DEAR TARGET

DEAR TARGET
TERINGAT !



Hari sudah menjelang sore, semua siswa-siswi sudah berhamburan keluar kelas untuk pulang. Di parkiran motor tampak Arion sedang memeriksa mesin motornya yang sulit di starter. Sepertinya motor ia mengalami kendala mesin sehingga harus di bawa ke bengkel. Dengan perasaan jengkel ia segera menghubungi seorang tekhnisi langganannya untuk meminta bantuan ke sekolahnya agar motor nya bisa dibawa ke bengkel. Masih keadaan sibuk mengecek mesin motornya, sosok Banyu pun datang menghampirinya. Arion menoleh ke arah Banyu dengan reaksi datar.


"Kita ngomong sebentar!"  kata Banyu dengan ekspresi kesal.


(Arion hanya diam lalu mengalihkan pandangannya kembali untuk mengecek mesin motornya).


"Gak usah masuk kehidupannya Lyli!" sambung Banyu.


"Lyli ??" tanya Arion langsung menoleh sambil mengernyitkan keningnya, "Gue gak kenal!" sambungnya.


"Gak usah belagak bego lah..! kalo gak kenal, gak mungkin Yura sampe nge-labrak gitu" sahut Banyu masih penuh kekesalannya.


"Elo ngomongin apaan sih, gak jelas!" celetuk Arion menatapnya tajam.


"Gue bakal pastiin itu gak akan terjadi yang kedua kalinya!" tegas Banyu sambil menunjuk satu telunjuk ke arah Arion yang masih diam kebingungan.


Tak berlama-lama, Banyu pun memilih pergi begitu saja meninggalkan ekpresi Arion yang masih tengah diam dalam kebingungannya. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal sedikitpun itu seolah tak paham sama sekali dari ucapan Banyu tsb. Merasa ucapan Banyu tak penting baginya ia pun menghiraukannya dan kembali sibuk memeriksa mesin motornya sambil menunggu seseorang datang untuk menolongnya.


***  ***  ***


Lylian sedang di halte menunggu bus tujuan nya. Karena hari mulai semakin sore, jalanan ibukota pun sudah mulai padat dan macet dalam waktu yang bersamaan dengan waktu jam pulang kantor. Bus tujuannya masih belum kunjung tiba, ia pun memilih duduk sejenak sambil menunggu karena kakinya yang kelelahan berdiri.


Karena jenuh lama menunggu ia pun memilih untuk scroll instagramnya demi hiburan sejenak. Ia melihat notifikasi baru yang muncul di layar handponenya, dengan penasaran ia mengecek bahwa ada beberapa permintaan perteman baru yang masuk ke instagramnya. Meski enggan menerima beberapa permintaan pertemanan yang tidak ia kenal, seketika matanya terbelalak saat melihat satu nama id akun yang mengejutkannya. Betapa terkejutnya saat nama akun instagram milik Airuz ternyata menfollow-nya. Mula nya ia ragu kalau itu hanya nama yang kebetulan saja, karena akun tsb menggunakan foto profile yang zonk. 


Timbul dibenaknya jadi penasaran, akhirnya pun Lylian buka akun tsb untuk mengecek berandanya. Setelah di cek ternyata akun tsb memiliki banyak ribuan followers dan hanya sedikit beberapa following-nya. Lylian juga melihat akun tersebut hanya memiliki 5 post foto yang di update. Dari semua post foto yang isinya hanya pemandangan, ada salah satu foto 'candid camera' dimana orang itu sedang duduk tersenyum lebar ditengah lapangan basket dan memakai 'headband' biru tua dikepalanya. Dan satu foto tsb meyakinkan Lylian bahwa akun ini real milik Airuz. Akhirnya pun ia memutuskan untuk memfollow-back akun Airuz. 


Di waktu yang bersamaan juga, terlihat sosok Arion sedang di halte bus sedang bersandar dekat dinding karena enggan mengantri. Sepertinya hari ini Arion harus terpaksa pulang naik bus karena motornya yang mendadak rusak. Ia juga meninggalkan motornya untuk di bawa seorang tekhnisi langganannya ke bengkel. Dari kejauhan Arion tak sengaja melihat orang yang tengah duduk memakai seragam sekolah yang sama dengannya. Yap benar! Lylian. Kembali melihat gadis itu, Arion seperti mengulang kembali ingatannya. Menerka-nerka dengan wajah yang tak asing, sontak Arion baru teringat bahwa Lylian adalah orang yang pernah berbicara dekat dengan Banyu saat di pertandingan basket tempo lalu dan juga waktu di jam pelajaran olahraga. 


Merasakan ingatan itu kembali, Arion baru tersadar bahwa tragedi yang saat itu di maksud dan ucapkannya saat di parkiran hingga menuduhnya mengotori baju nya memang benar adanya. Ditambah pula bahwa  peringatan yang Banyu ucapkan barusan adalah gadis yang kini berada di depan pandangannya itu.


Akhirnya bus tujuan Lylian pun tiba, dengan cepat ia pun melangkah masuk ke dalam lewat pintu bus yang berada di belakang. Melihat Lylian masuk ke dalam bus, rupanya Arion mengikutinya masuk dengan sengaja meski sebenarnya ia sadar bahwa bus ini bukanlah bus tujuannya. 


Saat di dalam bus terasa begitu sesak dan padat penumpang yang ramai berdesakan. Arion berdiri berada dekat tiang penyangga sambil berpegangan di tiang tsb. Melihat Lylian yang salah masuk malah lewat pintu belakang bus, tentu saja ia harus campur berdesakan dengan penumpang laki-laki lain. Seharusnya ia memilih ke arah pintu depan yang memang khusus penumpang wanita tanpa harus bercampuran lawan jenis.


Lylian juga melihat seperti nya area depan sudah padat dan sulit untuk melangkah hingga ia terpaksa memilih untuk tetap berdiri pada posisinya tsb. Meski dikelilingi penumpang laki-laki lain ditambah pula harus berdesakan, membuat nya sedikit kesulitan dan risih. Lylian tampak berdiri terhimpit dan mudah tak seimbang efek dari rem juga jalanan yang tidak kondusif, membuat Seketika Arion menyela untuk menerobos desakan penumpang lainnya untuk bisa berada dekat posisi Lylian yang saat ini kesulitan. Merasakan hal itu, Lylian pun tersadar akan sosok Arion yang sedang berada di belakangnya dengan tas ransel Arion yang memang sengaja ia letakan di bagian depan tubuhnya untuk mencegah hal buruk yang membuatnya jadi bersentuhan. Seketika Lylian pun jadi canggung yang tentu saja reaksinya itu bisa dengan mudahnya terbaca oleh Arion.


"Gak usah tegang, gue cuma jaga-jaga aja!" gumamnya.


"Siapa yang tegang..." kata Lylian pelan, "lagian ngapain deket sini sih!"sambungnya.


"Hah?!" 


"Elo sekolah tapi gak tau caranya bilang makasi ya?" tanya Arion yang berada di belakang Lylian sambil menjaga keseimbang tubuhnya.


"Siapa juga yang minta tolong!" ketus Lylian.


"Elo tau gak kalo ini bus umum siapa aja bisa naik, bodoh banget!" celetuk Arion.


"Ya kan gak harus deket aku dong!"


"Gak usah kepedean! siapa juga yang mau deket" jawab Arion dengan cepat, "Kalo risih, pindah ke depan sana!" sambungnya lagi.


(Lylian pun hanya ternganga shock mendengar jawaban Arion tsb).


Enggan berbincang dengan Arion, ia pun memilih diam selama di perjalanan bus. Menyadari bahwa Arion juga sepertinya tidak banyak bicara dan komentar, ia memilih mengabaikannya seolah tak mengenalnya. Terlebih lagi hari ini dia merasa seperti dua kali sial. Sehabis berurusan hari ini dengan Yura karena kesalahpahaman nya dengan Arion, kini sosok nya malah tepat di belakangnya.


Hampir 40 menitan berada di dalam bus karena macet, akhirnya halte tujuan Lylian tiba. Tak perlu transit bus lagi, Lylian pun segera keluar dari bus. Melihat Lylian yang ingin turun, Arion pun menyingkir dan memberi celah kepada Lylian untuk keluar dan turun. Tak mau ketinggalan Arion pun juga ikut-ikutan keluar dari bus tsb. Sambil terus berjalan melangkah keluar halte, Arion masih berada di belakang Lylian. Seketika langkah Arion pun terhenti, karena Lylian sudah menyadari keberadaan Arion yang masih ada di belakangnya. Ia pun segera menoleh.


"Jalan duluan" kata Lylian.


"Hah?!"


"Kalo gak ngikutin coba jalan duluan" tegas Lylian yang seolah merasa feeling-nya sedang dikuntit.


"Siapa juga yang ikutin! narsis banget..." tepis Arion dengan gerak-gerik salah tingkah.


(Lylian pun memberi kode dengan kedua bola matanya seolah untuk Arion jalan lebih dulu)


Tak ingin dirinya di curigai dan ketahuan akan benar bahwa ia sedang menguntit. Arion pun memilih jalan lebih dulu dengan ekspresi wajah dinginnya agar terkesan Seolah tak terlihat seperti ucapan yang di duga Lylian itu.


Saat keluar dari halte, Arion berbelok ke arah kiri namun rupanya arah tujuan Lylian sebaliknya yaitu berjalan belok ke kanan. Menyadari bahwa sosok Lylian yang tak berada di jalur yang sama dengannya langsung menoleh dan mendapati Lylian yang sudah jauh jalan berlalu dari arah yang berlawanan sana. Akhirnya Arion pun memutar kembali jalannya untuk kembali ke halte. Sebelum kembali masuk ke halte dengan tujuan arah yang benarnya, Arion terhenti sejenak dengan tatapan datar dari sorot wajahnya yang memandang sosok Lylian yang sudah jauh menghilang.


***  ***   ***


>> HALLO GUYS, BANTU VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. KARENA SETIAP VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERATI BUAT KU. TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DISINI YA :) :)<<


NEXT PART 8...