
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...MEMBUKA FITUR BARU SISTEM...
... ...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
Zen yang melihat hologram muncul di depannya langsung menekan Yes.
[Fitur Family dan Pet berhasil dibuka]
'Bisa kau jelaskan kegunaan keduanya?'
[Family, seperti artinya, keluarga. Fitur ini bisa mengetahui siapa keluarga yang Tuan miliki, atau seseorang yang ingin Tuan tambahkan sebagai keluarga. Teman atau orang terdekat juga bisa ditambahkan menjadi keluarga Anda, dan lagi... Family akan menampilkan seberapa besar mereka menyukai, mencintai, menyayangi, atau membenci Anda]
'Ho~ dengan ini aku bisa mengetahui siapa orang yang akan mengkhianati ku di masa mendatang' batin Zen.
[Lalu, ada Pet. Fitur ini berguna jika Anda memiliki peliharaan, jumlah dan ukuran tidak terbatas, jika kedekatan Anda dengan pet Anda tinggi, maka Anda akan bisa berbicara dengan mereka]
Penjelasan tentang Pet membuat mata Zen berbinar.
'Tapi, mungkin itu akan cukup lama untuk bisa berbicara dengan mereka'
[Tuan, jika Anda berhasil mendapatkan kedekatan 100 poin dengan salah satu Pet Anda, maka secara otomatis kemampuan berbicara dengan hewan akan Anda miliki]
'Wow, ini yang aku inginkan' batin Zen berteriak senang.
"Hei Jajang, apa kau tau siapa aku?" tanya Zen kepada Zoraga.
Zoraga terlihat memiringkan kepalanya, dia benar-benar merasa kenal dan dekat dengan anak yang ada di hadapannya yang hanya terhalang pagar besi itu.
"Ze, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Felixia yang mengejutkan Zen.
Zen berbalik, dan melihat Felixia berdiri di belakangnya.
"Hanya melihat saja" jawab Zen.
Felixia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah harimau putih yang duduk diam menatap ke arah Zen.
"Jika kau ingin melihat mereka lebih dekat, tunggu Vier nanti" ucap Zen.
Felixia kemudian pamit untuk kembali ke dalam Mansion untuk mengambil makanan untuk para Harimau itu.
Beberapa menit kemudian Felixia datang dengan membawa dua ember besar berisi daging sapi dan daging ayam.
'Sistem, seberapa besar keberuntungan yang aku miliki?' tanya Zen kepada sistem di dalam hatinya.
[99 dari 100 poin]
'...'
[Sebenarnya keberuntungan anda hanya 79 poin, tapi dengan adanya sistem, keberuntungan anda bertambah 20 poin]
"Ze, ada apa? Kenapa melamun?" tanya Felixia.
"Hm? Oh, aku tak apa. Apa aku boleh memberi makan mereka?" tanya Zen.
Felixia terdiam mendengar pertanyaan Zen, dia khawatir bisa saja Zen kehilangan tangannya karena harimau di sana tidak suka didekati oleh orang asing.
Felixia kemudian menghela napasnya pelan, ketika melihat mata Zen yang berbinar.
"Baiklah, tapi hati-hati, jangan sampai mereka salah memakan makanannya, bisa-bisa tanganmu hilang" ucap Felixia.
Zen hanya mengangguk dengan jari jempol dan telunjuk disatukan membentuk 👌.
Felixia dan Zen kemudian membawa dua ember besar itu ke dekat pagar besi.
Zoraga langsung berjalan ke arah Zen dan duduk lebih dekat ke arah pagar besi.
Felixia menyerahkan sarung tangan plastik kepada Zen agar tangannya tidak kotor, dan langsung dipakai oleh Zen.
Zen kemudian mengambil daging ayam dan memberikannya kepada Zoraga, dan Zoraga dengan senang hati langsung memakannya tanpa melukai tangan Zen.
Felixia terpanah ketika Zoraga dengan tenangnya makan disuapi oleh Zen, bahkan ekornya terlihat bergerak-gerak yang artinya dia senang.
Zoraga mengaum dengan keras, menarik perhatian harimau lain yang sedang bersantai.
"Aku tidak pernah melihat dia seperti itu, bahkan ketika dengan Vier sekalipun" ucap Felixia.
Harimau juga hewan individu, tidak seperti singa yang berburu secara kelompok.
Zen terus memberi makan para harimau itu satu-persatu, tidak ada dari mereka yang terlihat akan berebut.
"Ze, sepertinya kau memiliki daya tarik yang membuat mereka menurutimu" ucap Felixia.
Setelah beberapa saat, Zen sudah selesai memberi makan para harimau itu.
Berpamitan kepada para harimau itu, Zen mengikuti Felixia masuk ke dalam Mansion.
"Tante Feli-"
"No, panggil Mom"
"Ah-eh, iya, mm…Mom…" ucap Zen ragu.
"Ada apa?"
"Aku harus kembali ke Z'N Company, Henry pasti khawatir dan sedang mencari ku" ucap Zen.
"Tidak bisa tinggal lebih lama di sini?"
Zen menggelengkan kepalanya.
"Ze juga ada urusan di sana"
'Sistem, hubungi Henry, dan suruh dia untuk menjemput ku di sini' ucap Zen kepada sistemnya.
[Baik Tuan]
Ze pergi ke kamarnya, terlihat jika jaket putihnya dilipat rapi di atas kasur.
Mengambil jaket itu, Ze pergi keluar kamar menuju ruang tengah dan duduk di atas sofa sambil memakan camilan yang sudah berada di atas meja.
Beberapa menit kemudian, seseorang masuk, dan memberitahu jika Henry berada di luar.
Zen yang mendengar itu langsung berlari ke arah pintu keluar, saat membukanya, terlihat Henry yang menyandarkan tubuhnya pada sisi mobil.
Henry yang melihat Zen sudah berada keluar langsung membuka pintu belakang mobil.
"Tuan Muda, saya ingin mendengar penjelasan Anda nanti" ucap Henry.
Zen yang mendengarnya hanya terdiam, entah harus bagaimana dia menjelaskan semuanya.
Menghela napasnya pelan, Zen berjalan ke arah Henry, setelah itu masuk ke dalam mobil.
Tapi saat duduk, Henry langsung memberikan sebuah ponsel pada Zen.
"Ponsel yang Anda minta setahun lalu sudah jadi, dan seperti yang Anda minta, Ponsel dengan penyimpanan 10 Terabyte, Baterai yang mampu bertahan selama sebulan, dan pengisian baterai dengan tenaga surya, semua mesin dan komponen yang dipakai juga sesuai yang Anda inginkan" ucap Henry.
Zen mengambil ponsel berwarna hitam dengan setiap sisinya berwarna merah.
Bagian belakang ponsel terdapat huruf Z yang terbuat dari emas dan berlian.
Terdapat 4 kamera belakang dan 1 kamera dengan ukuran megapiksel berbeda, untuk video, kamera pemandangan, kamera jarak jauh, kamera jarak dekat, dan kamera depan untuk selfie.
Zen mengacungkan jempolnya ke arah Henry, Henry hanya mengangguk, masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi mengemudi.
Henry menyalakan mesin mobil, dan perlahan mobil itu bergerak keluar dari halaman Mansion.
Selama perjalanan, Zen sibuk dengan ponsel barunya.
"Tuan Muda, peluncuran game akan dipercepat, semua test sudah dilakukan, hanya tinggal menambahkan beberapa fitur dan event, diperkirakan game akan dirilis 5 hari lagi" ucap Henry.
"Apa tidak terlalu cepat?"
"Tidak, para Beta test mengatakan jika game yang kita buat itu memiliki kualitas tinggi, dari segi grafis dan pergerakan karakter, mereka juga mengatakan jika di dalam game, mereka bisa merasakan sentuhan, dingin dan panas, jika terluka mereka hanya merasa kesemutan atau mati rasa, jadi para karyawan lain juga setuju untuk mempercepat tanggal rilis" ucap Henry.
"Aku terserah kalian saja, tugasku hanya mengawasi dan memberikan ide untuk pembuatan game, sisanya aku serahkan kepada kalian" ucap Zen.
Setelah itu hening kembali, dan mereka sampai di Z'N Company.
Tanpa menunggu lama, Zen membuka pintu dan langsung berlari masuk, menekan tombol lift dan naik ke atas di mana ruangannya berada tanpa mempedulikan tatapan penasaran para karyawan ketika melihatnya masuk dengan Henry di belakangnya.
'Aku lupa untuk berpamitan kepada Xavi dan yang lainnya' batin Zen ketika sudah berada di ruang kantornya.