ELDORIA

ELDORIA
ELDORIA 23



Para pahlawan yang telah melihat kembali dari kenangan masa lalu mereka akhirnya berkumpul kembali di dalam ruangan misterius yang gelap. Mereka duduk di sekitar meja bundar, dan rasa tegang terasa di udara. Ingatan akan kejadian masa lalu masih segar dalam pikiran mereka. Tiba-tiba, suara misterius yang tak terlihat itu bersuara lagi.


"Selamat datang kembali, para pahlawan. Kalian telah melewati ujian pertama dengan baik. Sekarang, saatnya kalian menghadapi ujian kedua."


Elysia yang masih terguncang oleh kenangan masa lalunya, bertanya dengan ragu, "Ujian kedua? Apa yang harus kita lakukan?"


Suara Misterius itu menjawab, "Kalian akan masuk ke dalam labirin Bayangan, tempat yang misterius dan penuh bahaya. Di dalam labirin ini, kalian akan dihadapkan pada tiga tanda di dinding yang mewakili tiga pilihan. Setiap pilihan akan membawa konsekuensi yang berbeda."


Arin yang penuh keingintahuan, bertanya, "Apa tanda-tanda itu?"


"Tanda pertama adalah gambar mata yang tajam, yang menggambarkan rasa waspada. Tanda kedua adalah gambar bunga yang indah, melambangkan keindahan. Tanda ketiga adalah api yang menyala-nyala, mencerminkan bahaya. Kalian harus memilih salah satu tanda dan mengikuti koridor yang sesuai. Pilihan kalian akan menentukan nasib kalian di dalam labirin."


Drako berkata, "Kami siap menghadapi ujian ini. Kami akan memilih dengan bijak."


Para pahlawan kemudian berdiri dan berjalan keluar dari ruangan misterius itu menuju pintu masuk labirin Bayangan. Mereka memasuki labirin yang gelap dan penuh ketidakpastian. Ketika mereka mencapai persimpangan tiga koridor, mereka melihat tiga tanda yang disebutkan oleh suara misterius.


Dharon berbicara, "Aku akan memilih tanda api yang menyala-nyala. Ini mungkin akan membantu kita menghindari bahaya di dalam labirin."


"Elysia dan Arin masuk ke dalam tanda bunga yang indah,Drako dan Lyra masuk ke dalam mata  yang tajam."


Saat mereka ingin protes,Dharon sudah lebih dulu menyela."Jumlah kita ganjil sedangkan hanya ada tiga pilihan.Salah satu diantara kita harus ada yang masuk sendirian kedalam koridor itu." "Aku memiliki kekuatan naga,jadi kalian tidak perlu khawatir," sambung Dharon menenangkan teman-temannya.


Drako,Lyra,Arin dan Elysia hanya mengangguk pasrah.Dharon memiliki sifat yang keras kepala,tidak ada gunanya berdebat dengan dia.Lagian Dharon benar,harus ada salah satu diantara mereka yang masuk sendirian kedalam koridor itu.


Setelah mereka membuat pilihan masing-masing, para pahlawan memasuki koridor sesuai dengan tanda yang mereka pilih. Ketika mereka melangkah lebih dalam ke dalam labirin, mereka merasakan suasana yang semakin suram dan misterius. Koridor-koridor gelap terlihat tanpa akhir, dan mereka tidak tahu apa yang menanti di depan.


Drako dan Lyra  terus memperhatikan setiap detail di sekitarnya, mencoba untuk menghindari jebakan dan bahaya yang mungkin muncul di koridornya. Namun, ia merasa semakin tegang seiring berjalannya waktu.


Arin dan Elysia, yang masuk ke koridor tanda bunga, merasa seperti berada di tengah-tengah keindahan yang tak terduga. Ia menemukan bunga-bunga yang mekar di sepanjang koridornya, membuatnya merasa tenang dan terinspirasi.


Dharon yang mengikuti tanda api, merasakan panas yang semakin mendekati. Dia berusaha menjaga ketenangannya dan siap untuk menghadapi bahaya apa pun yang mungkin muncul.


Saat mereka terus menjelajahi koridor masing-masing, mereka merasa semakin terisolasi. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada yang lain, dan ketidakpastian semakin membebani mereka.


Kemudian, ketika mereka telah menjelajahi labirin selama beberapa waktu, tiba-tiba mereka mendengar suara misterius lagi, kali ini dengan pesan baru.


"Para pahlawan, setiap pilihan memiliki konsekuensi. Kalian telah memasuki dunia yang mencerminkan pilihan kalian. Apakah kalian yakin dengan pilihan yang kalian buat?," suara misterius itu bertanya mencoba membuat para pahlawan ragu akan pilihan yang mereka masuki.


Para pahlawan  mengangguk  dengan yakin,meskipun ketidakpastian terus mengintai. Bagaimana nasib para pahlawan di dalam labirin Bayangan ini? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


******


Drako dan Lyra berdiri bersama di koridor labirin yang gelap, di mana tanda mata yang tajam menandakan pilihan mereka. Koridor ini terasa semakin suram, dengan dinding-dinding yang terasa mengepung, dan ketidakpastian melingkupi mereka. Drako, pria berwajah serius dengan busur besar di punggungnya, menatap sekeliling dengan waspada.


Drako dengan suara tegas berkata"Lyra, kita harus waspada di sini. Siapa pun atau apa pun bisa mengintai di dalam kegelapan ini."


Lyra mengangguk setuju sambil menggenggam tongkat ajaibnya dengan erat. "Saya setuju, Drako. Kita harus siap menghadapi apa pun yang mungkin datang."


Saat mereka terus berjalan di koridor yang semakin gelap, tiba-tiba, suara langkah kaki halus terdengar di dekat mereka. Mereka berdua berbalik cepat dan melihat bayangan yang muncul dari kegelapan.


Drako "Siapa itu? Keluarlah!"


Bayangan tersebut kemudian memunculkan dirinya, dan mereka melihat seorang pria berwajah misterius dengan mata yang tajam seperti elang. Drako mempersiapkan busurnya, sementara Lyra siap untuk menggunakan sihirnya.


Pria itu tersenyum misterius "Kalian berdua adalah pahlawan yang memilih mata yang tajam. Saya adalah Guardian of Perception, dan saya akan menguji kalian."


Drako menatap pria misterius dengan tajam "Apa yang kau inginkan dari kami?"


"Pertarungan. Saya ingin melihat seberapa tajam mata kalian. Jika kalian bisa mengalahkan saya, kalian akan bebas melanjutkan," Guardian of Perception menjawab.


Tanpa kata lagi, Guardian of Perception tiba-tiba melompat ke udara dengan kecepatan yang luar biasa. Drako melepaskan panah dari busurnya, tetapi Guardian of Perception dengan mudah menghindarinya. Lyra mengayunkan tongkatnya, melepaskan mantra sihir, tetapi pria misterius itu dengan cepat menghindar.


Pertarungan berlanjut, dengan Drako dan Lyra berusaha mengikuti gerakan cepat Guardian of Perception. Mereka berdua bekerja sama, mencoba menggiringnya ke sudut koridor. Namun, pria misterius itu terlalu lihai.


"Kita tidak boleh menyerah, Drako. Kita harus mencari cara untuk mengalahkannya," ujar Lyra dengan keras.


"Aku punya ide. Lyra, buatlah kilatan cahaya terang dengan sihirmu. Aku akan memanfaatkannya untuk mengalihkan perhatiannya," usul Drako.


Lyra mengangguk dan segera melemparkan mantra sihirnya. Kilatan cahaya terang memenuhi koridor, mengaburkan penglihatan Guardian of Perception. Ini memberi Drako peluang untuk melepaskan serangannya.


Drako melepaskan satu panah dengan cepat, dan kali ini, panah itu mengenai sasaran. Guardian of Perception menderita luka di bahu, membuatnya meringis kesakitan.


"Kalian pintar. Kalian memanfaatkan cahaya untuk mengalahkan saya," Guardian of Perception menggeram kesakitan.


Drako dan Lyra tidak memberi kesempatan bagi pria misterius itu untuk memulihkan diri. Mereka terus menyerang dengan taktik yang lebih baik, menggunakan kecerdasan mereka untuk mengimbangi kecepatan dan ketajaman Guardian of Perception.


Setelah pertarungan yang sengit, Guardian of Perception akhirnya terjatuh ke lantai. Dia menatap Drako dan Lyra dengan hormat.


Guardian of Perception menghela nafas,"Kalian adalah pahlawan yang luar biasa. Kalian telah melewati ujian saya. Silakan melanjutkan perjalanan kalian."


"Terima kasih, Guardian of Perception. Kami akan melanjutkan,"  ucap Drako dan Lyra dengan serempak.


Mereka meninggalkan Guardian of Perception di koridor mata yang tajam, bergerak lebih dalam ke dalam labirin yang misterius ini. Namun, mereka tahu bahwa ujian selanjutnya mungkin lebih sulit lagi.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui labirin, menjelajahi koridor-koridor gelap dan menghadapi berbagai rintangan dan bahaya. Mereka menemui teka-teki yang rumit, perangkap yang licik, dan makhluk-makhluk misterius yang mengintai di dalam bayang-bayang.


"Drako, ini semakin sulit. Kita harus waspada."


"Kita tidak boleh menyerah, Lyra. Kita harus terus maju."


Tiba-tiba, mereka mencapai sebuah ruangan yang sangat luas dan tinggi, dengan langit-langit yang tampak seperti langit malam yang berbintang. Di tengah ruangan tersebut, mereka melihat sosok yang berdiri tegak, dan itu bukan Guardian of Perception.


Sosok tersebut adalah seorang wanita berpakaian misterius dengan sorot mata tajam. Dia memiliki aura kuat yang membuat Drako dan Lyra merasa tertarik.


Dengan suara tenang wanita misterius itu berkata "Selamat datang, para pahlawan. Saya adalah Seraphina, Penjaga Ilusi. Kalian adalah pilihan kedua yang memilih mata yang tajam."


"Siapa Anda, Seraphina? Dan apa yang Anda inginkan dari kami?," Drako bertanya dengan tatapan curiga.


"Saya ingin menguji sejauh mana kalian dapat memahami makna di balik ilusi. Saya akan membuat dunia ilusi di sekitar kalian, dan tugas kalian adalah mengungkap kebenaran di baliknya."


"Kami siap, Seraphina. Tampilkan ilusi Anda!."


Seraphina mengangguk dan mengayunkan tangannya. Seketika itu juga, seluruh ruangan berubah. Mereka sekarang berada di tengah hutan yang rimbun dengan pepohonan tinggi dan cahaya matahari yang tembus melalui dedaunan.


Drako terkejut dengan ilusi yang dibuat Seraphina "Ini ilusi yang sangat kuat. Bagaimana kita tahu apa yang nyata dan apa yang palsu?"


"Kita harus mencari tanda-tanda yang tidak wajar, Drako. Saya percaya ada sesuatu yang akan memberi petunjuk."


Mereka berdua mulai menjelajahi hutan ilusi, mencari petunjuk yang akan membantu mereka membedakan antara ilusi dan kenyataan. Namun, Seraphina terus menciptakan ilusi-berilusi yang menggoda mereka, mencoba mengelabui pikiran mereka.


"Kita tidak boleh tergoda oleh ilusi ini, Lyra. Kita harus tetap fokus."


"Aku setuju, Drako. Kita harus mencari petunjuk yang sesungguhnya."


Mereka terus berjalan melalui hutan ilusi, dengan Seraphina terus mencoba mengelabui mereka. Tapi, mereka terus mencari petunjuk yang tak biasa. Akhirnya, mereka menemukan sebuah batu besar yang memiliki coretan-coretan aneh di permukaannya.


"Ini adalah petunjuk, Lyra! Coretan-coretan ini tidak ada di dunia nyata," Drako memandang coretan-coretan yang ada dibatu besar itu dengan antusias.


"Kita harus mengungkap maknanya. Aku akan mencoba menggunakan sihir aku."


Lyra mengambil tongkatnya dan memusatkan kekuatan sihirnya pada batu tersebut. Seketika itu juga, coretan-coretan tersebut berubah menjadi simbol-simbol yang memandu mereka ke arah yang benar dalam ilusi Seraphina.


Seraphina muncul dengan perasaan kagum "Kalian berhasil mengungkap kebenaran di balik ilusi saya. Kalian adalah pahlawan yang luar biasa."


Drako dan Lyra melanjutkan perjalanan mereka setelah berhasil melewati ujian Seraphina. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Seraphina dan meninggalkan ruangan itu.Di dalam labirin Bayangan ini, mereka tahu bahwa segala sesuatu bisa berubah dalam sekejap mata, dan mereka harus waspada terhadap setiap perubahan dan tantangan yang mungkin muncul. Drako dan Lyra berhasil melewati tantangan pada koridor dengan tanda mata tajam.