
Di dalam kelas pun Lylian mengikuti pelajaran dengan baik. Bahkan ia dikenal sebagai siswi yang rajin dan pintar dalam pelajaran, sehingga Alea dan Rivana sering kali bertanya bahkan untuk minta di ajarkan olehnya.
Meski kehidupan disekolahnya sebagai siswi pindahan, tentu kehadirannya sangat disenangi teman-teman lain diluar kelas sana. Wajahnya yang imut dan cantik juga mengundang banyak kaum para Adam di sekolah yang sangat terpesona dengan nya. Maka wajar jika saat ini Lylian mulai populer dan banyak yang mendadak mengenal nya secara otodidak dari satu mulut ke mulut lainnya.
Tak terasa menjelang sore pun tiba. Tanda bel pulang pun berbunyi, semua para murid-murid dikelas mulai berhamburan meninggal kan kelas. Beberapa jemputan lain bahkan kendaraan pribadi siswa lainnya tampak meramaikan suasana parkiran sekolah. Seperti biasanya, Lylian akan pulang berjalan kaki 10 menit untuk menuju halte bus. Hal ini membuat ia semakin terbiasa dan mandiri tanpa harus mengandalkan mamahnya untuk menjemput nya ke sekolah. Lylian merasa tak ingin membuat mamahnya yang begitu pekerja keras juga harus dibuat kesulitan olehnya.
Alea dan Rivana masih menunggu jemputan mereka di halaman parkiran. Lylian juga ikut setia menunggu kedua sahabatnya itu untuk di jemput.
"Bareng gue aja Lil..." bujuk Rivana menawarkan tumpangan kepadanya.
"Gapapa Riva, lagian aku udah biasa kok naik bus".
"Serius?" tanya Rivana memastikan.
(Lylian menganggukan kepala nya dengan sangat yakin dan tersenyum).
"Eh itu dia jemputannya..." sahut Alea yang melihat mobil jemputannya yang sudah ada di luar gerbang sekolah.
"Jemputan gue juga udah sampe nih" timpal Rivana yang melihat kakaknya sedang melambaikan tangan memberi isyarat .
"Hati hati ya girls".
"Hati-hati juga ya, Bye Lil..."
(Lylian pun melambaikan tangannya kepada Alea dan Rivana yang pergi duluan dengan jemputan nya masing-masing)
Lylian pun bergegas berjalan perlahan menyusuri ke arah luar pintu gerbang sekolah untuk segera ke halte Bus. Namun ada sebuah satu motor yang masih terpakir di halaman tepat bersebelahan dengan pohon hias cemara sekolah. Tampaknya motor itu tak asing di ingatannya. Lylian melihat suasana sekelilingnya yang memang sudah sepi, hanya ada pak penjaga sekolahnya yang ada di pos. Karena penasaran Lylian pun mendekati motor tsb untuk memastikan apa benar motor tsb sama persis dengan apa yang ia lihat sebelumnya. Seketika...
"Loh, Ini kan???" Batinnya
Betapa terkejutnya ia saat melihat ada sebuah sticker logo tengkorak bertulisan inisial huruf 'A' di bagian belakang motor tsb. Hal ini membuat Lylian sangat yakin apa yang ia lihat sebelumnya waktu kecelakaan lalu adalah motor yang sama ia lihat hari ini. Ia juga mengingat si pemilik motor ini pasti masih sama juga dengan orang yang membuat bajunya kotor kemarin. Terlalu tercengang dengan hal itu tak disadari pemilik motor tsb pun rupanya datang.
"Ehemm..!!!" . "Ngeliatin apaan?" sahutnya.
(Lylian sontak kaget menoleh ke belakang dan mendapati sosok Arion berdiri tepat di hadapannya).
"Engg...anu... cuma liat aja kok" jawab Lylian terbata-bata.
"Mau maling spion gue ya!" Ketus Arion menatapnya tajam.
"Ihh apaan sih! Siapa juga yang mau maling di sekolah" bantahnya.
"Kalo gak maling yaudah minggir sana!".
"Ihh biasa aja kali! lagian kamu kan yang udah ngotorin baju aku kemarin" tegas Lylian sambil mengacungkan telunjuk ke hadapan Arion.
"Hah? gue? halu kali elo"
"Iya bener kok! nih buktinya sticker kamu jelas banget masih aku inget"
"Yaelah...sticker beginian banyak kali di pinggir jalan, bilang aja elo mau modus kan nebeng sama gue" pertanyaan Arion membuat mulut Lylian ternganga dengan shock.
"Hah? Maaf ya... aku tuh gak tertarik modusin cowok apalagi cowok kaya situ, gausah kepedeean"
"And then?" tanya Arion dengan ekspresi datar.
"Lain kali kalo salah tuh minta maaf gausah pake ngelak, apalagi main kabur gitu aja!" ujar Lylian dengan wajahnya yang mulai jengkel.
(Arion hanya tertawa kecil tak menggubrisnya)
"Oh, jadi ini Arion yang kak Banyu maksud waktu itu" batinnya dalam hati sambil menatap sinis Arion dari ujung kaki hingga kepala.
"Ngeliatin apaan lagi?!" ketus Arion.
(Lylian pun membuang muka dan tak berkata apa-apa)
Tanpa panjang kali lebar lagi, Lylian pun langsung pergi berlalu begitu saja. Arion hanya menatap kepergian Lylian seperti acuh dan kembali bergegas memakai helmet nya. Ia pun mulai menghidupakan mesin motor dan menarik pedal gas di tangannya untuk melaju. Tiba-tiba motor balap milik Arion itu mulai melewati Lylian lebih dulu dalam keadaannya sedang berjalan kaki. Arion pun meliriknya sekilas dan dengan sengajanya mengaungkan knalpot motornya begitu kencang hingga membuat Lylian terkaget hingga berdengus kesal dibuatnya. Dari arah kaca spion motornya, Arion hanya tersenyum puas melihat Lylian jauh tertinggal di belakang nya.
*** *** ***
Suasana cafe juga terlihat ramai banyak yang datang juga untuk menikmati suasana malam hari ini dengan santai. Bahkan sudah hampir 4 jam lebih tak terasa Arion nongkrong di cafe ini.
Di sisi outdoor cafe, Arion memilih berdiri menjauh dari keramaian untuk melepas penatnya sambil merokok. Ia berdiri sambil melihat gedung-gedung pencakar langit yang indah itu dari lantai ketinggian cafe. Riko sang temannya pun datang menghampiri nya sambil membawa segelas minum refreshing.
"Beres ?" tanya Riko membuka percakapan awalnya.
"Ya gitulah... seenggaknya jauh lebih baik lah" jawab Arion datar.
"Jangan terlalu di paksa bro"
(Arion tersenyum simpul enggan menanggapi)
Melihat hal itu pun, Riko menepuk bahu kanan Arion dan pergi meninggalkan nya seolah memberikan celah baginya untuk sendiri sejenak. Tampak nya Riko bisa memahami akan sifat Arion itu sendiri sebagai sahabat nya, sehingga ia tak banyak bertanya atau berkomentar lebih. Arion yang semulanya tersenyum merespon Riko, langsung redup terdiam penuh emosional di benaknya saat ia sudah dalam kesendirian nya.
CRING...
Arion melihat layar handphone nya yang mendapatkan notifikasi pesan masuk. Ia dengan santai membuka pesan tersebut. Setelah melihat isi pesan tsb sepertinya Arion enggan membalasnya. Tak lama sebuah panggilan video call masuk ke layar handphone nya. Rasanya ia enggan menekan tombol hijau untuk mengangkatnya, namun panggilan video call itu terus muncul di layar handphone nya berkali-kali. Dengan terpaksa Arion pun menerima panggilan tsb.
"Yaa..."
"RIOONNNN !!!" suara panggilan di video call itu begitu nyaring membuatnya risih.
"Ada apaan si Yura!" ketusnya.
"Yaampunn... jutek banget sih sama gue, Rion"
"Elo ngapain sih video call gue terus" ketus Arion.
"Gue kangen banget sama elo emang gak boleh ya?"
"Gak penting banget asli!"
"Oh iya, gue seneng banget loh akhirnya elo balik lagi ke sekolah. tadi gue juga ke kelas nyariin elo tapinya gak ada"
(Arion pun hanya diam tak merespon Yura)
"Lagi dimana sih, kok rame banget?" tanya Yura mengganti topiknya.
"Yaudah Ra, gue sibuk"
"Eh bentar... Bentar... gu..."
TUTT !!! (Seketika Arion mengakhiri panggilan nya begitu saja).
Melihat sikap Arion yang begitu jutek terhadap wanita, membuat reaksi teman-teman lainnya yang mendengar percakapan mereka tertawa menggeleng seolah mereka semua dibuat heran dengan sifat Arion yang terlalu kejam. Melihat reaksi teman- teman nya Arion hanya acuh dan menonaktifkan handpone nya.
"Jangan galak galak bro..." ledek salah satu kawannya tertawa.
"Namanya juga Rion, gak galak kiamat hahahaha..." timpal salah satu kawannya yang lain.
Melihatnya jadi bahan ledekan, ia pun memilih pergi beranjak dari tempatnya. Arion pun mengambil helmet dan kunci motor nya. "Cabut ah, ngantuk" sahut Arion kepada kawannya yang lain masih tengah sibuk berkumpul.
"Yaelah baru jam berapa" kata salah satu temannya yang sedang bermain gitar.
"Next lahhh..." jawab Arion kepada yang lainnya
"Yaudah Hati-hati bro" ujar Riko kepadanya.
(Arion pun mengacungkan jempolnya kearah Riko)
Kawan kawannya yang masih berkumpul pun melihat kepergian Arion begitu saja. Namun meski begitu mereka pun kembali asyik nongkrong. Sambil menunggu pintu lift terbuka, ia melirik sekilas jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 01.18 malam. Dengan rasa kantuk yang ia tahan, sesegera mungkin ia beranjak untuk pulang.
>> HALLO GUYS, BANTU VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. KARENA SETIAP VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERATI BUAT KU. TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DISINI YA :) :)<<
NEXT PART 5...