ELDORIA

ELDORIA
ELDORIA 22~DRAKO & DHARON



Kini tubuh Drako dan Dharon berada di sungai dengan air yang menenangkan.Di sana terdapat perempuan dan laki-laki yang sedang mengambil air.Perempuan itu bernama Isabella dan laki-laki itu bernama William.


William adalah seorang pemuda yang tampan dengan mata yang penuh dengan kebaikan. Dia adalah sosok yang berani dan selalu siap membantu siapa pun yang membutuhkan. Sementara itu, Isabella adalah seorang wanita yang cantik dengan kulit yang bersisik seperti emas dan rambut merah seperti api. Dia memiliki suara yang menenangkan dan dapat menyembuhkan luka hati siapa pun yang mendengarnya


.


Drako dan Dharon merasa bingung,kenapa mereka tiba-tiba berada ditempat yang begitu asing bagi mereka.Saat fokus Drako dan Dharon kearah William dan Isabella mereka sedang saling menyapa.


William tersenyum ramah pada Isabella, "Hai, namaku William. Siapa namamu?"


Isabella menjawab dengan lembut, "Salam, William. Aku Isabella."


Mereka mulai berbicara, dan tak lama kemudian, cinta mekar di antara mereka.Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama.Sejak saat itu,mereka sering berjalan-jalan bersama di hutan


Tahun-tahun berlalu, dan William dan Isabella semakin dekat. Mereka memutuskan untuk menikah dan membangun hidup bersama. Pernikahan mereka menjadi peristiwa besar di desa, dan orang-orang datang dari sekitar desa untuk merayakannya. Semua tampak bahagia, kecuali beberapa penduduk yang mulai curiga atas kekuatan luar biasa yang dimiliki Isabella.Kebahagiaan mereka semakin lengkap saat Isabella melahirkan dua anak laki-laki yang kembar tidak identik.


William dan Isabella tersenyum bahagia menyambut buah hati mereka."Aku akan memberi nama mereka Drako dan Dharon."


"Nama yang bagus.Aku yakin mereka akan sama sepertimu.Tampan dan selalu berbuat baik kepada siapapun," Isabella tersenyum memandang wajah suaminya.


"Lihat,matanya sangat mirip sepertimu," William menunjukkan Dharon kecil kepada Isabella."Sepertinya dia akan mewarisi kekuatanmu."


Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Suatu malam, seorang penduduk desa yang penuh prasangka mengetahui rahasia William dan Isabella. Dia menyaksikan Isabella menggunakan kekuatan naga untuk menyembuhkan luka seorang anak kecil yang terluka dalam kecelakaan. Terkejut dan ketakutan, dia bergegas memberitahukan teman-temannya.


Rumor tentang kekuatan naga Isabella dengan cepat menyebar di desa, dan penduduk desa mulai berbicara. Beberapa percaya bahwa kekuatan itu adalah anugerah, tetapi yang lain merasa takut dan cemburu. Mereka percaya bahwa William dan Isabella adalah ancaman bagi desa mereka.


Suatu hari, sekelompok penduduk desa yang marah menyerbu rumah William dan Isabella. Mereka membawa obor dan tali untuk mengikat pasangan itu. Isabella mencoba menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki niat jahat dan hanya ingin hidup damai, tetapi penduduk desa tidak mendengarkan.


William berdiri di depan Isabella, mencoba melindunginya. "Kalian tidak bisa melakukan ini!" serunya. "Kami adalah bagian dari desa ini juga."


Amukan penduduk desa semakin keras. Mereka mencabut tali dan mengikat Isabella, dan William juga diseret dan diikat. Mereka ditarik ke tengah desa, di mana kobaran api besar telah disiapkan.


Isabella menangis sambil memandang William. "Kita akan selalu bersama, sayang," bisiknya.


William tersenyum lemah. "Aku mencintaimu, Isabella."


Penduduk desa tersenyum puas dan kembali kerumah masing-masing,membiarkan kobaran api yang semakin besar,melahap pasangan yang yang tak bersalah itu.


Drako dan Dharon kecil menangis di dalam rumah menarik perhatian seorang kakek tua yang kebetulan lewat di desa itu.Saat akan mengetuk pintu rumah,kakek tua itu melihat dua bayi laki-laki yang menangis dibiarkan begitu saja.


Kakek tua itu masuk dan mencari-cari di mana pemilik tuan rumah.Karena tangisan Drako dan Dharon kecil semakin keras,kakek tua itu membawa mereka kegendongannya.


Ketika keluar dari rumah itu,sang kakek bertanya kepada beberapa penduduk desa yang sedang menceritakan sepasang kekasih yang dibakar oleh penduduk yang lain.


"Permisi,apa kalian tahu di mana pemilik rumah itu," sang kakek menunjuk ke rumah yang baru saja ia masukki.


Beberapa penduduk yang berkumpul mengarahkan pandangannya kearah yang ditunjuk sang kakek.Mereka saling melempar pandangan.


"Rumah itu dihuni oleh sepasang suami,istrinya memiliki kekuatan naga.Para penduduk khawatir jika kekuatan itu bisa membahayakan mereka," salah satu penduduk menjelaskan kepada sang kakek.


"Apa kakek adalah keluarganya?," salah satu penduduk yang lain bertanya.


"Ah,bukan aku hanya heran saja rumah itu kosong dengan pintu rumah yang terbuka," jelas kakek.Setelah mengatakan itu,ia pergi sebelum penduduk itu sadar dan bertanya tentang dua bayi laki-laki yang ada digendongannya


Drako dan Dharon yang melihat peristiwa kedua orangtuanya tidak menyangka.Mereka tidak pernah menyangka bahwa kedua orangtuanya dibakar hidup-hidup tanpa melakukan kesalahan apapun.


Tubuh Drako dan Dharon kembali ditarik pergi dari tempat itu.