Energon: The Beginning of Everything

Energon: The Beginning of Everything
Bab 2, Atom



Di sebuah kantor di Jepang prefektur Nagasaki, Laboratorium Shinto.


“Selamat pagi, Shiro-san” kata seorang asisten laki-laki Shiro bernama, Yuki Yamata.


Pria dengan rambut pirang, mata biru menunjukkan kalau dia benar-benar polos dan murni.


“Selamat pagi juga Yuki-kun. Kamu datang lebih cepat dari biasanya ya.” Kata Shirotsu yang akan dipanggil Shiro seterusnya,


“Ma-maaf soal keterlambatan sebelumnya!”,


“Santai saja, aku sudah terbiasa dengan hal itu jadi jangan dipikirkan.”,


“B-bukannya itu malah buruk?!”,


“Hahaha... Aku Cuma bercanda. Yah, apapun itu mati kita fokus dulu. Bagaimana laporan tentang konduksi atom kemaren?”,


“Semuanya sempurna! Data yang didapatkan sangat akurat!”,


“Bagus, kalau begitu. Mari kita beritahu dunia apa yang telah kita temukan!”,


“Ya!”


Mereka pun berjalan ke arah ruang lab milik shirou. Saat sampai disana, ruangan lab yang begitu besar yang didanai langsung oleh pemerintah menjadi tempat yang kecil karena proyek mereka berjudul “Infinity Energy”. Seperti namanya, proyek ini bertujuan untuk menciptakan sebuah alat yang bisa mengalirkan energi tanpa batas, benar, tanpa bahan bakar, tanpa istirahat, dan akan terus bekerja bahkan saat kiamat, setidaknya begitulah angan-angan Shiro.


Shiro pun bersiap-siap, melangkah demi langkah dengan terburu-buru ke atas panggung yang telah disediakan. Dan saat sampai..


“Halo semuanya! Kalian pasti tahu siapa aku jadi tidak perlu perkenalan lagi ya kan? Haha..”


Para penonton pun tertawa,


“Langsung ke intinya, karena para Wanita dan Pria disini sudah tidak sabar ya kan?”


Mereka tertawa lagi..


“Baik, aku pun tidak sabar... Ku perkenalkan kepada kalian... Infinity energy!"


Penonton bertepuk tangan, sangat meriah memenuhi ruangan,


“Beberapa dari kalian pasti penasaran apa itu infinity energy, benar begitu? Baik kujelaskan secara rinci, lebih baik dengarkan dengan cermat karena ini akan sangat panjang.”


“Infinity Energy, seperti namanya benda itu dapat menghasilkan energi yang tiada batas. Kalian pasti penasaran bagaimana bisa? Semua bisa dikarenakan satu hal... Atom.”


Penonton pun kebingungan seperti yang diinginkan Shiro,


“Dan bagaimana bisa? Perlu kalian ketahui dalam atom ada 3 macam hal yang biasa didengar, Elektron, Proton, dan Neutron. Proton seperti yang diketahui adalah atom yang jumlahnya menentukan unsur kimianya, 118 jumlah totalnya yang telah kita ketahui. Neutron adalah atom yang tidak bermuatan positif atau negatif, netral bisa dibilang, dan bertugas untuk menjaga keseimbangan atom. Sedangkan, Elektron, sengaja saya sebut diakhir karena, satu-satunya bagian atom yang bersifat elementer menurut beberapa orang dan menurut saya itu benar.”


Mereka semakin kebingungan,


“Elektron, walaupun samar, memiliki aliran petir tapi sangat kecil bahkan saking kecilnya alat tercanggih manusia pun tak bisa mendeteksinya tetapi kita gunakan sehari-hari seperti mikroskop elektron dan radioterapi. Dan itu jugalah kunci dari proyek infinity energy. Atom ada dimana-mana dan bahkan 99% tubuh kita adalah atom, dan tak hanya itu bahan nama ‘Atom’ sendiri diambil dari bahasa Yunani artinya tak terpecahkan. Mudah bukan?”


Makin dan makin kebingungan,


“Tapi kita perlu sebuah alat untuk membuka “cangkang” dari elektron tersebut agar bisa digunakan, dan disinilah saya memberikan jawabannya atas pertanyaan tersebut. Perkenalkan nama alat yang telah tim saya buat dibawah perintah saya! Prototype EG-1!”


Shiro membentangkan tangannya disaat tirai hitam yang berasal dari cat warna paling gelap terbuka, menampilkan sebuah benda berbentuk seperti “X” dengan bola aneh ditengahnya.


“Inilah benda yang akan membawakan perkembangan manusia menuju, Another Level! Benda ini bertenaga langsung oleh elektron sehingga tak perlu tenaga lainnya dan alasan kenapa dia bisa membuka “cangkang” nya karena dia bisa menyatukan elektron dan merekonstruksi Proton menjadi Proton “khusus” yang bisa terus menarik elektron ke sisi nya tanpa batas! Dan mengubah neutron menjadi pelindung di sekitarnya sehingga takkan ada efek tertentu yang berbahaya!”


Semuanya bertepuk tangan dengan sangat meriah,


“Begitu saja presentasi saya, apakah ada yang memiliki pertanyaan?”


“Aku” berdiri seorang ilmuan tak dikenal berambut dan berjanggut hitam, sekilas mirip Jason Momoa (Pemeran Aquaman),


“Namaku, Edward Alberic, aku ingin bertanya, apakah benar baik-baik saja bagi kita untuk melakukannya, seperti namanya “Atom” artinya tak terpecahkan artinya juga tak terhancurkan, apakah ada suatu hal yang kamu sembunyikan dari kami?”


“Pertanyaan bagus, aku pasti tahu akan ada orang yang bertanya hal ini, Neutron menjaga keseimbangannya, Proton telah dimodifikasi dan menjadi terus menarik elektron dan lagi atom bisa tercipta sendiri dan bentuknya sangat banyak didunia ini, quantiliun? Bahkan lebih. Dan elektron yang kita cari. Kau tidak perlu khawatir, karena aku menciptakannya seperti “Atom raksasa”. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Haha...”


Tepat sebelum pria itu bertanya lebih lanjut—


“Aku tau khawatirmu, tapi hal ini harus kita uji coba terlebih dahulu, dan tenang saja aku akan usahakan tidak akan ada yang terkena efek samping yang tidak-tidak selama percobaan berlangsung dan lagi percobaannya telah berlangsung 10 hari di lab ku, asisten ku bisa mengkonfirmasi hal tersebut.”


“..... Baiklah” kata Edward Alberic.


Dan saat itu pun Shiro dikelilingi oleh tepuk tangan dan sorakan yang meriah bahkan sampai dirinya keluar dari panggung. Tapi Edward disisi lain, cemas akan hal yang mungkin terjadi. Memang sangat mencemaskan apalagi ini mempertaruhkan umat manusia, apa yang akan terjadi manusia harus terus melangkah untuk semakin maju dan semakin maju maka resiko nya juga semakin besar. Kita semua tahu itu, ini adalah langkah yang sangat besar bagi umat manusia. Entah dari segi positif atau bahkan negatif nya.