Don'T Look At Someone From The Outside

Don'T Look At Someone From The Outside
part 29 ( end )



" Siapa lagi ini berondong, cadangan lu Mei apa lu Sar?" tanya Adhisti lagi, benar-benar dia sedang menggali tanah untuk kehancuran keluarganya sendiri


Rei yang memang sudah emosi mendengar ucapan Adhisti yang merendahkan kakanya, ingin sekali menampar mulut sampah itu. Namun di tahan oleh Mei


" Sudah biarkan.. cape ke kitanya ngeladenin gonggongan dia mah." ucap Mei yang membuat Adhisti semakin meradang. Saat ia mau membalas perkataan Mei, namun di potong oleh MC.


" Baiklah.. saat ini pengumuman mahasiswi terbaik di angkatannya dengan nilai IP tertinggi. Selain pintar, selama ini ia sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai mahasiswi beasiswa." ucap MC


" Siapa? jangan bilang itu si miskin ini. Dihh.. tidak mungkin " walau sebenarnya ia sudah mulai Was-was, begitu juga dengan Rega. Pasalnya selama ini Mei tidak pernah sedikitpun memperlihatkan bahwa ia adalah orang yang mampu.


" Langsung saja kita panggil langsung yang bersangkutan..... Eits, sebentar. Selain itu, di waktu ini juga kami mengumumkan pewaris tunggal keluarga Abifardzan. Dia adalah MEILA MEYLANI ALBIFARDZAN" ucapnya lagi, yang membuat semua kaget tidak menyangka. Para wisudawan dan para dosen shock, mereka masih merasa ini adalah mimpi.


Apalagi keluarga Adhisti dan Rega, mereka yang selalu menghina habis-habisan pada Mei. Sangat tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini di hina, di maki, di rendahkan adalah seorang pewaris tunggal keluarga Albifardzan.


Terutama kedua orangtua Adhisti dan ibunya Rega. Lutut mereka seolah tidak bertulang dan hampir jatuh bila tidak menahan tubuhnya dengan memegang meja dan kursi, sedangkan ayah Rega.... ia juga kaget sangat tidak menyangka, namun entah kenapa dari awal ia sudah merasa Mei bukan orang biasa.


Ayah Rega pun menghembuskan nafasnya pelan.


" Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa aku harus pasrah, karena kesalahan istri dan anakku... perusahaan ku terancam bangkrut." ucapnya lemah


" Terimakasih... saya sangat bersyukur menjadi mahasiswi terbaik di kampus saya sendiri, tanpa bantuan dari nama keluarga besar saya. Saya bangga dengan pencapaian saya sendiri. Walau sering mendapatkan hinaan dan cacian karena saya memilih menjadi orang miskin. Tidak membuat saya putus asa, namun sebaliknya, saya merasa tertantang. Dan... sekarang saya bisa melihat wajah-wajah orang yang sudah merendahkan saya. Ternyata sesuai ekspetasi saya."


" Sebenarnya saya bukan tipe pendendam, hanya saja. Mereka sudah sangat menjatuhkan harga diri saya dan adik-adik angkat saya. Saya tidak akan memaafkannya." ucap Mei santai namun tegas seraya matanya tak lepas memandang keluarga yang sudah merendahkan dia selama ini.


" Aaahhh... selamat mendapatkan status baru sayang." lanjut Mei dengan tersenyum smirk, ia pun turun. Karena harus mengganti bajunya untuk melangsungkan pertunangannya dengan Edrick.


Saat Mei sedang di dandani, di luar ramai dengan suara teriakan dari orang yang ia kenal. Dan ia pun sudah memprediksi hal ini akan terjadi.


" Biarkan mereka masuk." ucap Mei pada anak buahnya yang perempuan. Saat ini ia tengah mendapatkan sentuhan terakhir di wajahnya. Saat selesai, 2 keluarga yang sedang ia tunggu pun muncul.


" Ada apa? buka kah aku sudah pernah bilang ' walaupun kalian menangis darah, aku tidak akan memafkan kalian.' Kalian tidak lupa bukan? " ucap Mei mengingatkan.


" Kami mohon maaf atas perlakuan kami selama ini" ucap kedua orang tua Adhisti dan ibunya Rega. Namun tidak dengan ayah Rega, ia sudah tau akan seperti ini


" Hahaha... kalian pikir aku akan berbaik hati memafkan kalian. Ck... jangan menguji kesabaranku. Melihat kalian seperti ini justru membuatku merasa jijik. Maaf saya mau ganti baju, silahkan kalian keluar. Taukan pintu keluarnya? " ucap Mei


Mereka pun keluar tanpa mendapatkan hasil. Saat yang lain sudah keluar dan Roby ayah Rega yang terakhir keluar di tahan toleh Mei.


" Paman... maafkan aku, aku tau paman tidak seperti mereka. Paman tenang saja, aku tidak akan menyentuh perusahaan paman, namun aku meminta paman merahasiakan ini dari siapapun, terutama istri dan anak paman. Dan selama ini i perusaan paman sangat "bersih". Jadi biarkan mereka merasa dirinya jatuh miskin." ucap Mei tersenyum


" Terimakasih kak.. sekali lagi, maafkan paman dan keluarga paman." balas Roby dan ia pun berpamitan untuk kembali ke tempat acara.


Hal yang di tunggu-tunggu oleh semua orang, yaitu pertunangan dari 2 keluarga hebat. Yang kaya makin kaya. Akhirnya Mei dan Edrick pun menaiki panggung, mereka akan bertukar cincin, namun hal yang tak di sangka Mei terjadi. Hari pertunangan nya dengan Edrick, berubah.


Saat ini di atas panggung sudah ada penghulu dan syarat-syarat untuk menikah.


'Ap apa mungkin, ka Yash mengubah rencananya? ' gumam Mei dalam hati.


Edrick yang mengerti kebingungan Mei, pun menjelaskan semuanya.


Acara pun berlangsung khidmat, setelah Kata Sssaaaaahhhh bergema dengan keras di aula tersebut, membuat semua orang terharu, terutama para sahabat dan seluruh keluarga barunya. Ternyata pelayan yang Mei anggap keluarga baru pun turut hadir.


Hari ini adalah hari terbaik bagi Mei. Ia sangat bahagia dengan semua ini. Tangisnya tidak berhenti sesari tadi.


Para tamu pun bergantian mengucapkan selamat pada mereka. Pasangan ter WAAAWWW pokonya mah.


Sedang kan keluarga yang selalu menghinanya, kini merasa sangat menyesal. Namun nasi sudah menjadi berak.


Itulah akibat bila memandang orang lain hanya dari luarnya. Sikap sombong dan angkuh hanya akan menghancurkan diri kita sendiri.


TAAAAAAAMAAAAATTTTTT


Aaahhh... ini baju yang di pakai kedua mempelai pengantin


Gaun Mei



Setelan Edrick



#####################################


Alhamdulillah bereessssss, maaf kalo ternyata garing banget.


Pusing banget bikin cerita ini.


Maksud dari cerita ini,cuma buat kita buka mata


Karena ga semua kebahagian di nilai dari harta.


Ga munafik lah... semua butuh yang namanya duit, tapi realistis aja, cukup dengan apa yang kita punya... jangan pernah memaksakan, kao ujung-ujungnya ngutang sana-sini. Selalu memandang ke bawah, kita juga kalo jalan tanggah terus ya cape toh.


Terus kalo emang udah di takdirin punya rejeki lebih atau kaya, banyak duit. Jangan pernah memandang orang sebelah mata, inget.. harta ga bakal di bawa mati. Di atas langit masih ada langit.


Intinya semakin kita banyak bersyukur dan banyak bersedekah, InsyaAllah rejeki bakalan nambah terus.


Terimakasih sudah sudi membaca karya-karya aku teman.


Love..... love pokonya mah dari aku.


Jangan lupa mampir di karyaku yang lain.


Sekali lagi terimakasih.... πŸ•ΆπŸŒˆπŸŒˆπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°