
Istirahat kedua pun berlangsung...
Lylian kini sedang berada di perpustakaan. Hari ini ia benar-benar tidak bisa bergabung dengan Alea dan Rivana untuk ke kantin. Benaknya penuh ke khawatiran dan juga kejengkelan, sebab karena Arion telah membuat keseharian di sekolahnya menjadi tidak tenang bahkan was-was untuk bisa bertemu nya kembali. Dan demi menghindarinya hari ini, ia pun harus rela ke perpustakaan sendirian.
Suasana di dalam perpustakaan begitu tenang dan hanya sedikit beberapa murid diantara nya yang untuk sekedar membaca buku atau mengerjakan tugas lainnya. Lylian pun hendak memilih beberapa pilihan buku sambil melihat-lihat aneka macam buku yang tersusun di rak-rak. Baru kali ini semenjak di sekolah barunya, dia menyadari bahwa ruang perpustakaan terlihat menyenangkan baginya. Terlebih lagi ruangan itu begitu luas, nyaman dan bersih.
Ada salah satu buku telah menarik perhatiannya untuk bisa di bacanya. Ia berusaha mengambil nya yang memang terlihat sejengkal lebih tinggi dari gapaian tangannya, sambil menjinjitkan kedua kakinya ia terus meraih meski tak sampai. Dengan sekuat tenaganya, ia menarik buku tsb dari rak yang memang terlihat lebih tinggi dari postur tubuhnya, dan seketika...
BRUKKKKKKKK....!!!
Beberapa buku jatuh mengenai kepalanya. Seketika murid lain yang mendengar dan melihatnya langsung menoleh ke arah sumber suara buku-buku yang berjatuhan.
"Aaawwwwww...!!! sakit..." ia meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya yang tertimpa buku.
Tiba-tiba bu Darma si penjaga perpustakaan datang menghampiri Lylian yang tengah kesakitan itu, sambil menggelengkan kepalanya seolah dibuat keheranan. Bu Darma yang terkenal galak itu berdiri sambil bertolak pinggang dan menatap tajam ke arahnya, sontak Lylian hanya tersenyum kecut karena takut.
"Ck..ck..!!! Ayo buruan di rapihkan!"
"Hehehe, i... iya bu, maaf..." jawab Lylian tersenyum canggung.
Bu Darma pun kembali ke tempatnya dan membiarkan Lylian yang tengah kesakitan itu untuk segera merapikan buku-buku yang berjatuhan di lantai. Sambil menahan rasa sakitnya karena tertimpa beberapa buku, ia pun hanya bisa menggerutu kesal. Saat tengah fokus merapihkan buku yang berjatuhan di lantai, tiba-tiba sebuah langkah sepatu berhenti tepat di hadapannya. Dan ternyata itu adalah sosok Airuz yang juga tiba-tiba datang ikut membantunya.
"Kak Airuz???" kejutnya.
"Kamu gapapa Lil?? Sini biar aku bantuin" sahut Airuz langsung ikut membantunya.
"Gapapa kak, Makasih ya"
"No problem, Lil..." Airuz pun tersenyum.
Akhirnya mereka berdua pun merapihkan buku-buku yang berjatuhan itu bersamaan untuk mengembalikan ke rak buku semula. Karena memang postur tubuh Airuz yang tinggi dan atletis, dapat memudahkannya untuk bisa menyusun ke bagian rak-rak lain dengan rapi. Ya wajar saja! sebab dia kan seorang tim pemain bola basket di sekolahnya, Maka tak heran kalau tubuhnya sangat ideal.
"Kak Airuz disini lagi nyari buku juga?" Tanya Lylian sambil membantu Airuz yang sedang menyusun buku kembali ke Rak.
"Aku kadang emang suka disini kok, Lil..."
"Oh ya?! berati suka baca dong" tanyanya lagi.
"Numpang tidur, hehehe..." jawabnya.
"Tidur? ck, ya ampun hahaha..." Lylian pun tertawa menggeleng.
"Disini tuh tenang terus adem gitu Lil, jadi lumayan kan buat meditasi"
(Lylian hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum)
Mereka akhirnya telah selesai merapihkan kembali buku-buku ke susunan rak-nya. Lylian pun berjalan perlahan menuju ke tempat duduk yang posisinya dekat dengan sisi jendela agar terlihat pemandangan taman sekolah. Dan di ikuti langkah Airuz yang juga mencoba duduk berhadapan dengannya. Sekilas Airuz tersenyum, saat melirik buku yang sedang di genggam tangan Lylian saat ini.
"Kamu suka baca buku karya Tamar Adler?" tanya Airuz
"Lohhh?! kak Airuz tau buku ini?"
"Gak juga sih... Kebetulan aja mamahku juga pernah baca buku itu, isinya tentang cara masak ala terbaik gitu deh" Jawab Airuz tersenyum.
"Wah, berati mamah kak Airuz hobi masak dong ya..." .
"Mamahku emang hobi masak, makanya sekarang punya usaha restaurant terkenal di jakarta sama cabang di singapore"
" Waww keren!!! nama restaurant-nya apa kak?" Tanya Lylian terkesima.
"Rosely's cafe. so next aku bakal ajak kamu kesitu deh, itu juga kalo kamu gak keberatan sih..."
"Eh serius nih kak? wah.... jadi gak sabar dong ya kalo gitu pengen coba makanan nya" jawab Lylian penuh antusias.
(Airuz pun tersenyum senang melihat ekpresi nya)
"SSTTTT..!!! kalo mau gosip di luar!" tiba-tiba suara bu Darma memberi kode kepada mereka berdua untuk tidak berisik.
Mereka pun saling fokus membaca dengan bukunya masing-masing. Airuz tengah mambaca buku komik Favoritenya yaitu 'detective conan'. Sedangkan Lylian juga tengah asyik membaca buku tentang masak karya tamar adler tsb.
Hingga tak terasa menit ke menit terus berjalan. Lylian tampak masih serius membaca. Airuz yang tak ingin menganggu keseruan membacanya itu pun, hanya menatapnya seolah terkesima dengan yang ada di hadapannya kini. Cahaya sinar matahari dari sisi jendela menyorot ke arah mereka berdua. Sehingga tatapan bola mata Airuz mengarah ke sosok Lylian yang menjadi begitu terpancar karena aura kecantikan nya.
Kulitnya yang kuning langsat mulus, wajahnya yang mungil cantik, dan juga rambut panjang hitam pekatnya yang di hiasi jepitan ornamen mutiara, membuat Airuz tidak bisa memalingkan pandangan yang ada di depannya kini. Menyadari dirinya akan sosok Lylian yang membiusnya, hingga membuatnya jadi terus tersenyum tanpa alasan dan terus ingin menatapnya. Ia merasa sepertinya terpesona.
Deg!
Jantungnya kini berdegup kencang, seolah sulit dikendalikan. Sambil memukul dadanya perlahan, Airuz berusaha mengontrol emosional nya yang bergejolak untuk tetap tenang. Melihat sikap Airuz yang seperti salah tingkah itu pun, membuat Lylian seketika meliriknya kebingungan.
"Kenapa kak? sakit?" tanya nya dengan ekspresi polos.
"Oh, ng...nggak- nggak kok! cuma gerah aja"
"Panas ya deket jendela? pindah aja kak kalo gitu"
"Ah enggak panas kok! adem gini kan ada AC..." jawab Airuz makin salah tingkah.
"Iya ada AC tapi tadi kak Airuz bilang gerah kan?" tanya Lylian lagi membuat Airuz merasa dirinya seolah jadi terpojok dengan statement asalnya itu.
Merasa dirinya tidak aman dan takut terlihat makin salah tingkah, Airuz pun mengganti topik pembicaraannya "Oh ya! kamu inget gak Lil, waktu dulu pertama kali kita ketemu di depan pintu perpus?"
"Inget kok, kak"
"Sekarang ketemu disini lagi ya, hehehe...."
"Iya kebetulan banget ya kak..." gumamnya tersenyum.
(Airuz pun tersenyum merona dan seketika dirinya kembali merasa aman)
KRRRRIIINGGGGGGGGGGGG.......!!
"Eh udah bel masuk tuh kak! yuk, masuk ke kelas!" bujuk Lylian segera bangkit dari kursinya.
"Oh yaudah yuk!"
Mereka berdua pun jalan perlahan keluar dari perpustakaan lalu menyusuri jalan koridor menuju kelas. Saat mereka akan berpisah ke arah jalan koridor yang berbeda, tiba-tiba Airuz menarik lembut pergelangan tangan kiri Lylian. Seketika ia pun menoleh dengan ekpresi tenang tanpa menepis sedikit pun. Bola mata Lylian seolah bertanya-tanya kepadanya dengan bingung.
"Ehm...Lil! aku boleh minta nomer WhatsApp kamu gak?" tanya Airuz canggung dan ragu.
"Oh itu, boleh kok kak"
"Serius???"
(Lylian pun hanya tersenyum datar)
Airuz langsung memberikan ponselnya itu kepada Lylian. Tanpa ragu atau merasa risih, Lylian pun mengetik nomer pribadi nya ke layar touchsreen ponsel milik Airuz. Dengan perasaan senang, Airuz pun langsung menerima ponselnya kembali setelah mendapat nomer pribadi Lylian.
"Thanks ya, Lil..." gumam Airuz yang tampak sumringah.
"Oke kak, aku duluan ya..."
"See you Lil..."
(Lylian hanya tersenyum melambaikan tangan)
Setelah Lylian pergi berlalu menuju ke kelasnya, seketika Airuz loncat kegirangan saat berhasil mendapatkan kontak nomer pribadinya. Semangat nya jadi membara dan penuh percaya diri ketika bisa secara langsung menerima itu semua dari orangnya langsung tanpa perantara siapapun. Merasa dirinya sangat senang, ia pun kembali ke kelasnya dengan perasaan berdebar-debar dan tersenyum sumringah.
*** *** ***
>> HALLO GUYS, BANTU VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. KARENA SETIAP VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERATI BUAT KU. TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DISINI YA :) :)<<
NEXT PART 10...