Eternal Love

Eternal Love
Chapter 7



"Hai Raisa, Viollet. Apa kalian telah mengetahui bahwa ada seorang pria misterius menggunakan mobil sport mengunjungi Kampus ini?" tanya Rani


"Siapa pria itu?" tanya Raisa heran


"Katanya sih dia sedang menunggu mu Raisa" ujar Rani


"Benarkah?" ucap Raisa yang sedikit terkejut


Raisa dan Viollet keluar dari gedung Kampusnya dan mereka menemukan seseorang yang tampak tidak asing menghampiri Raisa


"Hai Raisa, Viollet" ucap Revano


"Hai" ucap Raisa dan Viollet sedikit canggung


Sedangkan banyak mahasiswi yang memperhatikan Revano


Setelah itu Raisa membawa Revano untuk menjauhi dari keramaian


"Untuk apa kau datang ke Kampus ku?" sinis Raisa


"Hanya datang untuk menjemput mu" jawab Revano dengan lembut


"Apa kau sudah gila?" ucap Raisa tak habis pikir


"Aku hanya tidak sengaja melewati Kampus mu Raisa" ucap Revano


"Jika hanya kebetulan lewat untuk apa sampai menjemput ku?" batin Raisa


"Oh ya, apa kau sudah makan siang?" tanya Revano


"Belum"


"Apa kau ingin makan siang? Bawalah Viollet juga." ucap Revano


"Baiklah" ucap Raisa


Saat Raisa berjalan untuk menemui Viollet


"Tunggu, apa yang barusan aku bilang?, aku menerima tawaran Revano?" batin Raisa merutuki dirinya sendiri


Raisa menghampiri Viollet


"Siapa pria itu?, kau telah menjalin hubungan bersamanya berapa lama?, kanapa kau tidak memberi tahu ku Raisa?" Tanya Viollet meneliti Raisa


"Huh, dia hanya kenalan ku saja" jawab Raisa tak menghiraukan perkataan Viollet


"Aku tidak yakin dia hanya kenalan mu saja Raisa" goda Viollet


Seketika wajah Raisa menjadi sangat merah


Viollet yang mengetahui perubahan sikap sahabatnya itu telah menyeringai jahil


"Oh sekarang Raisa Sarasvati sudah mempunyai pacarnya, apakah kau akan meninggalkan sahabat mu yang menyedihkan ini?" ucap Viollet tersenyum jahil


"Dia hanya kenalan ku saja Vio"


"Huh, kenalan? kenapa wajah mu memerah seperti kepiting rebus?" batin Viollet


"Sampai kapan kamu akan mengelaknya Raisa?" ucap Viollet


"Vio, aku sedang malas berdebat dengan mu" ujar Raisa


Sedangkan Revano hanya mendengarkan kedua sahabat itu berbincang bincang


Revano menghanpiri Raisa dan Viollet


"Raisa, apa kau sudah memberitahu Viollet?" tanya Revano


"Ehm, belum"


"Memangnya ada apa?" tanya Viollet


"Aku hanya ingin mengajak mu untuk makan siang. Apa kau ingin ikut Viollet?" tanya Revano


Di dalam perjalanan


"Kalian ingin makan siang di mana?" tanya Revano membuka pembicaraan


"Di Caffe milik Rolfie" ucap Viollet


"Apakah dia memiliki Caffe?" tanya Revano


"Ya, Caffenya sangat terkenal kerena lokasinya sangat strategis, dan tidak jauh dari Kampus" sambung Raisa


Revano, Raisa, dan Viollet telah sampai di Caffe milik Rolvie


Mereka telah duduk dan sedang memilih menu makanan


Sejak Revano memasuki Caffe, Revano telah di perhatikan oleh seorang wanita


Wanita tersebut adalah Hellena teman se Kampusnya Raisa


Hellena tidak menyukai Raisa karena keunggulan Raisa dari pada dirinya


Hellena mulai tertarik dengan pria yang sedang berhadapan dengan Raisa


Hellena sedang memikirkan cara untuk mendekatkan dirinya kepada Revano


Hellena berjalan mendekati meja Raisa


"Hai Raisa, Viollet" sapa Hellena ramah


"Hai Hellena, ada apa?" tanya Raisa to the point


"Bolehkan aku duduk di sini?" tanya Hellena sambil menunjuk bangku di sebelah Revano


"Silahkan" ucap Raisa


Dengan gembira Hellena duduk di sebelah Revano


Sedangkan Revano hanya merasa risih dengan keberadaan Hellena


"Hai pria tampan, siapa namamu?" tanya Hellena to the point sambil mengulurkan tangannya


"Revano" jawab Revano dingin membalas uluran tangan Hellena


"Bolehkah aku..." sebelum Hellena melanjutkan kata katanya terlebih dahulu pelayan dantang menyajikan pesanan mereka


Sedangkan Hellena hanya menggerutu kesal


Tak lama setelah itu Rolvie datang menghampiri mereka


"Ada acara apa kalian kumpul kumpul tidak memberitahu ku?" tanya Rolvie


"Dan siapa pria itu?" lanjut Rolvie


"Tidak ada acara apapun. Dia Revano, kenalannya Raisa" jawab Viollet


"Kenapa ada Hellena di sini?" tanya Rolvie sambil menajamkan alisnya


"Aku hanya kebetulan bergabung di sini saja" ucap Hellena


"Benarkah begitu?" tanya Rolvie yang tidak percaya


...Tbc...


Maaf nih readers, bukannya jarang update. Tapi di reviewnya agak sedikit lama


Jangan lupa di tekan lovenya, like, dan share ya


-dvv.ns