DEAR TARGET

DEAR TARGET
UNDANGAN PERTANDINGAN



Jam istirahat sedang berlangsung.


 


Kantin mulai terasa ramai, untung saja Lylian, Rivana, Alea sudah lebih dulu menempati meja makan sehingga tidak perlu repot- repot kehabisan lahan tempat makan. Saat mereka asyik bertiga duduk berbincang- bincang untuk kenal satu sama lain, tiba- tiba seorang cowok yang mengenakan kaos polos putih dibalut seragam basket datang menghampiri mereka yang tengah asyik makan dan membuat mereka kebingungan.


   


Jelas kebingungan ini di rasakan oleh Rivana dan Alea, karena yang datang ke meja makan mereka adalah Banyu sosok kakak kelas mereka dari kelas 12- IPS 1. Kehadiran Banyu juga banyak mengundang reaksi siswa- siswi lainnya yang ada di kantin ketika melihat Banyu datang secara terbuka  hanya untuk menghampiri adik kelasnya, dan hal itu pun tak pernah terjadi sebelumnya.


"Hai, sorry ganggu kalian gak nih?" Sapa Banyu yang tengah berdiri di samping kiri Lylian dengan ekpresi percaya dirinya.


"Oh, iya gapapa kak. Kenapa ya?" Tanya Rivana yang duduk tepat berhadapan dengan Lylian.


(Lylian pun yang belum mengenal Banyu pun hanya sekilas menoleh ke sisi kiri nya dengan ekspresi sapaan datar).


"Ehmm gini, gue ada undangan pertandingan nih minggu besok lawan SMA Nawangsa kalian mau gak dateng nonton?".


(Rivana dan Alea langsung terkejut dan saling bertatapan seolah shock!).


"Serius elo undang kita- kita nih kak?" Tanya Alea masih tak percaya.


"Ya serius dong hehehe... elo juga datang ya Lil" Seketika Banyu memegang pundak kiri Lylian yang memang berada tepat di sebelahnya.


      Reaksi Lylian pun terkaget saat Banyu memegang pundak nya dan ditambah lagi ia tau akan namanya. Lylian pun menoleh kepadanya dengan di balas raut wajah Banyu yang mengarah senyum kepadanya. Pasalnya ia tak tau siapa sosok cowok ini yang tanpa basa- basi mengajak mereka nonton pertandingannya. Melihat ekspresi kedua temannya yang sumringah itu membuat Lylian sedikit lebih cenderung biasa saja dan hanya sedikit bergumam seolah yakin tak yakin untuk bisa datang.


"Oke, jangan lupa jam 1 siang ya di lapangan basket SMA Nawangsa. Kalo gitu gue cabut duluan ya..." Seketika Banyu pergi berlalu begitu saja meninggalkan mereka dengan sisi kesan wajah Alea dan Rivana yang kegirangan.


     Setelah kepergian Banyu dan undangan dadakannya itu membuat Rivana dan Alea histeris kegirangan. Lylian yang hanya murid baru pun hanya ikut tersenyum liat reaksi kedua teman baru nya itu meski ia tak tau kenapa mereka teramat begitu senang dengan undangan Banyu tsb.


"Gila...gilaaaaa!" Sahut Alea sambil menepuk kedua pipinya.


"Cieee... seneng banget sih kalian kayak nya" canda Lylian ikut ceria melihat reaksi kedua temannya itu.


"Jelas lah Lil... Banyu tuh ketua kapten basket yang populer diangkatan kita tau. Udah ganteng, berprestasi pula!!" ujar Alea membuat kedua pipinya merona.


"Tapi aneh banget sih..." Rivana mulai berhenti dari rasa sumringahnya.


"Aneh ??" Lylian pun mengernyitkan keningnya.


"Banyu itu gak terlalu kenal gue sama Alea loh!! dan dia juga tau nama elo Lil"


"Ah bener banget tuh! apalagi perdana datang kearah kita cuma buat ajak nonton pertandingannya, impossible" imbuh Alea membenarkan ucapan Rivana.


"Hahaha... itu mah dugaan kalian aja kali guys" bantah Lylian dengan santai.


"Eh tapi kalaupun emang bener bodo amat lah yaa... yang penting kita nanti jadi dateng kan?" Tanya Alea menatap kedua temannya itu seolah berharap sekali bisa hadir.


"Gimana Lil? " Rivana pun ikut menatap dengan penuh harapan.


"Ayolah Lil..." Rayu Alea menambahkan suasana hati Lylian seolah tak enak hati jika menolak.


(Alea dan Rivana menatap penuh kepastian akan harapan Lylian yang bisa sepihak dengan mereka juga)


"Hmm... okedeh" Jawab Lylian membuat kedua temannya itu sontak kegirangan.


"Yeyyyyyyy gitu dong!!!"


      Keseruan mereka pun terus berlanjut yang membuat situasi mereka sepertinya bisa membuat Lylian nyaman berada di sekolah barunya. Kesan hari pertama nya saat ini menimbulkan kenyamanan perlahan baginya. Apalagi bersama kedua teman barunya yang begitu welcome terhadapnya.


                                                                        *** ***  ***


       Lylian sedang mencoba pulang sekolah dengan transportasi umum yaitu Bus transjakarta yang hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari sekolahnya. Ia duduk di halte Bus sambil membalas pesan teks mamahnya yang menginfokan bahwa tidak bisa menjemputnya karena ada meeting mendadakan di kantor sehingga akan telat pulang kerumah.


     Di sisi jalan tampak Bus tujuannya sudah tiba, dan Lylian pun melangkah untuk menaiki Bus tsb. Di dalam Bus terlihat masih sedikit penumpang sehingga ia memilih untuk duduk di kursi penumpang paling belakang sambil mendengarkan musik dengan earphone nya.


     Saat menikmati pemandangan dari sisi kaca jendela sambil mendengarkan musik, secara mendadak terlihat kerumuhan orang- orang disekitar dari arah depan Bus menyebabkan terjadi kemacetan hingga menimbulkan berbagai bunyi klakson yang riuh bertautan. Hal ini memancing simpatik dan penasaran nya ada apa gerangan ramai kerumunan di depan sana.


    Ia pun menghampiri kursi penumpang lain yang seorang wanita muda terlihat seperti karyawan. Tidak jauh dua langkah dari kursinya, ia pun bertanya karena penasaran. "Maaf ada apaan ya mbak di depan sana?". 


"Kayaknya motor di depan jatuh karna menghindari kucing lewat deh..." Sahut si mbak tsb.


"Yaampunn!!! ". 


      Karena Lylian orang yang sangat penasaran alias kepo, ia pun meniatkan diri ke depan untuk melihat lebih jelasnya. Rupa nya benar yang penumpang wanita itu jelaskan. Nampak seorang laki-laki tinggi menggunakan Helm full face warna red-doff dengan sedikit kacanya yang dibuka, lalu mengenakan jaket kulit berwarna hitam dan motornya khas seperti ala Balap warna hitam yang sudah keadaan terjatuh di tengah jalan. Benak Lylian yang terasa tak kuasa berlama-lama melihat akan setiap tragedi kecelakaan langsung berpaling kembali ke kursi penumpangnya.


    Nampak orang-orang di sekeliling nya pun juga ramai yang membantu laki-laki tsb untuk bangkit. Meski Lylian tidak tau laki-laki itu terluka parah atau tidak,yang bisa ia lihat jelas hanya warna motor dan sticker yang terlihat di bagian belakang motor tsb berlogo huruf 'A'.


     Seketika suasana di tengah jalan tsb kembali kondusif, Bus nya pun kembali melaju perlahan meninggalkan situasi itu. Lylian masih melihat laki-laki itu dari kejauhan sana yang tengah membenahi motornya yang terlihat rusak akibat benturan keras jalanan aspal.


*** *** ***


Hari demi hari akhirnya bergulir dengan cepat. Tak terasa seminggu kemudian pun berlalu, kehidupan baru Lylian di jakarta membuat nya lebih terbiasa dan mudah di lalui berkat kedua sahabatnya saat ini. Dan hari ini adalah hari dimana mereka akan segera pergi ke suatu tempat bersama. Alea dan Rivana berada di halaman depan rumah Lylian untuk menjemputnya dengan mobil matic kuning milik Rivana. Sesuai rencana mereka yang lalu untuk pergi ke acara pertandingan bola basket SMA Jaya Bangsa dan SMA Nawangsa atas undangan terbuka dari Banyu. Akhirnya mereka pun segera melaju untuk menuju lokasi.


    Panasnya akan matahari di siang hari, seperti nya seolah berubah tak mendukung situasi. Ketika awan gelap, perlahan menutupi sinar nya dan timbul angin-angin semilir. Tepat mereka tiba di lokasi hujan pun turun dengan derasnya.


"Deras banget! Untung kita udah sampe" gumam Alea.


"Aduh...gue haus banget lagi gak sempet minum gara- gara jemput elo pada" Rivana terlihat memegang tenggorokannya yang terasa mulai mengering.


"Yaudah, gue cari kantin nya dulu kali ya" Sahut Lylian.


"Gak usah Lil... lagian mana buka kantin weekend begini"


"Iya juga sih, terus gimana dong?"


"Eh itu ada warung" Tunjuk Alea mengarah luar depan sekolah.


"Oh iya tuh! tapi gada payung kesana nya " gerutu Rivana


"Biar gue yang beliin sekalian"


Seketika Lylian, Alea dan Rivana di buat kaget dengan suara laki-laki dari arah belakang mereka yang tiba tiba datang ingin menolong mereka. Sontak mata Lylian jadi terbelalak melihat sosok yang muncul datang menghampiri mereka dan itu adalah laki-laki yang pernah ia temuinya saat awal lalu di depan perpustakaan. Laki-laki itu pun seperti nya masih mengenali Lylian karena ia tersenyum mengarahnya sambil membuka payung.


"Heh? serius nih kak?" kejut Alea.


"Iya" dia tersenyum dan bertanya kembali "Mau minuman apa?".


"Air mineral deh kak"


"Aku juga kak" 


Melihat Lylian yang hanya terpaku diam, laki-laki itu pun mengarah kepadanya hingga membuyarkan keterdiaman nya.


"Mau minum apa?"


"Oke, wait..."


Benar saja! Laki-laki itu pun akhirnya keluar ke arah gerbang menyusuri warung yang berada di depan sekolah SMA Nawangsa. Di kejauhan luar seberang sana, laki-laki yang entah belum ia ketahui namanya bahkan belum sempat berucap terima kasih tempo lalu pun sedang membelikan ketiga pesanan minuman mereka. Hingga laki- laki itu pun kembali dengan satu tangan yang menggengam payung dan satu tanggannya yang menggengam satu kantong berisi minuman mereka.


"Nih..."


"Wahh... makasi banget yak kak Ruz, sorry nih jadi ngerepotin" Alea menerima minumannya dengan terkesima.


"Thanks kak " Ujar Rivana.


"No problem. Yaudah, duluan ya..." Pamitnya begitu saja.


"Oke, semangat kak..." jawab Alea dan Rivana bersamaan.


Lagi- lagi dalam keadaan pertemuan kedua kalinya Lylian lupa akan ucapan terima kasihnya yang belum sempat terlontarkan itu. 


"Woiiii Lil !! diem aja gak bilang makasih kek gitu" celoteh Rivana menyenggol bahu kanannya.


"Melongo aja, jangan-jangan suka ya sama kak Airuz cieeee..." ledek Alea.


"Namanya Airuz?" tanya balik nya.


"Kakak, Lil..."


"Dia senior kita dari kelas 12- IPA 1. nama lengkapnya Airuz Bastianiel wakil tim basket di sekolah kita juga, ganteng ya?" imbuh Rivana menambahkan penjelasannya.


"Ohh.." jawaban lirihnya seolah menandakan bahwa ia sudah tau namanya sekarang.


"Yaudah yuk ah masuk! mau mulai nih pertandingan nya" bujuk Alea langsung menarik kedua tangan temannya itu.


(Mereka bertiga pun bergegas menuju ke lapangan basket)


Pertandingan pun dimulai di lapangan indoor SMA Nawangsa. Meski bertanding di kandang lawan dan pendukung nya hampir siswa siswi disini, tak menggetarkan mereka bertiga untuk mendukung tim basket sekolah mereka yaitu SMA Jaya Bangsa.


Suasana terlihat riuh bersorak ria karena keduanya yang begitu sengit terus mencari cetak skor untuk kemenangan. Tidak ada ruang untuk tiap tim meninggalkan selisih skor jauh. Sungguh kedua tim yang handal.


Teriakan histeris siswa siswi SMA Nawangsa menggemuruh hingga menguasai seisi di lapangan. Alena dan Rivana tak tinggal diam ikut menyemangati tim sekolah SMA Jaya Bangsa untuk bisa menang di kandang lawan. Lylian yang memang tidak begitu paham pertandingan hanya bisa duduk dalam keadaan gereget di benaknya melihat kedua tim ber-adu sengit.


Dari kejauhan Lylian nampak sosok Banyu, Ariuz dan tim lainnya begitu tak-tis dalam mengontrol bola terhadap lawan. Setiap shooting bola yang mereka bawakan selalu berhasil membawa skor baik tanpa ada ketinggalan selisih dari lawan. Hingga di babak ke-4 skor masih imbang 89-89. Dan tambahan babak 2 menit pun terjadi. 


Semua pemain tim berusaha mengatur strategi untuk bisa mengubah keadaan menjadi skor yang harus diraih tanpa imbang. Banyu sang ketua kapten berusaha mengoper bola basket kepada Ariuz yang sedang di kawal ketat tim lawan. Tak ingin menyia-nyiakan menit terakhir pun Ariuz berusaha keluar dari zona hadangan lawan. Melihat kesempatan itu pun Banyu melempar bola ke arah Ariuz yang tak jauh dari ring untuk bisa shooting di detik terakhir, dan....


"PRITTTTTTTTTTTT....!!!!" peluit terakhir pun berbunyi.


Skor pun berakhir 100-99.


Lylian yang hanya duduk pun seketika refleks bangkit ikut senang merayakan euforia kemenangan tim sekolahnya. Di tengah lapang tim mereka pun juga tampak senang karena bisa menang di kandang lawan mereka. Melihat tim yang kelelahan namun senang akan kemenangannya membuat pendukung dari pihak lawan sedikit merasa kecewa.


Alea dan Rivana yang histeris senang sekali tim sekolah nya menang. Seketika Banyu pun tersenyum, melihat mereka bertiga datang dan duduk diatas sana yang tidak begitu tersorot dari jangkauan nya. Ia yang sempat berpikir mereka bertiga tidak datang pun, membuat senyuman tipis di bibir Banyu mengembang menjadi lega.


Pertandingan telah usai, hujan pun ternyata juga sudah reda. Lylian, Rivana dan Alea sedang di parkiran sekolah untuk bergegas pergi. Dengan waktu yang bersamaan Banyu dan tim pun keluar. Rupanya tak nampak sosok Ariuz di kejauhan sana dengan tim yang lainnya. Banyu pun Melihat Lylian, Alea dan Rivana dari kejauhan pun menghampiri nya sebentar.


"Hei, kalian mau balik?" sapa Banyu kepada mereka bertiga.


"Iya nih kak. Oh ya...selamat ya kak atas kemenangan nya" sahut Alea lebih dulu.


"Selamat ya kak" Rivana dan Lylian pun bersahutan bersama.


"Thanks banget loh kalian beneran datang, gue kira ga datang karna hujan".


"Datang lah kak, kan udah di undang ya kan girls!" Seru Alea sambil menoleh kearah Lylian dan Rivana.


"Oh ya...gue sama tim mau rayain nih! gimana kalo kalian juga ikut tenang aja gue yang traktir kok, mau gak?".


(Banyu pun memantik tawaran kepada mereka membuat Alea dan Rivana kaget campur gembira).


"Sorry kak, kalo next aja bisa gak?" Jawab Lylian membuat kedua temannya itu langsung lesu seketika.


"Oh why?" Banyu pun rupanya tampak kecewa.


Belum sempat Lylian menjawab tiba-tiba dari arah sisi kanannya pun datang sebuah motor yang lewat dan melaju cepat ke arah luar gerbang sekolah. Orang yang mengendarai motor itu pun melewati genangan air hingga membuat air genangan itu mengotori pakaian Lylian di bagian sisi kanannya. Sontak Lylian, Alea, Rivana dan Banyu di buat kaget akan hal itu.


"WWWOOOIIIIIII... !!!" Teriak Banyu kesal.


Melihat pengendara motor tsb yang rupanya tak sadar telah mengotori baju Lylian dengan genangan air pun terus melaju. Lylian hanya bisa berdengus kesal dan menoleh ke arah motor itu melaju. Ternyata motor itu tak asing baginya seperti pernah melihat entah dimana. Dalam benaknya terus mencerna dan bertanya-tanya.


"Elo gapapa Lil?" tanya Banyu yang melihat reaksi Lylian terpaku diam.


"Gapapa kok kak".


Lylian masih bertanya-tanya dalam ingatannya. Dan tiba tiba batinnya bergumam "Ah! Sticker!".


Sontak ia baru menyadari bahwa motor yang baru saja mengotori baju nya adalah motor yang pernah ia lihat Minggu lalu saat kecelakaan itu.


"Siapa sih tuh orang main bablas aja gak minta maaf lagi!" gerutu Rivana.


"Arion..." jawab Banyu lirih dengan tatapan seolah tak senang.


"Ha? kak Arion udah balik lagi?" sahut Alea.


Lylian menoleh sekilas ke arah Banyu yang mendapati tatapan mata Banyu seolah masih tersorot memandang arah luar gerbang sana dengan tatapan benci. Melihat akan hal itu, ia pun menepis pandangan keanehan itu dan kembali memikirkan baju sisi kanannya yang sangat kotor.


"Yaampun Lil, kotor semua lagi" sahut Alea sambil membersihkan baju Lylian dengan tissue.


"Yaudah pulang deh yuk! baju elo kotor gini" bujuk Rivana kepadanya.


Seketika Banyu melepas jaket jeans nya untuk di pakaikan ke pundak Lylian. Sejenak hal itu membuat Lylian dibuat kaget, begitu pula dengan Alea dan Rivana yang melihat perlakuan Banyu itu mengundang reaksi mereka jadi iri.


"Pakai ya biar gak masuk angin".


"Gausah kak" tepis Lylian.


"Gapapa kok! ntar pulang kotor ketauan nyokap dikira abis main disawah lagi" Ledek Banyu.


(Lylian pun hanya tersenyum tipis seolah merespon tak enak hati).


Akhirnya pun Lylian, Rivana dan Alea segera bergegas ke dalam mobil dan beranjak menginjak pedal gas nya untuk segera pulang mengantarkan Lylian lebih dahulu. Banyu masih berdiri mengamati kepergian mereka bertiga dari arah belakang.


>> HALLO GUYS, BANTU VOTE DAN KOMENNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. KARENA SETIAP VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERATI BUAT KU. TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DISINI YA :) :)<<


NEXT PART 3...