Energon: The Beginning of Everything

Energon: The Beginning of Everything
Bab 3, Malam yang Panjang



Malam telah tiba, hari yang panjang bagi Shiro.


Setelah Presentasi yang panjang itu, Shiro pun berniat pulang ke rumahnya. Dia pun menghela nafas saat keluar dari podium tempat presentasinya yang diadakan perdana di lab nya sendiri, dan berniat berjalan ke arah mobil sebelum Yuki memanggilnya dari samping memegang 1 kaleng kopi dingin. Yuki tau kalau Shiro menyukainya,


"Terimakasih atas kerja kerasnya." kata Yuki,


"Hmm? Oh— Yuki-kun ternyata".


Yuki pun memberikan kaleng kopi dingin kepada Shiro tanpa sepatah kata dan Shiro pun mengambilnya tanpa sungkan.


"Terimakasih" Kata Shiro setelah itu dia membuka kalengnya, Cleck, suara kaleng terbuka.


Shiro pun meminumnya tanpa sungkan sedikitpun dan malah menikmatinya di setiap air kopi yang mengalir di tenggorokan,


"Hah—" Kata-kata yang langsung keluar dari mulutnya,


"Kopi di musim-musim seperti ini memang terbaik!",


"Kamu selalu menyukainya tak peduli di musim apapun loh.",


"Haha, benar juga.".


Sunyi menutupi percakapan mereka berdua, bukan sunyi yang buruk. Mereka menikmati sunyi tersebut seperti sedang merayakan kemenangan mereka.


"Inilah akhirnya. Manusia akhirnya mencapai tingkat setinggi ini, dan kau tau.. aku tak pernah membayangkannya.",


"Semua ini berkat kau tahu, Shiro-san.",


"Jangan seperti itu lah, kau juga membantu banyak kau tau itu kan? Dan lagi, aku juga belum tentu bisa melakukannya seorang diri. Jadi janganlah sungkan.",


"Hehe, terimakasih.".


Keheningan menutup mereka lagi tapi kali ini hanya sebentar saja.


"Oh iya, bagaimana dengan anakmu?" tanya Yuki,


"Eh? Dia baik-baik saja sih. Kenapa tiba-tiba?" jawab Shiro,


"Tidak ada. Aku hanya penasaran, lama sekali tak mendengar kabarnya.",


Shiro pun tersenyum tipis sebentar dan setelah itu melihat ke langit,


"Dia baik-baik, tak hanya itu dia juga punya masa depan yang cerah. Maksudku, sesering apa ada anak berusia 8 tahun sudah SMA? Bukankah terlalu cepat?",


"Haha, Persis seperti dirimu.",


"Tidak, tidak, mana ada aku seperti itu. Saat aku berusia 8 tahun aku masih mencoba menjadi Ultraman kau tau."


"Pfft, Hahahaha .."


"Hey, sapa yang menyuruhmu tertawa ha?!"


"Hahah, habisnya itu memang kenyataan yang lucu."


"Apa katamu?!".


Ketawa dari Yuki memenuhi percakapan mereka sementara,


"Tapi ya, 8 tahun sudah masuk SMA... sepertinya dia memiliki masa depan untuk memikul umat manusia lebih maju memang akan mudah. Dia pasti bisa merubah teknologi yang kita gunakan sekarang ke sesuatu yang luar biasa, Ya kan?" Kata Yuki panjang lebar,


"Kau benar, itu adalah hal yang paling kunanti tapi juga yang paling aku takutkan.",


"Eh, kenapa?—",


"Aku takut dia masuk ke jalan yang salah, bukan membantu tapi menghancurkan... Karena itu aku terus mengawasinya baik jauh ataupun dekat, untuk sekarang sih masih aman."


"Kau tahu sesuatu Yuki-kun? Bukan kekuatan yang menentukan kemenangan, terkadang kecerdasan pun bisa menentukan kemenangan kita. Sesuatu yang menurut kita lemah bisa menjadi berbahaya saat waktunya datang, seperti bom waktu. Semoga anak itu bisa memilih jalan yang tepat karena bagaimanapun... dia tetaplah anak kecil berumur 8 tahun. Kecerdasan dan mental bukanlah hal yang sama, mengerti maksudku?" Kata Shiro panjang lebar,


"....Ya.."


Keheningan panjang menutupi... kali ini bukan keheningan yang baik.


"Yah tak usah dipikirkan! Tak tau apa yang akan terjadi di masa depan. Kita hanya bisa terus maju!",


"Hm! Benar-benar!" kata Yuki mengikuti Shiro,


"Hahah.... Yesterday is history, Tomorrow is mystery.",


"Dan lagi, kau mengambil kata-kata orang lain lagi.",


"Ayolah, akui saja kata-kata dari Master Oogway itu bagus dan bermakna!",


"Terserah lah.",


"Aku cuma bercanda jangan begitu serius. Baiklah aku minta maaf!",


Setelah itu pun keduanya ketawa menutupi gelapnya hari.


Akhirnya setelah percakapan yang panjang itu, mereka mengucapkan sampai jumpa satu sama lain. Shiro naik mobilnya meninggalkan Yuki sendirian. Yuki melambaikan tangannya, melihat mobil shirou menjauh dan semakin menjauh..


"... Operasi bisa dilakukan." Kata Yuki sendirian entah kepada siapa,


"Kerja bagus Agen Sheldon. Kerjamu selalu sempurna, seperti melihat seorang iblis tengah menipu sesosok manusia jika aku bisa mendeskripsikan nya dengan baik.." Kata orang dibalik bayangan, lalu muncul ke arah cahaya... dia adalah pria dengan jas Jendral, berasal dari pemerintah dengan tampak muka seperti paruh baya berumur 50 tahunan.


"Jangan banyak bicara dan cepat lakukan saja. Menipu orang ini... terlalu berbahaya...",


"...",


Orang itu mengeluarkan sebuah HT (Handie Talkie) dari saku dadanya, dan berbicara,


"Lakukan operasi S-66, sita barangnya. Jika ada yang bertanya, ini adalah tugas pemerintah demi keselamatan...." Kata Paruh Baya dengan suara yang semakin jauh.. meninggalkan Yuki sendirian.


".....",


"Maafkan aku Shiro-san, tapi inilah dunia. Ada beberapa hal yang harusnya tak boleh kau lakukan, dan bagi orang sepertimu... hal itu pasti tak ada kan?",


"....",


"Inilah dunia... Inilah Hukumnya, inilah Sistemnya... Inilah... Society kehidupan...",


------++++++------+++++-------+++----++----+---


Sedangkan ditempat lain...


Shiro sedang mengemudi, entah kenapa ada perasaan buruk tiba-tiba datang.. tapi dia tak mempermasalahkannya. Dia tiba-tiba di telpon oleh Nabila, istrinya. Dia mengangkatnya dan menjawabnya.


"Halo? Ada apa? Apa kau sudah kangen diriku?"


"Sayang... kenapa ada banyak polisi dan tentara berpakaian lengkap didepan rumah...?"


"... apa? apa maksudmu?"


"Ada banyak polisi dan tentara, dan semuanya... mengelilingi rumah... dan apakah kamu melihat anak kita? Dimana Sora? Sayang... aku takut..."


"... ****, tenanglah sayangku, aku akan sampai rumah sebentar lagi... jika mereka bertanya mau masuk, persilahkan saja mereka. Mereka pasti memiliki urusan denganku..."


"Baik... baik... aku akan... aku akan mengikuti perkataan mu..",


Setelah itu, Nabila menutup telponnya dan Shiro pun mulai menaikkan kecepatan mobilnya. Apa yang terjadi?