Don'T Look At Someone From The Outside

Don'T Look At Someone From The Outside
part 25



" Ya udah.. ayo kita balik ke dalam. Mei dan Tia pasti udah nungguin." ucap Rea dan di angguki Alden


Mereka pun kembali masuk ke dalam gedung sambil bergandengan tangan.


" Waaaahhh... ada yang lepas status jomblo abadi nih Mei. Ternyata ka Alden hebat bisa meruntuhkan benteng besar di hati Rea." ucap Mei yang membuat semua tertawa.


Tak terasa acara pun selesai, dan mereka berlima pun kembali ke rumah. Sedangkan Alden tidak ikut ke rumah Mei.


Keesokan harinya, Mei dan Edrick pergi ke perusahaan Edrick. Saat mereka memasuki loby, banyak karyawan melihatnya, Edrick yang sedari turun dari mobil tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Mei, sehingga menjadi pusat perhatian.


" Itu pak Edrick bawa siapa? Cantik sih, cocok sama pak Edrick " Pegawai 1


" Cihhh... cocokkan gue kemana-mana. Liat aja pakaiannya cupu gitu." ucap cewe yang emang menyukai Edrick dari pertama ia masuk.


" Woyy.. melek makanya, bajunya memang terlihat sederhana, tapi itu baju bukan dari brand sembarangan." pegawai 2


" Palingan juga KW" jawabnya lagi


" Lu kalo mau ngehalu jangan ketinggian deh Lin, kalo ngebandingin cantik. Jelas cantik dia kemana-mana, dia tanpa make up aja udah keliatan cantiknya pake banget. Nah lu.. udah make up tebel tetep aja... " ucap temannya menggantung sembari tersenyum smirk.


" Maksud lu apa hah?! Kita liat aja nanti, pak Edrick pasti bakal bertekuk lutut ma gue." jawabnya PD seraya meninggalkan teman-temannya


" Cihhh... heran gue ma tu orang, ko bisa so kecantikan banget. Ga ngaca apa emang ga punya kaca sih di rumahnya? " pegawai 1


" Mang kenapa sih lu kayanya kepo banget ma urusan tu cewe.?" pegawai 2


" Lu ga katarak kan? Lu ga liat itu bibir udah bimoli, make up juga... Astaghfirullah. Buka gue julid, cuma ya ga bisa aja kalo ga gibahin dia... hahahah" pegawai 1


" Apaan tuh bimoli?" tanya pegawai 3


" BIBIR MONYONG LIMA SENTI" pecahlah tawa mereka, namun langsung berhenti saat mereka sadar sedang di pelototi oleh aspri Edrick yang bernama Elliot.


Mereka pun langsung menunduk dan membubarkan diri.


Saat ini Edrick dan Mei sudah berada di ruangan Edrick.


" Kamu tunggu aku sebentar ya yang? Ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani, setelah ia ingin kita ke butik untuk mencari baju tunangan kita." ucap Edrick dan di angguki Mei.


Saat Mei sedang duduk, terdengar suara pintu di ketuk. Ia pun masuk saat Edrick memperbolehkannya masuk. Saat masuk Mei mengangkat sebelah alisnya. Dia ingin tertawa tapi takut dosa... wkwkwkwk


Sedangkan orang yang di persilahkan masuk, menatap Mei dengan tatapan tidak suka.


" Ada apa?" tanya Edrick datar, ia tidak suka cara melihat perempuan itu menatap kekasihnya seperti ingin melahapnya.


" Ma maaf pak... saya bawa berkas dari bagian adm. gudang untuk di serahkan pada bapak." ucapnya dengan suara menggoda.


uweekk


Ekspresi Mei yang pura-pura ingin muntah. Mana mungkin ia cemburu dengan modelan cewe kaya gitu. hahah


Ya ternyata yang masuk adalah perempuan yang PD berbicara di loby tadi. Linda...


" Ya sudah... simpan dan segera kamu keluar dari ruangan ini." ucapnya tak terbantahkan


" Ba baik Pak" jawab Linda dengan mengepalkan tangannya menahan emosi, saat ia melihat Mei.. ia semakin emosi. Karena Mei menjulurkan lidahnya sedikit dengan ekspresi mengejeknya.


' Brengsek' gumamnya dalam hati, Linda pun berlalu keluar. Saat pintu sudah tertutup, pecahlah tawa Mei. Sehingga membuat Edrick kebingungan


" Kaka ga liat kalo wanita tadi marah padaku? Ia cemburu melihatku ada di sini. Dan.. yang membuat aku tertawa, make up nya ya ampuuuunnn. Itu warna muka ma lehernya jelas banget belangnya. hahahah" jawab Mei yang belum berhenti tertawa sesari tadi. Edrick hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Mei yang mulai bosan pun, memilih untuk jalan-jalan berkeliling perusahaan. Setelah mendapat ijin dari Edrick, ia langsung berlalu keluar. Sekarang ia berada di lantai 1,saat ia ingin ke taman yang ada di sisi kiri perusahaan, tiba-tiba ada yang menarik lengannya dan membawa ia ke toilet. Mei hanya mengikutinya, karena saat ia lihat dari setelan bajunya, ia tau itu siapa?


Dan ternyata ada salah satu teman Linda yang melihatnya, yoyoy... ternyata orang itu adalah Linda. Temannya langsung berlari ke ruangan Edrick, tanpa memgetuk pintu ia pun membuka pintu ruangan itu. Sehingga membuat Edrick tersentak kaget.


" Apa yang kamu la... " bentak Edrick yang terpotong karena ucapan orang itu.


" Maaf Pak, namun ini darurat. Wanita yang bersama bapak tadi, di tarik dan di bawa pergi oleh Linda." ucap pegawai itu dengan nafas tersengal karena lelah berlari.


" Appa?! Bahaya" ucap Edrick


" Benar pak.. ini bahaya, saya takut Linda akan berbuat sesuatu pada kekasih bapak." jawab pegawai itu yang mengikuti Edrick dari belakang. Saat ia akan memasuki lift ia berpapasan dengan Elliot, ia yang melihat wajah panik Edrick pun mengikuti Edrick.


" Bukan kekasihku yang aku khawatirkan, justru wanita yang membawa kekasihku." ucap Edrick


" Ehh.. " bingung pegawai itu. Saat ingin bertanya, pintu lift terbuka.


" Kemana ia membawa kekasihku? " tanya Edrick


" Ke toilet, di belakang pak" jawab pegawai itu dan Edrick segera ke sana dengan berjalan cepat. Ia takut Mei akan melakukan sesuatu pada Linda dan membuatnya harus kesulitan dengan pihak berwajib.


Sedangkan di toilet


Orang itu pun langsung mendorongnya masuk. Mei hanya memutar malas bola matanya.


" Kamu... jauhi pak Edrick, dia hanya milikku." ucap Linda


" Pft... hahahahahahahaha" Mei tertawa dengan perkataan Linda


" Kenapa kamu malah tertawa hah?" bentak Linda


" Kalau kamu tidak mau pergi, aku akan pastikan hidupmu tidak akan tenang." ucap Linda lagi


Mei yang mendengar nya pun langsung menghentikan tawanya. Wajahnya berubah dengan wajah devilnya, ia pun melangkah maju mendekati Linda. Linda yang menyadari perubahan raut wajah Mei pun beringsut mundur, ia mulai merinding dengan aura yang di keluarkan Mei.


" Memang... apa yang akan kamu lakukan padaku? hmm? Kamu pikir aku akan takut dengan ancamanmu?" ucap Mei seraya terus melangkahkan kakinya mendekati Linda. Dan Linda terus mundur


" A apa yang akan kamu lakukan?" tanya Li da tergagap


" Memang apa yang akan aku lakukan? Bukankah kamu yang akan melakukan sesuatu padaku? Kenapa jadi kamu yang takut?" tanya Mei dengan senyum smirk nya.


" Ja jangan Macam-macam kamu, kamu tidak tau berhadapan dengan siapa hah?! Kakakku adalah sorang mafia dan dia akan menghancurkanmu." jawab Linda yang kembali berani.


Sedangkan Mei berhenti dan mengangkat sebelah bibirnya.


" Kamu takutkan? Jadi sebaiknya sebelum aku meminta kakakku melakukan sesuatu padamu, kamu harus menjauhi Edrick." ucap Linda dengan pongahnya.


" Hahahaha... kamu pikir aku akan menangis mendengar ucapanmu? Jangan aku mohon... kamu pikir aku akan mengatakan itu? cih.. " ucap Mei


Linda yang sudah mulai kesal, ia pun mengangkat tangan dan ingin menampar Mei. Namun Mei menahannya dan memelintir tangan Linda ke belakang tubuhnya. Lalu ia dorong ke arah wastafel dan membenamkan kepalanya ke wastafel, Mei pun menyalakan air kerannya. Sehingga membuat Linda kelabakan.


Braaakkkk..