
" Baiklah bi... lain kali kita sarapan bersama." ucap Mei. Bik Sum pun tersenyum dan pamit kembali ke dapur.
Mereka pun memulai sarapannya
" Ka... apa kalian jadi pindah rumah hari ini?" tanya Mei di sela-sela makannya.
" Mmm... " jawab Edrick seraya mengangguk
" Mungkin nanti siang, kenapa? " tanya Edrick
" Kalo kaka tidak sibuk, kita urus-urus sekolah Jesselyn dan Rei hari ini. Agar besok mereka bisa langsung mulai sekolah. " ucap Mei
" Boleh... setelah sarapan kita berangkat." ucap Edrick
" Rei... apa kamu akan tetapi memasang wajah dingin itu? Rasanya aku sedang berada di dalam freezer" celetuk Rea
Rei pun tersenyum
" Maaf ka... Rei akan coba berubah bila di dalam rumah." jawab Rei
" Rei.. kalian akan tinggal di sini atau ikut kami?" tanya Sarah
" Kalo ka Mei tidak keberatan, Rei ingin tinggal di sini." jawab Rei
" Tentu saja boleh... nanti kamu harus ikut latihan beladiri agar bisa melindungi diri. Nanti akan kaka ajari." ucap Mei
" Aku juga mau" ucap Rea, Tia dan Jesselyn bersamaan
Mei pun tersenyum.. " Tentu.. kalian juga boleh ikut. Kalian harus bisa beladiri, bukan untuk jadi jagoan dan menindas orang, tapi di jaman sekarang kalian harus bisa melindungi diri." ucapnya
Dan dia angguki oleh semua.
Akhirnya sarapan pun selesai dan mereka memulai aktivitas nya masing-masing.
Edrick, Mei, Jesselyn,Siena dan Rei mereka pergi ke sekolah tujuan mereka. Lebih tepatnya sekolah milik Mei.
Karena sekolah itu satu lingkup dari TK, SD, SMP sampai SMA. Jadi Mei dan Edrick tidak repot bolak balik. Mei mendaftarkan semuanya di satu tempat agar bisa saling melindungi. Lebih tepatnya agar anak buah Mei lebih mudah menjaga mereka.
Siena sangat bersemangat karena akan masuk sekolah dan mendapatkan teman baru.
" Kamu senang sayang? " tanya Mei, saat ini mereka masih di dalam mobil. Siena berada di pangkuan Mei dan duduk di depan bersama Edrick.
" Mmm" Siena mengangguk semangat
" Apa di sana banyak teman ka? Apa mereka mau berteman dengan Siena?" tanya Siena
" Tentu saja sayang, kenapa kamu bertanya seperti itu hmm? " tanya Mei
" Soalnya di tempat Siena dulu, tidak ada yang mau berteman dengan Siena. Mereka bilang Siena orang miskin, tidak pantas berteman dengan mereka. Apa di sini Siena juga akan di perlakukan sama ka? " tanya Siena polos.
Mei yang mendengarnya pun merasa miris dan sangat sakit hati.
" Tentu saja di sini tidak akan seperti itu sayang, karena Siena adiknya kaka dan Ka Edrick. Tidak ada dan tidak boleh ada yang memperlakukan Siena tidak baik. Kaka tidak akan membiarkan itu terjadi." ucap Mei lembut namun tegas.
' Cukup aku yang merasakan hal itu, tidak dengan kalian, aku akan memberitahukan identitas ku pada kepala yayasan' gumamnya dalam hati.
Lalu Mei pun menghubungi Alden,Mei meminta Alden menghubungi para petinggi di sekolah itu, agar mengadakan rapat di sekolah Mei sekarang juga. Sebentar lagi Mei akan sampai di sekolah tersebut.
Edrick yang mengerti bagaimana perasaan Mei pun, hanya diam dan mengusap sayang kepala Mei. Mei pun melihat ke arah Edrick dan tersenyum.
Tak lama mereka pun telah sampai. Mei meminta salah satu anak buah Mei menjaga Rei, Jesselyn dan Siena di kantin. Sedangkan Mei dan Edrick akan menghadiri rapat di sekolah tersebut.
tok.. tok...
" Assalamu'alaikum... " Salam Mei dan Edrick, mereka pun masuk ke dalam ruangan rapat.
" Nak Mei dan bukankah anda tuan Edrick.. ada apa gerangan kalian kemari? Maaf nak, kami akan mengadakan rapat." ucap salah satu guru yang masih mengenali Mei.
" Justru itu saya hadir di sini." ucap Mei yang membuat semuanya bingung.
Mei pun tersenyum
" Maaf.. mungkin ini membuat kalian semua bingung, namun saya akan memperkenalkan diri saya. Mungkin beberapa orang dari kalian, sudah mengenal dengan saya, karena saya dulu adalah anak beasiswa di sini. "
" Baiklah.. perkenalkan saya Meila Melani Albifardzan, pewaris tunggal keluarga Albifardzan dan pemilik sah sekolah ini." ucap Mei dengan lantang dan membuat semua terkejut bukan main. Semua pun serentak berdiri dan membungkukkan tubuhnya.
" Maafkan kami yang tidak mengenali anda nona" ucap semua serentak.
" Tidak apa-apa, saya memang sengaja menyembunyikan identitas saya. Dan saya minta kalian pun tetap menyembunyikan identitas saya, sampai saya sendiri yang membukanya."
" Sebenarnya di rapat ini, selain untuk memperkenalkan diri saya. Saya juga ingin mendaftarkan ketiga adik saya di sekolah ini. Tolong perlakukan mereka dengan baik, namun bersikaplah seperti biasa kepada mereka. Saya hanya tidak mau adik-adik saya merasa risih atau tertekan di sekolah ini. Saya tidak ingin ada pembullyan di sekolah ini, terutama pada adik saya."
" Saya juga tidak ingin ada perbedaan kasta di sekolah ini. Semua sama.. tidak ada istilah anak orang kaya atau anak orang miskin, perlakukan mereka secara adil jangan pilih kasih. Saya tidak ingin mendengar aduan apapun yang sampai di telinga saya, apalagi kalau saya mendengar ada guru yang menerima suap, untuk menganak emaskan salah satu murid. Bila saya sampai mendengar itu semua, makan bersiaplah untuk saya keluarkan dari sekolah ini dan tidak akan di Terima di sekolah manapun." jelas Mei
Ia pun menghubungi anak buahnya yang menjaga mereka bertiga, Mei meminta anak buahnya membawa mereka masuk ruangan rapat.
Tok.. tok.. " Nona"
" Masuk" ucap Mei
" Perkenalkan diri kalian" ucap Mei
" Saya Jesselyn Shreyansh, saya pindahan dari Jerman. Mohon bimbingannya." ucap Jess dengan tersenyum
" Saya Fremont Albifardzan, saya pindahan dari Jerman. Mohon bimbingannya. " ucapnya Rei dengan wajah datarnya.
" Saya Siena Albifardzan, saya juga pindahan dari Jerman. Mohon bimbingannya." celoteh Siena dengan semangat dan riang.
Ucap mereka bertiga,yaaa... Mei sudahh memasukkan Rei dan Siena di KK nya. Mereka sudah resmi menjadi adik angkat Mei, kekuatan uang adalah segalanya. Cukup menjentikkan jari, semua rrrebess.
" Perlakukan mereka sama dengan murid lainnya, jangan bocorkan identitas mereka. Bila mereka salah tegur saja, jangan sungkan. Namun bila kalian berani memarahi mereka tanpa sebab, maka bersiap-siaplah menuju ke kehancuran." ucap Mei tegas
" Baik nona" jawab semua serempak
Mei pun mengangguk dan tersenyum. Lalu mereka pamit untuk pulang, karena sekolah Rei, Jesselyn dan Siena di mulai besok.
" Kita langsung pulang ya... Ka Mei masih mengantuk." ucap Mei saat di perjalanan pulang
" Iya ka... kami juga masih mengantuk" jawab Siena
" Jam berapa kaka akan pindahan?" tanya Mei
" Barang kami semuanya sudah ada di rumah baru. Kami hanya tinggal membawa diri, jadi kaka hanya mengikuti intruksi dari nyobes" jawab Edrick yang membuat Mei tertawa.
" Baiklah ka... Mei ingin tidur terlebih dahulu. Nanti kalau kalian mau berangkat, jangan lupa bangunkan Mei." ucap Mei dan Edrick pun mengangguk.
Akhirnya mereka sampai di rumah. Siena terlihat terlelap dalam pangkuan Mei.
" Biar kaka yang gendong,tunggu sebentar." ucap Edrick, ia pun keluar dan memutar ke arah pintu Mei. Ia pun membukanya dan mengambil alih Siena.
Sedangkan Jesselyn dan Rei sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.
Edrick masuk ke salah satu kamar di sebelah kamar Mei. Mei takut bila kamar Siena di atas, ia akan jatuh saat naik turun tangga. Sedangkan kamar Rei berada di lantai 2.
Tadinya Selly menolak, ia meminta satu kamar saja dengan Siena, ia merasa tidak enak selalu merepotkan Mei , namun Mei menjelaskan bahwa Siena sudah cukup besar untuk tidur sendiri. Siena harus mulai belajar mandiri. Mau tidak mau akhirnya Selly pun setuju, namun dengan syarat ia meminta satu tempat dengan bik Sum di paviliun belakang. Rasanya sudah cukup terlalu banyak Mei memberi. Dan akhirnya Mei pun menyetujui permintaan Selly.
Jadi di rumah utama saat ini di tempati oleh Mei, Sari, Rei dan Siena. Terkadang 2 sahabatnya menginap dan mereka mempunyai kamar masing-masing.