
Lylian sedang terburu-buru menyusuri koridor sekolah untuk segera ke toilet sehabis dari kantin. Sambil berlari kecil ia terus menuju toilet meninggalkan Alea dan Rivana yang masih berada di kantin. Efek minum terlalu banyak membuat ia harus merasakan buang air kecil dadakan yang ditahannya.
Sesampainya di toilet dengan cepat ia memasuki bilik dan menutup pintunya. Dengan perasaan lega akhirnya ia kembali keluar dan berdiri di depan westafel untuk mencuci tangannya. Dari saku nya ia mengeluarkan Liptint yang tak lupa untuk berias sejenak di depan kaca toilet. Sekiranya sudah selesai ia pun beranjak keluar toilet. Sambil jalan perlahan menuju kelasnya, tiba-tiba TTUUUKKKK....!!! Sebuah gumpalan bola kertas terlempar mengenai pundak belakangnya. Seketika Lylian pun refleks menoleh ke belakang.
Ia mendapati sosok gadis berambut pirang datang menghampiri bersama tiga rekannya yang mengikutinya. Sontak Lylian pun makin bingung, mengapa gadis itu seolah sengaja melemparinya gumpalan bola kertas tsb. Gadis itu kini tepat berdiri di hadapannya dengan ekpresi wajah sinis sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Masih dalam keadaan diam Lylian hanya memandangnya penuh kebingungan.
"Ohh... jadi ini yang namanya Lyli itu!" celetuk gadis berambut pirang itu dengan wajah sinis.
"Iya bener, kenapa ya?" tanya Lylian dengan wajah masih bingung.
"Gak usah sok kecantikan elo disini!!" ketus gadis tsb tiba-tiba.
"Ha??? maksudnya gimana ya?"
"Kemarin di parkiran elo deketin Arion kan, ngapain elo hah!!!" gadis itupun langsung mendorong pundak kanan Lylian.
"Aku? deketin dia? siapa juga yang deketin" bantah Lylian dengan sigap.
"Alesan!!!" timpal salah satu teman dari gadis pirang tsb malah memprovokasikan.
"Aku...aku? gak usah sok lugu deh!!" sambung si gadis pirang tsb.
"Tapi emang aku gak deketin dia kok" jawab Lylian masih terus membela dirinya yang memang tak bersalah.
"Jangan karna elo sekarang lagi hits, jadi kecentilan sama cowok. DASAR FREAK!!!"
Lylian yang merasa sadar bahwa kenyataan tsb tidak sesuai kenyataanya, ia berusaha mencoba untuk membela dirinya di depan hadapan gadis pirang dan ketiga temannya itu. Situasi yang menyudutkannya sehingga di rundung oleh seniornya itu membuat Lylian mulai kesal. Akhirnya Lylian mencoba untuk melawan namun....
"WWWOOOOIIIIIII.... !!!"
Mereka semua pun dibuat terkejut akan suara lantang itu dan ternyata sosok kedatangan Banyu dari arah kanan mereka. Banyu dalam keadaan masih mengenakan baju basketnya pun datang menghampiri mereka.
"Ngapain elo, Ra?" tanya Banyu pada gadis pirang itu dengan ekpresi tak senang.
"Ya elo lah, ngapain disini ikut nimbrung urusan cewek!" tanya baliknya kesal.
"Elo gapapa Lil?" tanya Banyu mengarah kepada Lylian yang berdiri tak jauh dekatnya.
"Lebay banget! diapa-apain juga belum kaliii..." imbuh gadis itu menyela.
"Serius gapapa?" tanya Banyu memastikan ke arah Lylian lagi.
"Gapapa kok kak..." jawab Lylian
"Eh Yura, mending elo sama geng elo ini pada cabut deh!! sebelum gue aduin semua ke guru BK" ujar Banyu
"Hahaha... emang cocok ya elo berdua, sama-sama Freak!"
"Maksud elo apaan?" sahut Banyu kesal.
"Yaudah yuk Ra, gak penting juga lama-lama sama mereka berdua" bujuk salah satu temannya kepada Yura.
Yura yang masih dalam keadaan belum puas hati namun harus terhalang oleh kedatangan Banyu yang tiba-tiba, akhirnya pun memilih menyudahi perseteruannya dengan Lylian. Masih dalam keadaan sensi ia pun melotot ke arah Lylian.
"Awas ya elo dekatin lagi!!"
Melihat Yura dan geng nya tsb pergi berlalu dan meninggalkannya, Banyu pun dengan Raut wajah khawatir langsung memegang kedua pundak Lylian dengan refleks. Merasa tak nyaman akan sikap Banyu itu, dengan pelan Lylian pun berusaha melepaskan kedua tangan Banyu dari kedua sisi pundaknya dan hanya tersenyum.
"Sorry Lil, maksud nya Yura itu deketin siapa?" tanya Banyu sambil mengernyitkan keningnya.
"Arion..." jawabnya lirih.
"Hah? Arion? kok bisa???"
"Yaudah, gue anter ke kelas ya Lil..."
"Gak usah kak, gapapa kok" tepisnya menolak.
"Yakin?"
"Serius, makasi ya kak sebelumnya. kalo gitu duluan ya..."
Lylian pun pergi meninggalkan Banyu yang masih tengah berdiri memandangnya berlalu. Melihat Lylian yang di tindas oleh Yura membuatnya jadi geram. Dalam benaknya yang masih penuh tanda tanya terus menerka, bagaimana sosok Lylian bisa terlibat dengan Arion?. Dengan perasaan iba dan tak senang akan hal ini, ia pun rupanya bergegas mencari sosok keberadaan Arion yang entah sedang dimana.
Di dalam kelas, Rivana dan Alea sedang gusar menunggu kedatangan Lylian yang begitu lama. Rupanya mereka berdua sudah mengetahui kejadian Lylian dan Yura hari ini dari gosip murid - murid lain yang memang sempat melihat mereka berseteru dekat toilet. Merasa Rivana dan Alea sebagai sahabatnya tidak bisa bertindak apa-apa atau bahkan menolong Lylian ke sana, membuat mereka berdua jadi bersalah dan tak tenang. Pasalnya mereka tau benar, bahwa sosok Yura di sekolah ini terkenal sangat menindas terhadap siapa saja yang tak disenanginya. Tak lama kemudian, munculah sosok Lylian dari balik pintu dan beranjak duduk ke kursinya sambil menghela nafas panjangnya. Raut wajahnya terlihat datar. Mereka berdua pun dengan cepat menghampirinya.
"Are you okay, Lil?" tanya Alea cemas.
"Elo gak diapa-apain sama kak Yura kan, Lil?" sahut Rivana tak kalah jauh cemas.
"Kalian kenapa deh?" tanya baliknya.
"Sorry banget Lil, kita gak bisa nolongin elo kesana" sambung Rivana dengan wajah bersalah.
"Ih lebay kan? aku gapapa girls, serius...".
"Pasti elo kecewa dan marah banget deh sama kita karna gak bisa nolongin" gumam Alea.
"Girls... sumpah deh aku tuh gak kenapa-napa, ngapain juga marah sama kalian"
"Bener???" tanya Rivana memastikan.
(Lylian pun mengangguk yakin dan tersenyum seolah memang benar adanya).
"Tapi kok bisa sih kak Yura sampe labrak elo gitu, Lil?" sambung Alea penasaran.
"Dia kira gue deketin kak Arion gitu deh..." jawabnya santai.
"HAH?! KAK ARION?" kejut mereka berdua serentak.
"Elo sejak kapan bisa deket sama dia?" tanya Alea.
"Ih, gak deket kok! cuma kebetulan aja ketemu di parkiran itu juga gak sengaja"
"Aduhh...! kan gue bilang jangan berurusan sama dangerman Lil, jadi begini deh" jelas Rivana.
"Siapa yang mau berurusan sama dia juga, emang kebetulan aja girls"
"Terus kak Yura ngomong apa aja, Lil?"
"Cuma bilang jangan deket doang kok gak lama kak Banyu dateng bantuin, udah gitu doang" jelasnya dengan santai.
"Wahh... emang kak Banyu the best!" seru Alea.
"Syukur deh kalo emang itu kenyataannya, kita khawatir banget loh!" kata Rivana
(Lylian pun tersenyum kepada mereka berdua)
Rivana dan Alea pun sekarang kembali bernafas lega setelah melihat kenyataannya bahwa saat ini Lylian dalam keadaan baik-baik saja. Raut wajah Lylian juga menunjukan seolah biasa saja tak ada tekanan atau terluka. Mereka berharap kejadian tsb hanya sekali dan memang benar adanya bahwa hanya kesalahpahaman yang tanpa di sengaja. Dengan tenang Rivana, Alea kembali ke kursinya masing-masing setelah melihat kehadiran guru yang akan segera memulai pelajaran materi mereka selanjutnya.
*** *** ***
>> HALLO GUYS, BANTU VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. KARENA SETIAP VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERATI BUAT KU. TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DISINI YA :) :)<<
NEXT PART 7...