Fail

Fail
Hari Yang Sial



Ily POV


Hari ini adalah hari MPLS-ku di Art School Academy,aku sangat gugup tentunya, tapi karena ada temanku yaitu Chacha dan Rara.


Sekarang aku sedang berada di jalan,lebih tepatnya aku sedang berlari,karena aku TELAT! Telat di hari pertama MPLS, 99% aku yakin jika aku akan dihukum.


'Akhirnya aku sampai!'dalam pikirku. Tidak lama setelah aku sampai, "Kamu yang disana!"ujar kaka kelas perempuan dengan badge OSIS yang terlihat menakutkan.


Akupun menghampirinya "i-iya kak a-ada apa ya kak?" ucapku dengan gugup dan kaki yang gemetar setelah lari dan tidak sarapan,dan juga takut dimarahi oleh kakak kelas.


"Kamu tau kesalahan kamu apa?!" bentak kakak kelas itu. "ta-tau kak,sa-saya telat di hari pertama MPLS kak" ucapku jujur karena takut dimarahi oleh kakak itu


"Kayla,ngapain kamu marah-marah sama adik kelas?" ujar kakak kelas lelaki dengan badge ketua OSIS dan Nametag 'Damaresh Dafandra'


'Entah kenapa jantungku tidak bisa diam melihat wajah tampan kakak ketua OSIS itu. Sepertinya aku suka dengan kakak ketua OSIS ya?' ujarku dalam pikiranku.


"Oh,kamu murid Baru ya! karena ini hari pertama kamu MPLS,kamu gaakan dihukum ya,tapi ingat jangan telat lagi ya",ujar kak Damaresh lalu tersenyum dengan lembut.


"Si-siap kak,terimakasih kak",entah kenapa aku otomatis tersenyum setelah melihat kakak kelas tampan,baik hati,dan lembut,TERSENYUM!TERSENYUM PADAKU! sepertinya aku sudah gila!


Di kelas, aku sekelas dengan Chacha dan Rara rupanya! aku senang sekali,tapi aku harus satu sekolah dengan kak Daivat,bagaimana aku menghadapinya ya?


"Ily!" panggil Chacha dan Rara berbarengan. Sontak aku kaget karena masih melamunkan senyuman ketua OSIS tampan itu.


"Oh,iyaa! ada apa Chacha,Rara?" jawabku pada Chacha dan Rara yang sedang memandang dengan tajam ke arahku.


"Aduuh Ily kenapa kamu telat terus siih!" omel Chacha memarahiku.


"Iya! kita khawatir tau kalau nanti kamu dihukum!" omel Rara.


"Maaf yaa,aku bangun telat karena kemarin aku putus sama Kak Daivat,lalu aku nangis semalaman huaaa" curhatku pada kedua temanku,aku berpura-pura menangis agar aku tidak ditanyai macam macam pertanyaan.


(psst! readers!) Asal kalian tahu yaa! Chacha dan Rara jika memberi pertanyaan kalian akan merasa seperti terintimidasi oleh mereka.


"APAA!!",ucap Chacha dan Rara berbarengan.


"Sabar ya ly" ucap Rara sambil mengelus punggungku.


"Iyaa,sabar ya ly gimana kalau dalam acara menghibur Ily besok aku traktir kalian berdua ke restoran papaku yang baru buka?" ucap Chacha sambil mengedipkan mata sebelah.


"Waah setuju setuju" ucapku dan Rara dengan semangat.


Siang pun berlalu, aku pun bersiap pulang ke rumah.


Hm? hari ini kenapa ya? rasanya seperti ada yang mengawasiku? akhh aku tidak peduli! aku ingin cepat pulang dan merebahkan badanku di kasur.


Saat aku berjalan keluar gerbang ada yang memanggilku "ly! tunggu,aku mau bicara sama kamu!", seketika mataku membulat mendengar suara itu,suara yang ku takuti,aku berdoa di jauhkan dengannya! tapi kenapa sekarang ada di dekatkuu!


Ah aku merasa aku sedang sial hari ini. Lalu akupun membalikkan badanku menghadap Kak Daivat,ya dialah Kak Daivat yang putus denganku semalam.


"Ada apa?!" ucapku dengan suara bergetar menahan tangis yang akan pecah.


Tunggu episode selanjutnyaa yaa readers!


Halo readers!


semoga kalian menikmati baca novel ini yaa!


Makasi buat readers yang baik yang sudah meninggalkan jejak ya!


Tolong dukung author yaa!


kalian uda ada bayangan ga ceritanya gimana niih?


kalau penasaran like dulu aku lanjutin kalau udah ada 5 like okee:)


Tunggu episode selanjutnyaa yaa readers!