loh" ujar Mama Lili dengan wajah heran.
"Wahh parah nih,pulang ga ngasi tau abang mau ngambek ah sama Lili" ujar Dion pura pura untuk menjahili adik kesayangannya itu.
"Wahh abang langsung marah aja,gamau peluk Lili niih?" ujar Lili menggoda kakaknya.
"Ya mau dong! masa gamau peluk!" ujar Dion, lalu memeluk Lili dengan erat.
Lili senang dengan keadaan keluarganya yang harmonis itu,hingga ia dapat melupakan masalah yang ada.
"Mah,Pah, Lili mau mandi dulu ya! kamarnya masih yang dulu kan? pasti dibersihin tiap hari yaa?" ujar Lili.
"Iya nak,kamar kamu ga berubah dan selalu dibersihkan tiap hari tuh sama mama kamu" ujar Papa Lili.
"Iya Lili kamar kamu masih sama kok" ujar Mama Lili.
Lili pun menaiki tangga menuju ke lantai dua rumahnya itu, ia tidak sabar melihat kamarnya terlihat seperti apa.
wah kamar nya jadi lebih keliatan besar dari yang dulu,kamarnya seperti dirawat dengan baik. Ternyata mereka memang selalu menunggu aku jntuk pulang.
Tak Lama merenung Lili pun langsung menyadarkan dirinya dari kenangan pahitnya saat di kamar ini. Setelah sadar iapun langsung berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Setelah mandi ia menghubungi pacarnya,ia sudah sampai rumah dan menceritakan reaksi keluarganya ketika dikejutkan.
Setelah mengobrol panjang dengan pacarnya itu,Lili merasa mengantuk,dan akhirnya ia tertidur pulas.