
setelah beberapa lama Ryuzi berjalan
jalan dengan Dewi pelangi di sekujur
istanah sampai akhir dengan senyuman
mereka, pasangan yang sangat mesrah.
Ryuzi: nah istriku bisakah kamu ceritakan.
mendengar perkataan Ryuzi/ suaminya
Dewi pelangi langsung melepaskan
pelukannya dan menatap matanya.
putri kila: baiklah karna waktunya sudah
tepat begini. karna cahaya yang ada di
atas mu tadi di ruangan ibunda, itu
adalah ritual pernikahan hidup dan
mati yang artinya kamu sekarang
mempunyai 5 istri termasuk para aku
ibunda, dan para bibi cantik itu.
Ryuzi: what?.
putri kila: kamu pasti tidak percaya kan
dan kamu pasti merasakan kekuatan yang
sangat besar masuk kedalam tubuhmu.
Ryuzi: benar dan ada gambar seperti segel
atau apalah aku tidak mengerti?.
putri kila: itu adalah kekuatan dari ritual
pernikahan hidup dan mati dan sekarang
kamu harus melindungi kita berlima, karna
dengan ritual pernikahan hidup dan mati
nyawamu ada di tangan kami juga, dan
juga sebaliknya nyawa kami ada tangan
kamu juga jadi tolong rawat kami.
Ryuzi mulai mengestrak informasi yang
dia terima dari Dewi pelangi lalu mulai
menatap Dewi pelangi lagi dengan
senyum di wajahnya.
Ryuzi: terima kasih.
Ryuzi memeluk Dewi pelangi dengan erat
dengan kasi sayang sepenuh hati,
walau Dewi pelangi/ istrinya bukan
manusia biasa yah seperti mitologi
Dewi pelangi yang selalu bertugas
membuat pelangi cantik yang baisa
kalain lihat ketika hujan, walau para
profesor dan penemu selalu membuat
penyelidikan tentang pelangi yang
tidak jelas asal usul ide itu.
lalu setelah memeluk Dewi pelangi
dirinya mengajak nya kedalam istanah
untuk menemui para istri lainya.
skip depan ruangan......
mencapai di sebuah pintu besar Ryuzi
lalu membukanya nampak 4 orang
gadis cantik sedang mengobrol
dengan ceria dengan senyum di wajah.
ryuzi: halo apa aku menganggu kalian.
Dewi anjeng: tidak tidak suami tidak
menganggu kamu tepat datang kesini.
Dewi bintang: benar aku sangat bahagia
kalau kamu ada disini.
Dewi Yuki: jangan pergi lagi kamu harus
tetap disini biar aku enak melihatmu
sepanjang masa.
sang ratu: astagah kalain ini, selamat
putri kila: fufufu ibunda anda sudah
mulai bertindak rupanya fufufu.
Dewi Kadita hanya tersenyum lalu
memalingkan wajahnya ke arah Ryuzi
yang masi menatap kosong.
Ryuzi:(apakah ini mimpi ku atau nyata).
(nah untuk tanda ini berarti () berarti itu
tanda bergumam yah)
sang ratu:kenapa kamu melamun suami.
Ryuzi: tidak tidak aku baik baik saja ko
ko sang ratu yang maha kuasa.
sang ratu: panggil aku istri kalau tidak
aku tidak akan menemui Muh lagi.
Dewi all: juga mulai sekarang kamu harus
memanggil kami istri jangan ada komen.
Ryuzi hanya mengangguk lalu mulai
duduk di temani oleh Dewi pelangi di
sampingnya mereka berlima mengobrol
dengan sangat akrab.
( nah sekarang kita panggil aja para
Dewi ini istrinya yah....)
ada yang mengajukan pertanyaan kepada
Ryuzi tentang masa hidupnya yah Ryuzi
mulai bercerita tentang masa hidupnya
kepada para istrinya yang mendengarkan.
ketika umur 4 tahun Ryuzi di ajarkan
membunuh oleh ayah angkatnya, dan
setelah itu ketika umur 5 tahun Ryuzi
di ajarkan menembak, umur 6 tahun
di ajarkan bermain pedang, umur 7 tahun
di ajarkan mencuri dan memperkosa
wanita wanita ******,umur 8 tahun
Ryuzi di ajarkan bela diri oleh ayah
angkatnya, umur 9 tahun dj ajarkan
untuk menjadi petinju dunia, dan
umur 10 tahun Ryuzi di ajukan
bergabung di organisasi gelap negara
as, dan pada saat itu dirinya sampai
sekarang menjadi pembunuh
bahkan ada julukannya juga iblis
pembunuh dan namanya juga terkenal
di berbagai negara, dan menjadi buronan
dunia, bahkan yang paling
mengerikan 1 negara menyiapkan
alat tempur untuk membunuh Ryuzi
karna membunuh presiden nya di
depan umum Tampa rasa takut.
setelah itu Ryuzi hanya menghela
nafas dan memejamkan mata, dan
kenapa Ryuzi tau anime anime karna
setiap tidak ada misi dari organisasi
Ryuzi selalu menonton anime atau
membaca novel, komik, dan drama.
para istrinya yang mendengar cerita
Ryuzi merasa kasian, suami mereka
di ajarkan seperti itu oleh ayah angkatnya
bahkan Dewi Yuki mengeluarkan
aurah agungnya,membuat satu istanah
bergetar, Ryuzi lalu menenangkannya.