
Dewi pelangi mengajak Ryuzi/ suami
berkeliling kota, dengan tangan saling
berpegangan, dari senyum keduanya
senyum di kedua wajah yang bahagia.
Ryuzi: Kila apa yang terjadi?.
putri kila: apa? kenapa kamu tidak
memanggilku istri hmmmmm.
Ryuzi: ah aku lupa maaf, istri ku yang
tercantik, tersayang, yang paling anggun
apa yang terjadi tadi di ruangan.
putri kila: itu nanti aku bicarakan sekarang
kita akan berjalan jalan dulu melihat
keindahan ini dan melihat rakyat kota.
Ryuzi hanya mengangguk dan mengikuti
Dewi pelangi, mereka berdua sangat
menikmati pemandangan ini, dan
nyaman di lihat, membeli makanan
kerajaan dunia lain itu luar biasa.
.
.
disisi Dewi Kadita....
Dewi Kadita hanya menatap tajam
ke arah para Dewi yang berada di pikiran.
meraka masing masing dan hanya
tersenyum senyum sendiri.
sang ratu: kalian semua! sekarang
kita akan ada Rafat penting sadarlah!
dengan kata kata tegasnya ketiga Dewi
kembali ke alam nyata kembali dan
melihat Dewi Kadita yabg sedang marah
dengan aurah seluruh tubuh yang bocor.
sang ratu: baiklah karena kalian sudah
kembali ke dunia nyata sekarang aku
ingin bertanya kenapa kalian membuat
ritual pernikahan hidup dan mati?.
Dewi anjeng: hmmm itu aku aku aku
harus menikah dengannya karna dia
mewarisi pedang roh es, dan menurut
leluhur ku siapa saja yang bisa memegang
pedang roh es akan menjadi suami ku.
Dewi bintang: pedang roh api adalah
pedang api neraka yang sangat panas
tapi pedang ini sangat berharga bagiku.
jadi aku harus menikah dengan seoarang
yang memiliki pedang roh api.
Dewi Yuki: karna dia cinta pertama saya
saya tidak ingin membiarkan dirinya
pergi lagi dia dia berarti bagiku.
mendengar perkataan para Dewi membuat
kepala Dewi Kadita pusing dan dia hanya
menghela nafas panjang panjang,
bagaimana tidak alasan mereka adalah
untuk keperibadian mereka sendiri.
sang ratu: akibat ulah kalian aku
istri dari suami ana ku, hah itu sangat
merepotkan apa kalian tahu hah!.
para Dewi hanya diam dan saling melirik
satu sama lain dan mereka juga
tahu kesalahan mereka tampa berfikir
dulu mereka menyebapkan seseorang
menderita akibat ulah mereka.
Dewi anjeng lalu berjalan ke arah Dewi
Kadita dengan pelan tapi pasti, lalu
memeluknya dengan erat.
Dewi anjeng: tidak apa apa kita bisa
berbagi oke jangan marah.
Dewi Yuki dan Dewi bintang juga
mengangguk, mendengat perkataan Dewi
anjeng membuat Dewi Kadita hanya
menghela nafas lalu melirik matanya.
Dewi kadita hanya tersenyum manis
dan tatapan marahnya mulai menghilang
menggantikan kan dengan senyum.
kembali ke Ryuzi dan putri kila.......
banyak makanan yang mereka coba
apalagi Kila saking senangnya membuat
Ryuzi tidak bisa berkata apa apa akibat
ulahnya yang selalu berlebihan.
Ryuzi: istri ada apa dengan mereka,
bukanya mereka manusia kenapa
mereka ada disini?.
Dewi pelangi mendengar perkataan Ryuzi
lalu melepaskan tanganya dan melihat
mata Ryuzi/ suami nya dengan tajam
lalu menghela nafas....
putri kila: mereka semua adalah manusia
nakal, sudah dibilang beberapa kali
oleh para utusan ibunda yang menyamar
sebagai manusia tapi mereka tidak
mendengarkan sama sekali!.
Dewi pelangi hanya menghela nafas
dia menceritakan kata kata yang kurang
mengenakan di depan Ryuzi/ suaminya
Ryuzi: tidak apa apa istriku kamu benar
dan kamu dan para penduduk istanah
tidak salah merekalah yang salah.
dengan lembut Ryuzi mengelus kepala
dengan lembut lalu menciumnya,
merasa nyaman dengan elusan Ryuzi
di kepalnya Dewi pelangi memeluk
Ryuzi/ suaminya dengan erat lagi
Ryuzi merasa perbuatanya salah ketika
dia membuat hal baik romantis kepada
Dewi pelangi membuat dirinya hanya
menatap kosong karna setiap Dewi
pelangi memeluk tidak akan bisa
ada yang melepaskan ya dari dirinya.