
" Aww... menangis juga butuh tenaga ka." jawab asal Sari dan mereka pun tertawa
" Ya sudah kaka ke kamar dulu ya, rasanya badan ini sangat lelah." ucap Mei, Sari pun mengiyakan
H-2
" Semua persiapan sudah ok, tinggal eksekusi di TKP." canda Rea
" Kalian sudah mempersiapkan gaunnya? " tanya Mei
" Belum, ayo kita ke butik" jawab Tia
" Cuuuusssss" ucap Rea semangat
" Ayo Sari... ajak Rei dan Siena, kaka mau menghubungi Jesselyn." ucap Mei
Sari pun berlalu ke kamar Rei dan Siena untuk memanggil mereka. Setelah selesai menghubungi Mei 15 menit kemudian, Jesselyn pun tiba di rumah Mei.
" Kakakmu belum pulang?" tanya Mei pada Jesselyn
" Belum ka.. akhir-akhir ini kaka selalu pulang malam. Ia bilang ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum hari pertunangan tiba." jawab Jesselyn
Mei pun mengangguk, mereka pun berangkat ke butik menggunakan 3 mobil.
Rea dengan Jesselyn
Tia dengan Sari
Mei dengan Rei dan Siena
Hanya membutuhkan waktu 30 menit, mereka pun sampai ke butik ibunya Tia.
" Assalamu'alaikum... mama dimana Mel?" tanya Tia pada salah satu pegawai ibunya.
" Wa'alaikumsalam.. ah, nona selamat datang. Nyonya tadi pergi menemui kliennya di kafe tidak jauh dari sini nona." jawabnya
" Baiklah.. tolong layani teman-temanku, ada yang harus aku ambil di ruangan mama." ucap Tia seraya berlalu pergi
" Baik nona"
" Apa kamu sudah mendapatkan gaun Mei?" tanya Rea
" Kamu ini, tentu saja sudah dari jauh-jauh hari. Kami pun memesan di sini. Dan bajunya pun sudah ada di rumah." jawab Mei
" Ka... bagaimana dengan baju ini, apa cocok untukku?" tanya Jesselyn seraya menunjukkan gaun berwarna coklat susu.
" Menurut kaka, bajumu warnanya di samakan dengan yang lain."
" Iyakah?"
" Mmm" jawab Mei mengangguk
Akhirnya mereka sibuk mencari pakaian yang akan di pakai di acara nanti.
REI semakin tampan saat mengenakan jas yang ia coba. Siena yang lucu dengan gaun birunya, kedua sahabatnya pun sudah mendapatkan gaun yang mereka pilih, begitupun dengan Sari.
" Kita ke mall dulu ya, kita jalan-jalan dulu lah. Kayanya udah lama kita ga keluar bareng." saran Rea
" Boleh juga... cuss lah" jawab Tia
Yang lain hanya mengangguk setuju.
Mereka pun pergi ke mall. Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun tiba di pelataran mall. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka lanjut masuk ke dalam.
Rencananya mau makan, nonton, cuci mata sambil nyari bahan untuk BBQ nanti malam.
Mei tetiba ingin mengadakan bakar-bakaran, pengen bakar rumah Adhisti. Tapi ya jangan atuh... 🤣🤣
"Jadi ngapain dulu nih?" tanya Tia
" Makan ka.. Siena lapar." jawabnya
" Ya ampuuunnn.... Princess Sie lapar? Oke.. sekarang kita let's Go cari tempat makan. Sie mau makan apa?" tanya Rea
" Mmmmm..... Siena ingin makan nasi rendang." jawabnya berbinar
" Siena kuat makan pedas?" tanya Mei
" Mmm" jawabnya seraya mengangguk cepat.
" REI.. ada yang kamu inginkan? "tanya Mei
" REI ikut aja ka" jawab REI
" Baiklah.. kita menuju stand nasi padang. " ucap Sari semangat
" Girang amat Sar? " tanya Rea
" Nasi padang itu apa ka?" tanya Jesselyn
" Kamu belum pernah mencobanya? " tanya Mei
Jesselyn pun menggelengkan kepalanya
" Begini saja, nanti Jesselyn nyobain punya kaka. Kalo kata Jess enak, Jess bisa pesan. Bila sebaliknya nanti kaka antar cari makan yang lain." jawab Mei
Mereka pun akhirnya menemukan tempat yang di mau mereka.
REI, Siena , Sari dan Mei memesan nasi rendang. Sedangkan Rea dan Tia memesan nasi dan ayam bakar padang.
Setelah 30 menit menunggu, akhirnya pesanan pi datang.
" Cobalah Jess " titah Mei, dan Jesselyn pun menurut. Jesselyn celingukan mencari sendok.
" Apa yang kamu cari Jess?" tanya Sari
" Sendok dan garpu ka. " jawabnya polos
Semua pu serentak tertawa.
" Jess.. makan nasi padang itu, lebih nikmat kalo kita makan pake tangan. Liat kaya gini" ucap Rea, dan Jesselyn pun mengangguk.
Saat Jesselyn memakan suapan pertama, ia membulatkan matanya. Rasa bumbu yang.. ahhh mantap (jadi kepingin 😢). Membuat Jesselyn kembali menyuapkan makanan itu.
Yang lain hanya menggeleng, siapa yang bisa nolak nasi padang.
Mei pun kembali memesan satu porsi. Mereka pun makan dengan tenang, karena menikmatinya.
Setelah selesai mereka pun lanjut nonton, setelahnya langsung belanja keperluan BBQ. Eits... ga lupa cemilan.
Setelah semua terlaksana mereka pun kembali ke rumah.
Setelah makan malam dan shalat isa, mereka menjalankan niatnya di taman belakang. Semua berkumpul, Edrick yang baru pulang pun langsung menyusul ke taman belakang, karena semua keluarganya ada di sana.
" Wihhh.. ga ngajak-ngajak. " Ucapnya, yang ternyata ia tak sendiri. Ada Alden dan Elliot di belakangnya.
Mereka bergabung dan memulai acara bakar... bakar.... hehe.
Tak terasa hari ini adalah hari yang di tunggu Mei. Semua bersiap menuju tempat acara. Saat mereka sampai, ternyata sudah penuh dengan tamu undangan.
" Katanya wisuda sekarang, sekalian mengumumkan dan meresmikan pewaris tunggal keluarga Albifardan."
" Benar... aku penasaran seperti apa pewaris tunggal tersebut."
" Aku harus bisa mendekatinya." ucap Adhisti
Pintu aula pun terbuka dan muncullah rombongan Mei.
Ini adalah kebaya yang dipakai oleh Mei dan berpasangan dengan Edrick
Yang lain langsung mengenakan gaunnya, walaupun Rea dan Tia pun sama-sama wisuda.
Baju Rea
Baju Tia
Baju Sari
Baju Jesselyn
Baju Siena
Baju Rei
Abaikan Warna kulit😅
Acara pun sudah di mulai sedari tadi, namun Mei dan yang lain sengaja datang terlambat. Karena malas menunggu.
Edrick menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menyapa para koleganya. Begitupun Rea dan Tia, mereka menghampiri kedua orang tuanya
Jangan lupakan para asisten ya... ðŸ¤
Saat ini Mei di temani Sari, Siena dan Rei . Tetiba datang pasangan racun mendekati mereka.
" Wiiihhh... Anak-anak miskin boleh juga nih selera bajunya. Sariii... mana sugar daddy mu? Mei kamu ga malu datang berpasangan dengan tuan muda? Seharusnya kamu berkaca dan tau diri, siapa kamu bisa berdampingan dengan orang terkaya kedua se dunia."hina Adhisti
" Oya... buat apa aku malu, kalo aku pake baju, terus ngapain malu berdampingan dengan ka Edrick? Dia aja ga keberatan bawa aku, ko jadi kamu yang kepanasan." jawab Mei
" Tentu saja seharusnya kamu malu, yang pantas dengan tuan muda itu yang memiliki status dari kalangan atas. Minimal kaya gue." ucapnya yang mulai tersulut emosi, sampai tanpa sadar mengatakan hal yang membuat Rega melotot
" Ma maksudku, minimal yang kekayaannya sama dengan ku sayang." kilahnya
" Siapa lagi ini berondong, cadangan lu Mei apa lu Sar?" tanya Adhisti lagi, benar-benar dia sedang menggali tanah untuk kehancuran keluarganya sendiri