Energon: The Beginning of Everything

Energon: The Beginning of Everything
Bab 1, Kehangatan Keluarga



Satu malam....


“Hah... Hah... Hah... Hahh...” Suara tergesa-gesa seseorang di tengah hutan...


“Aku mendengar nya, dia kesana!” Teriak seseorang


“Ayo tangkap pembawa bencana itu!”


“Kenapa...? Kenapa bisa jadi seperti ini..? Ini harusnya tidak terjadi.. Apa yang telah aku dan keluarga ku lakukan?..”


Beberapa saat sebelumnya...


“Aku ingin menjadi seseorang yang bisa membawa dunia ke masa depan yang sangat cerah, aku ingin membawa manusia ke sebuah masa dimana kita bisa mengontrol semua nya! Seperti yang ayah ku lakukan sekarang!” kata seorang anak kecil.


“Wow... Mimpi yang bagus, kamu pasti sangat bangga kepada ayahmu ya?” Kata seorang guru,


“Benar, dia adalah pembawa dunia baru, teknologi baru! Namanya yang tak lain adalah Shirotsu Motushibi!”


Shirotsu Motushibi adalah seorang revolusioner teknologi, dia membawa teknologi luar biasa ke umat manusia seperti mobil listrik, hologram dan obat kanker. Benar, obat kanker yang bisa menyelamatkan umat manusia, tapi sayang itu hanyalah rumor saja... Atau mungkin bukan.


Dia adalah seorang jenius yang dicari oleh banyak orang, dan idenya pun tak terhenti disana, ia pun berlanjut ke beberapa pembuatan barang luar biasa bahkan dia pun menjadi orang yang paling dihormati di bidang astronomi, sains, dan bahkan biologi. Dia seperti cahaya yang menyinari manusia. Tapi tentu saja ada orang yang membenci “cahaya” dan melakukan apapun untuk meredupkan nya.


Motushibi, keluarga yang sebenarnya sudah terkenal akan sejarahnya seperti selalu melahirkan seorang jenius, merupakan keluarga yang paling dilindungi dan dihormati orang-orang. Jasa mereka kepada umat manusia takkan bisa terlupakan, tetapi bukan itulah yang sebenarnya yang membuat mereka terkenal. Mereka memiliki keturunan DNA yang unik dimana mata mereka berwarna merah seperti darah. Apakah itu yang membuat keturunan mereka selalu menjadi seorang jenius? Kurasa bukan tapi juga kurasa... Iya. Misteri dibalik mata merah itu sampai sekarang belum dipecahkan kan, sementara mereka menyatakannya sebagai mutasi genetik.


“Nak, sarapannya sudah siap.” Kata istri dari Shirotsu Motushibi, Nabila Motushibi. Seperti namanya, dia orang Indonesia.


“Baik! Akan segera kesana” suara ini adalah anak dari kekasih tersebut, namanya Sora Motushibi.


“Akhir-akhir ada apa? Sepertinya kamu kelelahan.” Kata Nabila,


“Tidak apa-apa. Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku. Akhir-akhir ini pemerintah mencoba untuk membuatku menghentikan proyek nya.” Kata Shirotsu, kita panggil Shiro kedepannya.


“Tidak apa. Ini bukan salahmu. Ini adalah proyek ku, aku lah yang bertanggung jawab.”


“Oiya ini mengingatkan ku, bagaimana dengan eksperimen tentang mata keluargamu? Kudengar kamu mau mengumumkan hasilnya hari ini di depan publik.”


“Iya, eksperimen nya berjalan lancar, dan siap diumumkan ke publik. Ini adalah revolusi umat manusia agar bisa terus maju! Percayalah padaku.”


“Aku percaya kok sama kamu. Hanya aja, aku ngerasa nggak enak soal ini... Seperti intuisi ku bilang agar kamu tidak melakukannya. Semoga ini hanyalah sebuah intuisi saja.”


“Terima kasih sarannya, tetapi akan tetap kulakukan.”


“Terserah kau saja, aku akan mendukung apapun keputusan mu. Tentu saja hanya hal yang baik saja, hehehe.”


“Dasar kau! Haha”


Penuh canda tawa seisi dapur.


“Tapi jika intuisi mu benar, tolong lindungi anak kita.”


“Tenang saja, tanpa kamu kasih tau aku bakal ngelakuinnya kok. Karena aku kan cinta sama dia.”


“Lebih dariku?”


“Tentu saja! Takkan ada yang bisa menandingi nya, lagian liat wajahnya yang menggemaskan itu!”


“Sial, kalah telak ya. Dia pasti menggunakan cara curang”


“Sudahlah.”


Semua hal itu, tepat sebelum datangnya musibah yang meruntuhkan keluarga Motushibi.