
[Membuka Gift Box…]
[Selamat! Anda mendapatkan Jaket anti maling!]
[Selamat! Anda mendapatkan keahlian Pembalap!]
[Membuka Special Gift Box…]
[Selamat! Anda mendapatkan Anjing Ajaib!]
[Selamat! Anda mendapatkan keahlian Membunuh!]
[Selamat! Anda mendapatkan Kemampuan Tidak Dapat Merasakan Sakit!]
Setelah mendapat semua hadiah dari Gift Box, beberapa ingatan memasuki otak Zen, dan saat mendapat ingatan tentang membunuh, tubuh Zen sedikit merinding.
'Apa ini?! Keahlian Pembalap masih bisa aku terima, tapi apa-apaan dengan keahlian membunuh, apalagi itu jaket anti maling dan Anjing Ajaib?!' teriak Zen dalam batin.
[Jaket anti maling adalah jaket yang hanya bisa dipakai oleh pemiliknya, jadi jaket itu tidak bisa dipakai oleh orang lain, jika ada yang mencurinya maka jaket itu akan langsung datang kepada Anda dengan sendirinya, warna dan bentuknya juga bisa diubah sesuai selera pemakainya]
'Itu sedikit seram, lalu apa itu Anjing Ajaib?'
[Anjing Ajaib, seperti namanya, Anjing ini berbeda dari anjing biasanya karena memiliki kepintaran setara dengan manusia, dia juga bisa berbicara dan merubah tubuhnya menjadi kecil atau besar sesuai keinginan Tuannya]
'Lalu Kemampuan Tidak Dapat Merasakan Sakit?'
[Itu adalah kemampuan di mana Anda tidak dapat merasakan sakit walaupun terluka, tapi Anda tetap bisa merasa pusing jika terbentur]
"Woah! Mantap!" gumam Zen.
Zen kemudian turun dari ranjang pasien sambil mencabut selang infus yang terpasang di tangannya, dan mengganti bajunya dari baju pasien rumah sakit menjadi memakai kaos hitam dan celana hitam, jangan lupakan jaket anti maling yang digunakan, untung saja di ruangannya itu ada tas yang berisi baju milik Zen.
Jaket anti maling itu Zen rubah, yang sebelumnya berwarna transparan menjadi hitam, dan menutup kepalanya dengan tudung jaket itu.
[Tuan, apa Anda yakin akan pergi? Tapi saat ini kita ada di lantai 2!]
'Hehe~ aku tau cara turun dengan selamat dari ingatan yang ku dapatkan dari keahlian membunuh, tenang saja'
Zen mengambil tas itu dan memakainya dipunggung, perlahan membuka jendela, dan turun dari lantai 2 itu.
Saat sudah turun dengan selamat, Zen berlari ke rumahnya? Atau rumah keluarga angkatnya?
Butuh satu jam untuk ke sana dengan berlari.
Zen sesekali berhenti karena lelah.
"Huft! Akhirnya sampai juga, aku sangat lelah karena berlari sampai sini" gumam Zen sambil mengatur napasnya.
Setelah napasnya mulai teratur, Zen melihat ke arah Mansion yang besar, walaupun tak sebesar Mansion miliknya dulu, mungkin Mansion ini besarnya hanya sepertiga dari besar Mansion yang dia miliki dulu.
Melihat sekitar, Zen kemudian melihat celah di pagar, dan langsung masuk ke celah itu agar bisa masuk ke dalam Mansion.
Zen juga sebisa mungkin menghindari CCTV yang terpasang di setiap sudut Mansion.
Setelah berhasil melewatinya, Zen masuk ke dalam Mansion dengan memanjat tembok, untung saja kamarnya berada di ujung dan jendelanya langsung mengarah keluar Mansion, jadi Zen langsung memanjat tembok untuk ke kamarnya yang berada di lantai 3.
Setelah masuk ke kamarnya, Zen membereskan barang-barangnya.
Melepas tas yang dia pakai, dan mengeluarkan isi dari tas itu, setelah itu Zen mengambil tas yang sedikit lebih besar.
Memasukkan beberapa baju miliknya, tidak lupa juga semua alat elektronik miliknya seperti smartphone, Laptop, dan Notebook.
Mana mungkin Zen melupakan semua itu karena dalam ingatan Zen asli, dia merancang Laptop itu sendiri dan lagi Laptop itu ribuan kali lebih bagus dibanding dengan Laptop pada umumnya.
Zen kemudian membuka laci lemari, di sana terlihat 3 kartu ATM, 1 adalah uang yang diberikan oleh keluarga angkatnya, dan 2 lagi adalah kartu milik Zen, 1 kartu berisi hasil dari pekerjaan Zen dimana dia bermain pasar saham, bahkan di dalamnya terdapat lebih dari 300 milyar, dan 1 lagi adalah Black Card tanpa limit.
'Wow! Gila! Anak sekecil ini bisa menghasilkan uang banyak, ck ck, keluarga ini benar-benar menelantarkan anak yang bisa menghasilkan uang ratusan milyar dalam beberapa bulan, mereka benar-benar rugi, untung saja mereka hanya keluarga angkat saja' batin Zen.
Zen membawa 2 kartu ATM miliknya, sedangkan yang 1 lagi dia simpan, lagian itu dari keluarga angkatnya, dan di dalamnya hanya ada beberapa puluh juta saja.
Dan jika dia menggunakan kartu itu, niat Zen yang ingin kabur dari keluarganya bisa dilacak dari penggunaan kartu itu.
'Beres! Ayo kita kabur!' teriak Zen dalam batinnya.
Zen langsung memakai tas yang berisi barang-barangnya, dan kembali keluar dari jendela.
Tapi Zen tak sengaja menyenggol gelas yang ada di meja, membuat gelas itu jatuh dan pecah.
'Ups! gak sengaja'
Zen mempercepat gerakannya, dan saat sudah dekat dengan tanah, Zen melompat tanpa ragu.
Saat itu juga bertepatan dengan orang-orang di rumah itu terbangun dan mengecek ke kamar Zen.
Zen langsung buru-buru keluar dari Mansion dan lari secepat mungkin menjauhi Mansion itu.
"Akhirnya bebas!" teriak Zen tidak terlalu keras karena masih gelap.
"Kalau tak salah, Zen mempunyai perusahaan game yang cukup besar di dekat sini, juga memiliki pertanian, perkebunan, dan peternakan yang ada di beberapa daerah, tapi semua itu ada di pedesaan" gumam Zen.
'Jika pertanian dan perkebunan aku masih bisa memakluminya, tapi kenapa harus peternakan, aku tau jika anak ini menyukai hewan, tapi tidak sampai membeli dan mengelola peternakan juga' batin Zen sweetdrop.
"Sudahlah, lagipula semua itu juga dikelola oleh pegawai, tugasku hanyalah mengawasi agar semuanya berjalan lancar dan tidak ada kerugian yang diterima" gumam Zen.
Zen memutuskan untuk pergi ke perusahaan game miliknya.
Menyalakan lampu, Zen melihat ruangan kantor miliknya di hiasi oleh barang-barang berwarna hitam, biru, dan merah.
"Kenapa harus warna gelap?" gumam Zen.
Zen membuka gorden yang menutupi kaca ruangannya itu, kemudian mengambil kursi bos dan duduk di sana.
Entah kenapa hatinya terasa lega ketika melihat pemandangan dari sana.
Pemandangan kota saat malam hari, di mana dihiasi oleh lampu yang menyala terang.
"Mungkin, kehidupan kali ini tidak buruk juga" gumam Zen.
Kemudian membalikkan kursinya mengarah ke mejanya.
Mengeluarkan laptop dan langsung sibuk dengan laptop itu.
Di laptop itu terlihat berbagai angka, huruf, dan garis.
Zen saat ini sedang melihat pasar saham, dia ingin bermain-main sedikit di sana, dan mungkin juga akan membuat sedikit kekacauan.
Zen langsung membeli beberapa saham yang berpotensi untuk memberinya keuntungan.
Menunggu beberapa saat, saat angka dan garis mencapai diketinggian, Zen langsung menjualnya sebelum kurva saham turun.
Dalam sekali jalan, Zen sudah menghasilkan puluhan juta.
"Ini sangat menyenangkan" gumam Zen dengan seringaian terpasang di bibirnya.
Setelah beberapa jam bermain dengan pasar saham, Zen berhenti setelah menghasilkan beberapa ratus juta, dan saat itu juga di pasar saham terjadi keributan karena tidak sedikit dari mereka yang juga berinvestasi di sana mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Nama Little White juga berada di jajaran akun yang menghasilkan uang paling banyak dalam beberapa jam saja, dan nama itu menjadi terkenal di beberapa perusahaan besar, sedangkan Zen yang adalah pemilik akun Little White sedang tertidur pulas di sofa ruang kerjanya itu, Zen tidur tepat saat jam menunjukkan pukul 6 pagi.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...________________________...
...≈STATUS≈...
...Nama : Zena Abighail Vynes...
...Umur : 10 tahun...
...Gender : Perempuan...
...Profesi : Hacker, Pengusaha Muda...
...Kecantikan : 10/100...
...Ketampanan : 25/100...
...Keimutan : 20/100...
...Kepintaran : 90/100...
...Kesehatan : 50/100...
...Kekuatan : 40/200...
...Kecepatan : 25/200...
...Ketahanan : 50/500...
...Keahlian : Memasak, Akting, Pemrograman, beladiri, Pembalap, Membunuh...
...Kemampuan : Tidak Dapat Merasakan Sakit...
...Inventory : Anjing Ajaib...
...≈≈≈★≈≈≈...
...Status Zen saat ini...
...Inventory sistem bisa digunakan untuk menyimpan barang atau makhluk hidup, Zen tidak menyimpan barangnya karena tidak tahu jika sistem ada fitur Inventory, dan sistemnya juga tidak memberitahu Zen tentang Inventory....