
Raja Aldric duduk di singgasana emasnya yang mengkilap, dengan sorot mata tajam yang memandang jauh ke luar jendela besar istana. Senja merah yang melintasi langit mencerminkan rona keemasan mahkota di kepalanya. Dia adalah pemimpin yang kuat dan bijaksana, yang memerintah dengan keadilan dan bijaksana selama bertahun-tahun.
Namun, suasana hatinya terasa tegang pada hari itu. Dia merasa sebuah kegelisahan yang tidak bisa dijelaskan. Istana yang megah ini, yang seharusnya menjadi tempat kedamaian dan ketenangan, sekarang terasa gelap dan angker.
Tiba-tiba, tanpa aba-aba, terdengar suara gemuruh besar yang mengguncang seluruh istana. Raja Aldric melompat dari singgasananya, dan penjaga-penjaga di ruangan segera bergerak dalam kepanikan. Lukisan-lukisan berharga jatuh dari dinding, dan cangkir-cangkir kristal di atas meja makan pecah berkeping-keping.
Aldric segera melangkah menuju jendela besar, memandang ke luar. Sebuah letusan besar telah terjadi di kejauhan, menghantam tanah dengan kekuatan yang mengerikan. Dia tidak pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya.
Sementara para penjaga sibuk mengamankan istana, salah satu prajurit yang terlatih dengan baik mendekati Raja Aldric, membawa sebuah gulungan kertas yang terlihat sangat kuno dan misterius. Dia tunduk hormat dan menyerahkan gulungan tersebut kepada raja.
"Yang Mulia," kata prajurit itu, "Kami menemukan ini di luar istana setelah letusan itu terjadi."
Raja Aldric mengambil gulungan tersebut dan membacanya dengan cermat. Tulisan-tulisan gelap yang terpahat di atasnya membuat rambut di tengkuknya berdiri tegak.
"Penduduk Eldoria," ucapnya pelan, "kita dihadapkan pada bahaya yang sangat besar. Ini adalah peringatan dari Aliansi Kegelapan."
Aliansi Kegelapan. Nama itu sendiri sudah cukup untuk membuat setiap orang merinding. Mereka adalah kelompok yang selama ini bersembunyi dalam bayang-bayang, merencanakan pengambilalihan kerajaan dengan kekuatan jahat dan sihir hitam. Selama ini, mereka hanya merupakan ancaman yang kabur dalam cerita-cerita legenda, tetapi sekarang mereka telah muncul dengan kekuatan besar.
Raja Aldric membaca dengan cermat isi peringatan itu:
"Raja Aldric,
Waktu telah tiba bagi kami, Aliansi Kegelapan, untuk merebut Eldoria darimu. Kami akan menguasai Eldoria dan kekuatan jahat akan melanda seluruh kerajaan ini. Pertahankan tahta Anda jika Anda berani, tetapi Anda tidak akan bisa melindungi kerajaan ini dari kehancuran yang akan kami bawa.
Kami telah mengirimkan surat untuk menyerahkan Eldoria, tapi Anda sangat keras kepala sama seperti pemimpin Eldoria dulu,maka pertempuran yang akan datang akan menghancurkan segalanya.
Kegelapan akan menguasai Eldoria."
Raja Aldric menatap gulungan itu dengan mata yang terus mencerna pesan tersebut. Dia tahu bahwa ini bukan ancaman kosong. Aliansi Kegelapan adalah musuh yang kuat, dengan kekuatan magis yang menakutkan. Mereka sudah merencanakan serangan ini dengan matang.
******
Panesahat utama, seorang pria tua yang bijaksana bernama Sir Cedric, berbicara dengan suara tenang, "Yang Mulia, kami harus mempertimbangkan tindakan apa yang harus diambil untuk menghadapi ancaman dari Aliansi Kegelapan. Pasukan mereka semakin mendekat ke perbatasan kita, dan kelaparan tampaknya melanda wilayah-wilayah terdekat."
Raja Aldric mengangguk serius, "Kamu benar, Sir Cedric. Ini adalah saat yang sulit bagi kerajaan kita. Kita perlu mengambil langkah-langkah yang bijaksana dan cepat."
Penyihir itu melangkah maju dengan tenang, tanpa menunjukkan tanda-tanda ancaman. "Tidak ada yang perlu khawatir," katanya dengan suara lembut. "Saya datang atas perintah Penyihir Elara."
Kehadiran penyihir itu membuat semua orang semakin curiga. Raja Aldric mengernyitkan dahinya, "Apa yang membawa Anda ke sini, penyihir? Dan mengapa Anda berani muncul di hadapan kami tanpa diundang?"
Penyihir itu tersenyum tipis, "Saya datang membawa pesan dari Elara. Dia ingin Anda tahu bahwa dia telah mengamati dengan seksama perkembangan di kerajaan Anda dan para pahlawan Anda."
Para panesahat dan penasihat bertukar pandang dengan kebingungan. Raja Aldric berkata, "Jika Ratu Elara ingin berbicara dengan kami, mengapa dia tidak datang sendiri?"
Penyihir itu menjawab, "Ratu Elara memiliki alasan-alasan tertentu untuk tetap berada di kediamannya. Namun, dia ingin Anda tahu bahwa dia telah mengutus saya untuk memberikan gambara tentang sejauh mana para pahlawan Anda telah mencapai dalam pencarian mereka untuk perdamaian Eldoria."
Sir Cedric melangkah maju, "Apa yang Anda maksudkan dengan 'petunjuk' ini? "
Penyihir itu menjelaskan bahwa Elara telah mengirimnya untuk memberikan visi tentang perjalanan para pahlawan dalam bentuk gambaran visual yang tidak biasa. Dengan gerakan tangan yang tenang, dia melepaskan mantra yang misterius. Sejenak, ruangan itu berubah menjadi cahaya berkilauan, dan kemudian muncul gambar-gambar berkilauan di udara.
Gambar pertama menggambarkan seorang pahlawan muda yang berjuang melawan naga yang mengerikan. Dia tampak penuh semangat dan berani, dan naga itu akhirnya dikalahkan. Sir Cedric mengangguk mengakui, "Itu adalah Dharon yang memiliki kekuatan naga,dia memang yang paling kuat diantara kelima pahlawan. "
Gambar-gambar terus berubah, menunjukkan berbagai pahlawan dan pengorbanan mereka. Para panesahat dan penasihat terus memandang dengan antusiasme, merenungkan makna dari apa yang mereka saksikan.
Saat visi-vision berakhir, penyihir itu mengangkat kerudungnya, mengungkapkan wajahnya yang tampak tegas. "Elara berharap Anda akan mempertimbangkan dengan baik sebelum mengambil tindakan lebih lanjut dalam segala hal."
Raja Aldric merenung, "Terima kasih atas pesan ini, penyihir. Kami akan memikirkannya dengan matang. Namun, kami juga memiliki tanggung jawab kepada kerajaan dan rakyat kami."
Penyihir itu mengangguk mengerti, "Elara mengerti hal itu juga, Yang Mulia. Dia hanya ingin memastikan bahwa Anda tidak melupakan makna sejati dari tindakan Anda. Sekarang, saya akan kembali kepada Elara dan memberikan laporan bahwa pesan ini telah disampaikan."
Dengan kata-kata perpisahan, penyihir itu meninggalkan ruangan dengan langkah yang sama tenangnya seperti saat dia datang. Para panesahat dan penasihat tetap terdiam, merenungkan pesan yang mereka terima. Pada akhirnya, mereka tahu bahwa tugas mereka sebagai pahlawan tidak selalu sederhana, dan kadang-kadang memerlukan pemikiran yang mendalam.
Raja Aldric mengucapkan, "Mari kita pertimbangkan dengan bijak tindakan-tindakan yang akan kita ambil berdasarkan pesan ini. Kita harus selalu berusaha untuk menjadi pahlawan yang sesungguhnya bagi rakyat kita."
Pertemuan itu berlanjut dengan suasana yang berbeda, dan para panesahat dan penasihat berdiskusi lebih mendalam tentang tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Mereka tahu bahwa meskipun dunia bisa sangat kompleks, mereka harus terus berjuang untuk kebaikan dan keadilan.
...Boleh tolong follow akun IG @girl_with_tulips😅...
MAKASIHHHH(◍•ᴗ•◍)