Don'T Look At Someone From The Outside

Don'T Look At Someone From The Outside
part 23



Jadi di rumah utama saat ini di tempati oleh Mei, Sari, Rei dan Siena. Terkadang 2 sahabatnya menginap dan mereka mempunyai kamar masing-masing.


Dan Mei pun membebaskan hewan peliharaannya bermain. Walau Mei sudah membuatkan hutan buatan di belakang g rumah. Namun Mei tidak mengekang mereka. Jadi mereka di perbolehkan masuk ke rumah. Awalnya para pelayan takut, namun lama kelamaan sudah terbiasa.


Jadi bisa kalian bayangkan seluas apa rumah Mei.


ckckck


Karena peliharaan Mei selalu di beri makan tepat waktu dan Mei mengajarkan pada hewan peliharaannya agar tidak menyerang orang rumah. Hewan itu pun seperti mengerti apa yang di perintah oleh Mei.


Ga usah komen, aku tau sejinak-jinaknya hewan buas, mereka tetaplah hewan buas. Insting liar mereka tidak akan pernah hilang. Namun kembali lagi... ini adalah dunia halu🤭🤭



Ini adalah Max dan Ruth, sepasang serigala putih. Mei menemukan mereka saat ia berpetualang di Amerika Utara.


Mei memang sangat senang berpetualang, 3 tahun lalu ia tidak sengaja menyelamatkan mereka dari para pemburu saat ia ke hutan mencari tanaman langka. Serigala ini terjebak jaring para pemburu dan kaki mereka pun terluka. Beruntung saat itu para pemburu belum ada yang datang, jadi Mei meminta anak buahnya melepaskan Serigala ini.



Dan perkenalkan ini adalah Winnie.


Mei menyelamatkannya dari kebakaran hutan di Amerika Utara juga 4 tahun yang lalu.



Kalian kenal dong sama si White, ini dia si bungsušŸ˜…


Sebenarnya mereka adalah hewan-hewan yang pengen banget jadi peliharaan aku. Aku suka merekaā¤ā¤


Dan hebatnya mereka tidak pernah berantem loh, mereka akuurrrr. hihi


Kembali ke cerita...


Mei pun masuk kamar dan segera merebahkan tubuhnya, entah karena cape dan masih mengantuk, ia pun terlelap tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Sedangkan Rea dan Tia mereka sibuk dengan acara akbar yang akan di adakan oleh Mei. Sari masih kuliah.


Tak terasa hari ini adalah hari pertunangan Adhisti dan Rega.


Saat ini Mei, Edrick, Rea,Tia, Sari, Jesselyn dan Rei mereka sedang berkumpul di ruang tengah rumah Mei. Sedangkan Siena sedang bersama Selly di paviliun belakang.


" Jadi gimana rencana malam ini? Apa yang akan kamu lakukan Mei?"tanya Rea


" Hmmm?? memang apa yang akan aku lakukan? Aku cukup datang ke sana bersama Edrick, itu saja akan membuat Adhisti kebakaran jenggot. hahaha" ucap Mei santai seraya menyeruput minumannya dan ucapannya di setujui oleh Rea dan Tia.


" Apa kalian akan ikut? " tanya Tia pada Jesselyn dan Rei.


" Aku di rumah aja ka, ini acara kalian. Lebih baik aku belajar saja atau bermain game." jawab Rei


" Aku juga di sini saja, aku akan bermain dengan Siena dan nonton drakor. Aku boleh menginapkan ka?" tanya Jesselyn pada Mei


Mei pun mengangguk


" Tentu saja boleh..." jawab Mei


" Apa kalian sudah menyiapkan gaunnya?" tanya Mei


" Tentu saja sudah, kami juga ikut gitu terlihat cetar membahana dari yang punya acara." jawab Rea sambil tertawa.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7,setelah shalat isa. Mereka semua pun bersiap.



Ini adalah gaun yang di pakai Mei



Ini gaun Rea



Ini gaun Tia



" Kalian memang cantik, tapi tetap Mei ku yang paling cantik." ucap Edrick tersenyum dan Mei pun membalasnya dengan senyuman.


"Cih... dasar bucin" ucap Rea kesal


Sedangkan Tia hanya terkikik kecil.


" Sudahlah ayo kita berangkat, acara sudah mau di mulai. Kita lihat bagaimana wajah wanita angkuh itu saat melihat kedatangan Mei" ucapanya


" Apa kita perlu merekamnya? Aku yakin wajahnya pasti akan merah... merah marah🤣🤣🤣" ucap Rea seraya tertawa dan yang lain hanya menggeleng kepala mendengar ucapannya


" Baiklah.. kita akan satu mobil saja, biar aku yang menyetir" ucap Edrick, Mei dan yang lain pun mengangguk.


Mereka pun sampai di hotel tempat acara berlangsung. Saat turun Rea mengangkat satu alisnya.


" Kenapa kamu Rea? " tanya Tia


" Bukankah ini hotel milik... " belum selesai ia menjawab.


" Ya hotel ini milikku, ayo masuk." ajak Edrick seraya merangkul pinggang Mei dan di ikuti Rea dan Tia dari belakang.


Keramaian pesta mendadak berubah menjadi hening, saat melihat mereka berempat masuk. Mereka menjadi pusat perhatian, sebenarnya Edrick dan Mei yang menjadi pusat perhatian para tamu. Adhisti yang juga melihatnya, ia mengepalkan tangannya.


' Kenapa gadis miskin itu bisa datang dengan tuan Edrick? ' tanya Adhisti dalam hati dan benar saja Rea merekam kejadian ini. Ia terus menahan tawanya.


" Benar-benar ya wanita itu. Lihat wajahnya Ti.... Sepertinya kalo dalam komik, tubuh si Adhisti sudah mengeluarkan api🤭🤭. " ucap Rea menahan tawanya.


Tia pun beralih pandangannya menatap Adhisti dan ia pun sama menahan tawa.


" Sayang... kita akan kemana dulu? Aku malas kalo harus di dekati para penjilat itu. Kamu tidak boleh jauh dariku." ucap Edrick


" Hihi.. bukankah seharusnya senang, mereka pasti akan mendekati kaka dan ingin menjodohkan kaka dengan putri mereka. Secara kaka pria tampan dan mapan, siapa yang tidak mau menjadikan kaka menantunya." ucap Mei terkikik


" Ck.. " Edrick pun berdecak malas.


" Dari dulu sampai sekarang, bahkan sampai nanti. Aku tidak akan melirik wanita manapun selain kamu. Jadi awas saja kalo kamu berani dekat dengan pria lain. Lihat mantanmu.. melihatmu tanpa berkedip. Menyebalkan" ucap Edrick


" Kaka... jangan mulai. Sama dengan apa yang kaka katakan, dari dulu sampai sekarang dan bahkan sampai nanti.. hati ini akan selalu menjadi milikmu dan hanya tertulis namamu. Jangan ragukan aku ka. " jawab Mei seraya mengusap pipi Edrick dan menciumnya dan Edrick pun tersenyum bahagia karena perlakuan Mei.


Senyum yang tak pernah nampak, saat Edrick di depan umum.


Hebohlah ruangan itu, karena melihat adegan uwu di hadapan mereka. Sehingga membuat para tamu bertanya-tanya, siapa gerangan wanita yang dapat meruntuhkan Gunung es itu.


" Siapa gadis itu, sangat cantik. Ia cocok dengan tuan Edrick."


" Beruntung sekali gadis itu, bisa meruntuhkan Gunung es tuan Edrick."


" Seandainya itu aku"


" Sehebat apa gadis itu, masih cantik aku kemana-mana "


" Ada kaca ga? ke toilet sana... "


" Untuk apa?"


" Ngaca... buat nyadarin diri kamu"


Dan banyak lagi ucapan-ucapan pujian dan cacian yang terlontar. Namun mereka tidak peduli, sedangkan Rea dan Tia.. mereka sudah berpisah dengan Edrick dan Mei.


" Selamat malam tuan Edrick " sapa salah satu tamu


Edrick pun tidak menjawabnya, ia hanya berdehem dan tidak mengalihkan pandangannya dan rangkulannya dari Mei. Mei hanya menggelengkan kepalanya.


' Kumat' gumam Mei pelan namun masih terdengar oleh Edrick dan ia pun mendapat pelototan. Mei yang merasa di tatap tajam pun hanya memandang Edrick dan tersenyum pepsodent.


" Maaf tuan, sepertinya Tunanganku sedang tidak ingin di ganggu." ucap Mei lembut


Tamu tersebut yang mendengar ucapan Mei, mengatakan tunangannya kaget. Ia pun tersenyum kaku dan segera berpamitan.


" Yang...