Eternal Love

Eternal Love
Chapter 1



Hai, nama ku Raisa Stephanie Sarasvati. Tahun ini umurku 18 tahun. Ya, aku adalah anak dari pengusaha sukses SV Group. Aku memiliki saudara angkat bernama Valleyrina Sierra Sarasvati.



Aku tidak menyukai Valley karena ia suka ber foya-foya memakai uang ayah ku. Aku memiliki saudara kembar. Dan, sayangnya ia telah meninggal dunia pada saat di dalam kandungan ibu ku. Karena saat ibu ku mengandung ku dan saudara kembar ku, ibu mengalami kecelakaan. Dan saudara kembar ku tidak bisa di selamatkan.



Aku mempunyai sahabat bernama Viollet Wulandari dan Rolvie Wijaya. Sebut saja mereka Vio dan Olvie



* * * * *



Siang ini aku makan siang bersama Vio dan Olvie di luar kampus.



At Caffe



"Kalian ingin makan apa? biar aku yang meneraktir kalian!" ucap ku


"Nasi goreng special dengan milkshake!" jawab Vio antusias


"Sabar dong Vio, yang mau neraktir makan kita aja masih pilih-pilih menu makanan." seru Rolvie


"Hehe kan lumayan Raisa meneraktir kita sekali-kali" jawab Vio


"Udah, kalian pilih aja makanan di menu sepuas kalian" seru ku


"Terima kasih Raisa!" seru Viollet dan Rolve


"Your welcome" jawab ku



Author POV



Sesudah makan siang, mereka kebetulan tidak ada kelas. Jadi, mereka berjalan sebentar di sekitar kampus.



"Rai, ayo kita kesana!" ajak Vio


"Ya, sebentar lagi aku akan menyusul kalian!" sahut Raisa


Duuukkk


"Awh" ringis Raisa


"Maaf" kata seorang pria dengan tubuh berbalut jas kantor dengan lengkap.


"Kamu?!" seru Raisa terkejut


"Hai, kebetulan kita bertemu lagi" kata pria tersebut.


"Oh ya, terima kasih waktu itu kamu telah membantuku."


"Tidak masalah. Oh ya, Siapa nama mu?" tanya pria tersebut.


"Salam kenal nama ku Raisa Stephanie Sarasvati. Siapa nama mu?" tanya Raisa sambil mengulur kan tangan nya


"Salam kenal, nama ku Vano. Revano Aditya Aditama." jawab Revano sambil membalas uluran tangan Raisa


Ya, pria itu bernama Revano Aditya Aditama. Ia CEO dari perusahaan Revano Group, saingan SV Group.


"Oh, hai Vano. kamu bisa memanggil ku Raisa" jawab Raisa dengan memancarkan senyuman manis nya


Deg... deg... deg...


Jantung Revano berpacu lebih cepat dari biasa nya


"Oh tuhan, perasaan apa ini? aku tidak pernah merasakan perasaan ini sebelum nya" tanya batin Revano


Raisa tampak kebingungan dengan sikap Revano yang menjadi diam


"Vanooo, apa kamu baik-baik saja?" tanya Raisa yang cemas sambil melambai lambai kan tangannya di depan muka Revano


"Uhm, ya a, a, aku baik-baik saja" jawab Revano dengan gugup


"Kamu yakin Revano?, kamu tampak sedang tidak baik-baik saja" tanya Raisa penasaran


"Ya, aku tidak apa-apa. Jangan cemaskan aku" jawab Revano


"Ya sudah, sebentar lagi pelajaran di kampus ku akan segera di mulai. Maaf Vano, aku harus buru-buru" seru Raisa


"Hmm, baiklah. Kita pasti akan bertemu kembail Raisa"


"Baiklah, Bye Vano!" seru Raisa dengan melambai lambaikan tangan nya ke arah Revano


"Bye, Raisa" jawab Revano



Ntah kenapa hati Revano merasa sedih berpisah dengan Raisa walau pun ini pertemuan yang ke dua kalinya ber sama Raisa.


"Raisa, tunggulah aku. Aku akan mendapat kan mu!" batin Revano



* * * * *



"Raisa, kamana saja kamu?!" tanya Viollet cemas


"Tadi aku bertemu dengan orang yang telah menyelamatkan ku 2 tahun yang lalu" jawab Raisa


"Ahh, baiklah. Lain kali kamu harus memberi kabar dulu, aku menghawatirkan mu" jawab Vio dengan menghembuskan napasnya


"Siap boss!" jawab Raisa


"Oh ya, ngomong-ngomong di mana Olvie?"


"Hai Raisa, ada apa kamu mencari ku?" tanya Rolvie


"Hmm, aku hanya menanyakanmu saja..." jawab Raisa




...Tbc...