Dawn And His Darling

Dawn And His Darling
8 : Penyelidikan yang Berakhir



Inspektur Park kembali ke dalam ruangan interogasi. Dia memberikan botol air mineral itu kepada Supir Kim.


"Ini, silahkan," begitu katanya.


Supir Kim yang menerima sebotol air mineral itu langsung meminumnnya. Setelahnya, Supir Kim menghela napas. Supir Kim menutup kembali botol air mineral tersebut dan melanjutkan kesaksiannya.


"Tolong Anda lanjutkan kesaksian Anda, Tuan Kim."


"Baik."


Supir Kim lagi-lagi menghela napas, tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh lawan bicaranya. Supir Kim tidak pernah memiliki niatan untuk menculik atau melakukan kejahatan apapun pada nona Lee Chaehyun. Tidak pernah ada setitik niatan jahat yang terlintas di otaknya.


"Setelah mengantar kan nona, Saya kembali ke kediaman nona. Saat itu, saya benar-benar tidak tahu jika nona meninggalkan tas miliknya. Namun, hal semacam ini memang sering terjadi. Nona Chaehyun tidak begitu suka membawa tas."


"Tidak suka membawa tas?"


"Ya, biasanya nona hanya membawa smartphone-nya. Nona Chaehyun lebih senang menggunakan jenis transaksi digital. Jadi, serasanya terlihat tidak memerlukan tas maka nona akan meninggalkan tasnya begitu saja."


Supir Kim berhenti berbicara, sedangkan Inspektur Park mengetik kesaksian Supir Kim.


"Sebentar, bukankah tadi Anda bilang bahwa [Anda benar-benar tidak tahu jika nona meninggalkan tas miliknya?] Apa biasanya Anda mengingatkan nona untuk membawa tasnya?"


"Ya, Saya biasanya melakukannya, tapi saat itu Saya lupa melakukannya. Saya sungguh menyesal."


Inspektur Park merasa ada hal yang aneh sehingga dia bertanya untuk memastikan.


"Kenapa Anda menyesal?", begitu tanya Inspektur Park.


"Karena ternyata nona juga meninggalkan smartphone-nya di dalam tas."


Inspektur Park memainkan sedikit jari-jarinya. Mendengar penjelasan Supir Kim yang cukup runtut membuatnya sadar bahwa tidak ada sedikit pun kegugupan di dalamnya. Supir Kim belum sekalipun mengatakan kebohongan. Supir Kim sepertinya memang tidak terlibat dalam kasus ini. Dia adalah murni seorang saksi atau malah mungkin korban, mengingat 'ketulusannya' ketika bekerja. Jika nonanya hilang selamanya, bukankah Supir Kim juga berkurang pekerjaanya? Atau bisa jadi dia malah dipecat begitu saja?


Supir Kim adalah budak kapitalisme sejati. Dia menjadi loyal karena bayaran yang diberikan oleh keluarga konglomerat ini. Sampai-sampai tidk ada niatan jahat yang muncul dalam benaknya karena kehidupannya dan mungkin saja keluarganya sudah terjamin dengan gaji yang diberikan.


"Ah, begitu. Mari lanjutkan ke kejadian setelah Anda mengantar sau---"


Ucapan Inspektur Park terpotong. Ada sebuah panggilan masuk. Itu panggilan dari Brigadir Eun.


"Maaf sebentar, Tuan Kim. Saya akan mengangkat telepon."


Supir Kim hanya mengangguk.


Inspektur Park keluar dari ruang interogasi lagi. Dia menuju ruang di balik kaca perspektif searah.


Muka Inspektur Park terlihat tidak baik, sepertinya dia cukup terganggu dengan telepon tiba-tiba dari Brigadir Eun itu.


"Eun Min, ada apa?"


Setelah berkata demikian bukannya memberikan penjelasan lebih lanjut, Brigadir Eun malah memainkan smartphone-nya kembali. Kali ini dia juga memasang 'buds' di kupingnya seperti sengaja tidak ingin ditanyai lebih lanjut.


Inspektur Park menjadi lebih marah.


Namun tentu saja Inspektur Park tidak boleh meluapkan emosinya begitu saja.


Maka Inspektur Park menanyai bawahannya yang lain.


"Apakah itu benar, Brigadir Baek?" selidik Inspektur Park Junsang.


"Hmmm... Saya tidak tahu lebih lanjut, Inspektur Park. Tapi tadi Brigadir Eun mendapatkan telepon dari hmmm... seseorang bernama Lee Hwan? Dan katanya sepupunya sudah kembali. Yak, begitu."


"Ya Tuhan, siapa lagi itu?"


Inspektur Park frustasi. Kasus yang cukup besar seperti ini, kenapa harus dia dengan dua orang anggota yang tidak kompeten dan asal-asalan semacam ini?


"Ya, Min? Lee Hwan itu siapa?"


Brigadir Baek menoel lengan Brigadir Eun, yang ditoel pun bersuara.


"Hah? Kamu bicara apa aku tak dengar!"


Brigadir Baek mencopot 'buds' (tws maksudnya) secara paksa.


"Lee Hwan itu siapa?!"


"Oh, itu temanku saat sma. Dia sepupu Lee Chaehyun yang hilang itu. Kata dia, sepupunya sudah ditemukan temannya dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Sebentar, ini nomor telepon dari Pengacara Cha, ku tulis dulu...."


Inspektur Park kesal, dia seperti tidak dianggap di sini. Namun dia tetap menunjukkan kesabarannya.


Brigadir Eun menyerahkan secarik kertas kepada Inspektur Park sambil berkata, "Kata teman saya, Anda bisa langsung menghubungi Pengacara Cha untuk lebih lanjutnya karena korban tidak ingin ditanya-tanya."


"Pengacara Cha?"


"Pengacara Cha Sunghoon, teman saya di sekolah dasar dulu..."


"Haduh... Brigadir Eun, jika kamu seperti ini lagi, kamu tidak akan bisa naik pangkat", Inspektur Park menghela napas panjang.


"Terima kasih atas nasihatnya, senior. Tapi saya tidak peduli", Brigadir Eun memasang 'buds'nya kembali.


Tidak ada orang sesabar Inspektur Park di kantor itu.


...[Dawn and his Darling]...