ELDORIA

ELDORIA
ELDORIA 16



Mereka duduk melingkar di bawah sinar matahari terbenam yang lembut, menikmati kehangatan dan ketenangan tempat ini. Di antara mereka, Arin yang penuh semangat memulai cerita pertama.


Arin tersenyum ramah kepada teman-temannya, mata ceria yang memantulkan cahaya matahari. "Kalian tidak akan percaya apa yang terjadi padaku di Lembah Harapan," ucapnya. "Aku menemukan teman, keluarga, dan orang yang saya sayangi di sini, tetapi mereka berbicara dengan bahasa aneh yang tidak bisa saya mengerti. Seperti ada sesuatu yang mengendalikan mereka."


Elysia, yang duduk di sebelah Arin, mengangguk setuju. "Aku juga mengalami hal yang aneh di hutan," katanya dengan lembut. "Saat aku berjalan di tengah hutan yang indah, tiba-tiba pohon-pohon di sekitarku berubah menjadi raksasa yang hidup. Angin juga bertiup sangat keras. Rasanya seperti alam itu sendiri berbicara padaku."


Arin dengan pedang yang selalu setia menemaninya, tertarik dengan cerita Elysia. "Itu pasti pengalaman yang menakutkan," ucapnya sambil menatap Elysia dengan penuh perhatian.


Sementara itu, Drako dan Dharon, saudara  yang selalu bersama dalam medan perang, juga berbagi apa yang mereka alami. Drako, yang memiliki mata tajam seperti elang, melihat sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan. "Kami berdua berada di tengah ribuan mayat yang penuh dengan darah," ucap Drako dengan suara serius. " Itu adalah tempat yang sangat mengerikan."


Pahlawan-pahlawan itu duduk dalam keheningan sejenak, merenungkan kejadian masing-masing.


"Bagaimana denganmu,Lyra? Apa yang kau alami saat berada di ilusi Lembah Harapan?," tanya Dharon.


Lyra menghela nafanya pelan.Ia bingung harus menceritakan pada teman-temannya atau tidak.


"Ah,aku  melihat kenangan masa laluku dengan Pangeran Eldric dari klan wolf," kata Lyra pada akhirnya.


"Jadi kalian memang memiliki hubungan di masa lalu?," tanya Elysia dengan ekspresi terkejut.


Lyra mengangguk,"Kami dulu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai,tetapi keluarga kami tidak setuju dengan hubungan kami hingga terjadilah konflik klan wolf dengan klan penyihir.Orangtuaku akhirnya membacakan mantra kepadaku yang membuat semua tentang Pangeran Eldric hilang dikepalaku.Itulah sebabnya aku tidak mengenalnya,namun aku merasa sangat dekat dengannya."


"Lalu apa yang terjadi setelah itu," tanya Arin penasaran.


"Nada Pangeran Eldric menjadi  tajam.Dia mengajakku untuk bergabung dengan klan wolf dan bersama-sama mendominasi dunia."


Para pahlawan tenggelam dengan pikiran masing-masing,menyatukan semua kejadian yang mereka alami di Lembah Harapan dengan petunjuk dari pegunungan Angin dan pesan dari tetua Desa Abadi.Semua tampak sangat membingungkan.Siapa orang terdekat mereka yang ikut dalam peperangan yang akan memakan banyak korban?.


Raja Aldric duduk dengan tenang di ruang kerajaan Eldoria, menatap keluar melalui jendela yang menghadap ke perbukitan hijau yang subur. Hari ini, matahari bersinar terang, dan langit biru cerah. Namun, ketenangan yang terasa di dalam ruangan ini terganggu oleh sosok seorang utusan yang tiba-tiba muncul di hadapannya, membawa surat yang diberikan oleh seorang penyampai yang tak dikenal.


Utusan itu berlutut di hadapan Raja Aldric, menyerahkan surat tersebut dengan hati-hati. "Raja Aldric, saya menerima surat ini dari seorang penyampai yang datang dari aliansi kegelapan," kata utusan tersebut dengan suara gemetar. "Mereka mengancam akan menyerang kerajaan ini jika Anda tidak menyerahkan Eldoria kepada mereka."


Raja Aldric meraih surat itu dengan perasaan tidak pasti. Dia memperhatikan segel merah gelap yang menghiasi lipatan surat itu. Dengan hati-hati, dia membukanya dan mulai membaca isi surat itu.


"Raja Aldric,


Kami, aliansi kegelapan, memberikan peringatan terakhir ini kepada Anda. Kami menginginkan Eldoria, tanah yang subur dan kaya yang selama ini menjadi milik Anda. Jika Anda menolak untuk menyerahkan kerajaan ini kepada kami, maka konsekuensinya akan sangat berat.


Kami memiliki kekuatan yang tak terkalahkan, dan kami siap menyerang dengan kekuatan penuh. Peperangan yang akan terjadi akan memakan banyak darah, dan banyak nyawa yang akan hilang. Tapi Anda memiliki pilihan, Raja Aldric. Serahkan Eldoria kepada kami, dan Anda dan rakyat Anda akan selamat dari kehancuran ini.


Kami tahu bahwa Anda telah mengutus para pahlawan untuk melindungi kerajaan ini. Namun, sayangnya, kami akan membuat mereka tidak akan kembali untuk selamanya.


Pilihan ada di tangan Anda, Raja Aldric. Kami akan memberi Anda waktu satu minggu untuk memutuskan. Jika Anda tidak menyerahkan Eldoria kepada kami dalam waktu itu, maka kami akan datang dengan kekuatan penuh.


Pikirkanlah dengan bijak, Raja Aldric, karena masa depan Eldoria berada dalam genggaman Anda."


Raja Aldric menatap dengan pandangan kosong pada surat itu setelah selesai membacanya. Dia merasa tekanan yang besar menindas dadanya. Keputusan yang harus diambilnya tidaklah mudah. Eldoria adalah tanah yang telah menjadi warisan keluarganya selama berabad-abad, dan dia merasa tanggung jawab besar untuk melindunginya.


Dia memikirkan para pahlawan yang telah dia utus untuk melindungi kerajaan ini. Mereka adalah orang-orang yang ia kenal dengan baik, yang telah berjuang untuk kedamaian Eldoria.


Setelah beberapa saat, Raja Aldric akhirnya berbicara. "Sampaikan kepada aliansi kegelapan bahwa saya tidak akan menyerahkan Eldoria kepada mereka," ucapnya dengan suara tegas. "Kerajaan ini tidak akan ku serahkan kepada kegelapan dan aku akan melindunginya dengan segala cara yang aku miliki."


Utusan itu mengangguk, lalu pergi untuk menyampaikan jawaban Raja Aldric kepada aliansi kegelapan. Raja Aldric kembali menatap keluar jendela, memikirkan masa depan yang penuh ketidakpastian. Peperangan tampaknya tidak bisa dihindari, dan dia tahu bahwa itu akan menjadi ujian terbesarnya sebagai seorang pemimpin.