DEAR TARGET

DEAR TARGET
KETENGGANGAN



Malam itu di sebuah Heroes cafe, Airuz menghampiri seseorang yang tengah duduk sambil merokok di bagian outdoor cafe. Seketika ia menarik putung rokok yang sedang di hisapnya orang tsb lalu mematikannya begitu saja di asthray. Aksi Airuz yang seenaknya itu pun mengundang reaksi acuh dari orang tsb.


"Ngapain elo Dateng ke pertandingan tadi, hah?!!" tanya Airuz yang masih tengah berdiri menatap orang di depannya itu dengan kesal.


(Orang tsb hanya tersenyum mengejeknya seolah pertanyaan Airuz lelucon baginya).


"Harusnya elo gausah balik lagi kesini, Rion!" Sambung Airuz dengan wajah sinis.


"Hei bocah...Sopan sedikit lahh" sahut Arion dengan santai.


"Gue bukan bocah dan elo gak diatas gue! gausah belagak pemimpin karna elo bukan siapa-siapa disini".


(Arion tertawa kecil seolah tak ambil pusing dan kembali mematik api untuk menghisap rokok kembali).


"Gue pastiin kehadiran elo disini, bakal jadi Boomerang neraka!!" geram Airuz begitu emosi.


"Yang harusnya gak kembali itu elo bukan gue, dan inget elo cuma pecundang" tegas Arion.


Arion pun bangkit dari tempat duduknya dan menoleh ke arah kiri Airuz dengan senyuman seringai nya. Ia pun berlalu pergi meninggalkan Airuz yang masih tengah berdiri menahan kesal di raut wajah nya, hingga kepalan tangan kanan nya yang mengeras harus kembali merenggang melihat kepergian Arion begitu saja.


                                                                          *** *** ***


Mamah Lylian tengah sibuk menyiapkan makan malam di meja yang baru saja dimasaknya. Ia pun bergegas memanggil Lylian yang masih berada di kamarnya lantai atas. Seketika Lylian pun cepat merespon dan turun menghampiri Mamahnya untuk makan malam bersama.


"Wuahh... Mantap nih mahh!" puji Lylian.


"Iya dong, spesial nih buat Lyli..."  jawab mamahnya sambil menuangkan capcay seafood kesukaannya.


"Oh ya, gimana hari ini seneng jalan-jalannya Lil?".


"Hm, seneng kok mahh..."


"Syukur deh, akhirnya anak mamah bisa betah di Jakarta" seru mamahnya tersenyum lega menatap Lylian.


"Tapi sempat kesal juga sih mahh, karna tadi baju aku jadi kotor gitu".


"Loh emang kenapa?"


"Yahhh biasalah mahh, ada orang naik motor ngebut gitu terus bajuku jadi kena genangan air kotor deh".


"Yaampun, gak sopan!  tapi minta maaf kan?".


"Enggak, pergi gitu aja. Ngeselin kan mahh? untungnya di bantu Alea, Rivana dan kak Banyu jadi aman deh" ujar Lylian.


"Inget ya Lil, mamah gak mau loh kamu kemana-mana naik motor" peringatan mamahnya yang membuatnya terhenti makan.


"Iya mahh, Lyli inget kok... lagian tadi kan perginya naik mobil Rivana".


"Kalau gak mobil, ya angkutan umum yang beroda empat lah pokoknya" Tegas mamahnya


"Hehehee.. yaampun mahh, Lyli tau kok tenang aja sih gak bakal lupa".


"Yaudah, diabisin makanan nya nak".


Mereka berdua pun akhirnya menikmati makan malam bersama dengan kehangatan dan keharmonisan. Meski dirumah yang mewah itu tanpa ada sosok seorang pemimpin atau papah, namun tampaknya mereka tetap sangat menjaga kebersamaan di setiap momentnya.


                                                                          *** *** ***


Di sekolah...


Saat jam pelajaran olahraga berlangsung, murid kelas 11-IPA 2  tengah berada di lapangan untuk pemanasan bersama pak Artho si guru olahraga. Mereka semua berbaris rapi sambil mengikuti arahan pak Artho di setiap gerakan pemanasannya.


Di waktu yang bersamaan pula, ternyata kelas 12- IPS 1 sedang mengadakan jam pelajaran olahraga juga namun tanpa ada arahan sosok guru nya. Sepertinya guru olahraga mereka sedang berhalangan hadir mengajar di lapangan, sehingga murid-murid kelas 12- IPS 1 hanya bermain di lapangan sesuka hati.


PPPRRRIIIITTTTTT...PPRITTTT....!!!


Pak Artho meniupkan peluit nya lalu menyuruh seorang ketua kelas untuk mengambil beberapa bola dan peralatan olahraga ke dalam gudang penyimpanan agar bisa di pakai murid asuhannya. Ia pun juga membebaskan tiap muridnya untuk bermain alat olahraga apa saja setelah pemanasan. Akhirnya semua nya pun berpencar sibuk masing masing, bahkan bikin regu untuk bisa bermain bersama.


Lylian yang memang tidak menyukai pelajaran olahraga pun memilih duduk di tepi lapangan sambil menyeka keringat dengan handuk kecil yang ia bawa. Dari tepi lapangan ia melihat keseruan yang lainnya bermain, termasuk Alea dan Rivana yang sedang bermain bola Volley.


Tanpa di duga Banyu datang mengejutkan Lylian. Kebetulan jam pelajaran olahraga nya bersamaan dengan kelas 12-IPS 1 yang merupakan kelas Banyu si kakak kelasnya.


"Nih minum dulu" Banyu pun memberikan Lylian sebotol air mineral dingin.


"Eh, thanks loh kak".


"Gak mau ikutan main juga sama yang lain Lil?"  Tanya Banyu yang ikut duduk disebelah kirinya.


"Kalo gitu next gue ajarin main basket mau gak?"


(Lylian pun hanya tersenyum entah harus merespon nya bagaimana).


Ternyata dari kejauhan seberang mereka, ada sosok Arion yang sedang memperhatikan Banyu dan Lylian. Ketika para murid lain ditengah lapangan mengenakan seragam olahraga, hanya Arion yang tak mengganti seragamnya. Dengan kancing kemeja seragam yang ia biarkan terbuka begitu saja dan dalaman kaos hitam polosnya, ia terus memandang di kejauhan.


Melihat keduanya seperti asyik berbincang, Arion pun hanya menatap acuh lalu pergi berlalu begitu saja meninggalkan lapangan dan kawan lainnya.


Hingga setelah jam pelajaran olahraga selesai, Lylian pun baru saja dari toilet siswi sehabis ganti pakaian dan ingin pergi ke kantin menyusul Alea dan Rivana yang memang sudah duluan. Seketika ia berpapasan dengan Arion di anak tangga tanpa di sengaja. Hampir saja Lylian lagi-lagi menabrak orang, tapi dengan sengaja Arion pun menghalangi jalan Lylian yang berada di depannya itu. Dengan ekspresi bingung akan sikap orang yang tak ia kenal di depannya pun, membuat Lylian jadi bertanya-tanya.


"Misi, kenapa ya?"


(Arion hanya menatapnya dengan ekspresi datar tanpa sepatah kata jawaban atas pertanyaan Lylian).


"Hellooo???" Lylian seolah memberi kode akan pertanyaan nya yang tak di respon itu.


Tanpa di sengaja Airuz muncul dan kaget melihat keduanya sedang berada di tangga. Dengan sigap Airuz pun menarik tangan Lylian untuk turun tangga dan menghindari Arion begitu saja. Sontak hal ini juga mengejutkan Lylian yang di tarik turun oleh Airuz begitu cepat. Melihat tindakan Airuz pun, Arion hanya tersenyum tipis dan berlalu menaiki anak tangga kembali.


"Aduhh... !!! Sakit kak" gumam Lylian.


Saat sudah berada jauh dari keberadaan Arion, akhirnya Airuz pun melepaskan cengkraman di pergelangan tangan Lylian.


"Eh sorry-sorry, aku gak ada maksud kasar cuma mau bantu kamu turun aja tadi".


"Ada apa sih kak?" Tanya Lylian masih dalam kebingungan.


"Gapapa kok, lain kali kalo ketemu orang yang tadi di acuhin aja ya" jawabnya.


"Hah???" Lylian masih dalam kebingungannya tak bisa mengerti maksud dari perkataan Airuz.


"Kamu mau ke kantin?" tanya Airuz mengalihkan topik.


"Iya nih kak, mau ke kantin juga?".


"Enggak kok, gak laper".


"Oh iya kak! sebelumnya makasi ya beberapa waktu yang lalu lupa bilang makasi" ujarnya.


"Heh??" Airuz menatap bingung seketika dengan cepat ia pun langsung paham maksudnya, "Ohh itu? Hahaha its fine kok".


"Yaudah, kalo gitu duluan ya kak".


Airuz pun mengangguk sambil tersenyum melihat kepergian Lylian yang ada di depannya itu. Dengan refleks Airuz pun menoleh kembali ke arah belakang tangga yang baru saja di laluinya. Mata Airuz pun tampak tersorot penuh amarah karena seolah teringat pertemuan nya tadi malam dengan Arion dan harus berpapasan kembali di tangga dengannya hari ini.  Seolah muak melihat wajah Arion barusan, ia pun kembali beranjak pergi untuk ke suatu tempat.


Sesampainya di kantin bersama Alea dan Rivana, sambil mengusap pergelangan tangan kanannya ia pun terduduk lemas di hadapan kedua sahabatnya. Melihat raut wajah Lylian yang meringis sakit pun membuat Alea dan Rivana terhenti makan sejenak.


"Kenapa Lil? abis jatuh?" tanya Rivana.


"Enggak kok, tadi kak Airuz narik tanganku gitu" jawabnya.


"Hah? narik gimana?" sentak Alea begitu kaget.


"Cieee.. ditarik kemana nih?" ledek Rivana.


"Ihh... bukan gitu!" bantahnya dengan cepat lalu menyambung kembali kalimatnya yang terputus "Tadi tuh aku papasan di tangga gitu sama cowok dan tiba-tiba kak Airuz langsung dateng narik gitu aja, aneh banget kan?".


Alea dan Rivana yang menyimak penjelasan Lylian itu langsung saling menatap bersamaan dengan raut wajah mendadak bingung.


"Cowok? siapa?" tanya Rivana masih bingung.


"Gak tau, gak kenal sih"


"Wahh, ini sih fix pertanda dia cemburu kalo liat elo sama yang lain Lil..." celetuk Alea.


"Kayaknya bakal ada persaingan sengit nih antara kak Banyu sama kak Airuz, hehehe..." tambah Rivana disertai tatapan usilnya.


"Hush! Gak gitu girls konteksnya, udah ah...mending aku pesen makan aja"


"Hahaha...Jadi gak mau dilanjutin nih ceritanya?" tanya Alea dengan gelak tawa nya yang ikut jahil.


Lylian pun hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya seolah tidak ingin membahas topik yang hanya jadi candaan temannya tsb. Ia pun beranjak pergi untuk memesan makanan, sedangkan Alea dan Rivana masih mengikik tertawa usil, dan kembali menikmati makanannya.


>> HALLO GUYS, BANTU VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. KARENA SETIAP VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERATI BUAT KU. TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DISINI YA :) :)<<


NEXT PART 4...