Dawn And His Darling

Dawn And His Darling
2 : Lelah



Ketika si gadis membuka matanya, dia menyadari bahwa dia berada di sebuah kamar dengan gorden-gorden besar. Gorden-gorden itu jelas menutupi jendela besar yang berada di sebelah kasurnya. Badannya terbalut selimut putih yang hangat. Kepalanya beralaskan bantal yang halus. Dia tidak yakin apa yang terjadi padanya setelah pura-pura pingsan. Hanya saja sekarang dia ingin tidur lagi. Menidurkan badannya yang lemas.


●●●


"Jason Yang! Kamu gila! Serius!", perempuan itu berteriak ke penerima panggilan di seberang.


Sedangkan yang menerima telepon hanya bisa menjauhkan ponselnya. Kupingnya sakit.


"Kamu melakukan hal semacam itu! Bagaimana reputasi keluarga kita nanti?! Dan lagi, apa kamu sanggup menerima pertanyaan dari ayah dan keluarga besar?! Satu lagi! Tindakanmu bisa mengancam keberadaan kita juga. Hah, aku tidak habis pikir," suara dalam telepon itu menghela napas.


Remaja Yang itu hanya menjauhkan ponselnya lagi.


Tidak seharusnya kakaknya terdengar semarah ini.


Dia sadar akan semua konsekuensi yang diterimanya. Dia sadar. Sungguh. Hanya saja sulit sekali baginya untuk mengontrol aroma itu. Itu sungguh manis. Aroma itu membuatnya lapar. Harum. Berbeda jauh dengan gula bercampur darah sapi yang biasa dia konsumsi. Atau juga serbuk darah dan kapsul-kapsul energi.


Ini pertama kalinya dia mengonsumsi darah manusia.


Dan perasaan aneh membuatnya kacau.


Antara kemanusiaan karena dia hidup di dunia manusia.


Atau takdirnya yang menyatakan bahwa dia bukanlah manusia.


●●●


Gadis itu terbangun lagi. Kali ini kesadarannya lebih baik daripada sebelumnya. Kamar yang dia tempati dalam keadaan gelap. Matanya masih berusaha menyesuaikan dengan gelapnya kamar. Jujur saja kepalanya pusing, tapi dia merasa dirinya harus terbangun.


"Akh..."


Siswi itu perlahan-lahan menghampiri pinggiran kasur, berusaha berdiri.


Terdapat meja nakas putih di sisi kasur itu. Satu buah teko dan gelas terletak di atasnya. Chaehyun merasa haus setelah melihat teko itu. Dia berharap ada air di dalamnya. Tangan itu meraih tekonya, mengangkatnya sedikit hendak memastikan apakah ada cairan di dalamnya.


"Ah, ada isinya..."


Tidak peduli dengan cairan apa yang terdapat di dalamnya, teko itu dituang begitu saja ke dalam gelas.


Siswi itu lalu meminum langsung isi dari teko tersebut. Dia sedikit lega karena ternyata isinya adalah air. Tiga gelas air dia habiskan begitu saja. Lalu, dia merangkak kembali ke atas kasurnya.


Dan tertidur lagi layaknya orang pingsan.


●●●


Jason Yang sedang terduduk sendiri di ruang perpustakaannya. Raut mukanya menampakkan kejelasan bahwa dia sedang bingung. Dan jelas tidak tahu bagaimana cara dia untuk mengatasi perbuatannya.


Mungkin karena keluarga mereka sama-sama keluarga yang berpengaruh. Dan sepertinya, Julia Yang, kakak perempuannya tengah membantunya menyembunyikan kejahatannya.


Jika tidak begitu, maka sudah sedari tadi ayahnya atau kakeknya menelepon.


Semakin lama, semakin frustasi. Remaja itu belum berani menengok korbannya yang dia pindahkan seorang diri ke kamarnya. Biasanya jika sudah meminum obat penghenti pendarahan, asam traneksamat, maka darah akan berhenti keluar.


Begitu yang dia pelajari ketika membantu temannya Jaeyoon setiap kali temannya itu meminum darah manusia.


Jadi, Jason harap siswi itu baik-baik saja.


●●●


Chaehyun terbangun tiba-tiba. Dia tidak tahu apakah itu malam atau siang.


Setelah tertidur dan terbangun beberapa kali dia jadi buta waktu. Tidak ada jam di kamar itu. Dia juga tidak memegang ponselnya sama sekali. Sepertinya dia tinggalkan begitu saja di dalam mobil beserta tas tenteng yang terlihat terlalu mentereng itu. Kini dia menyesal.


Chaehyun terbangun karena menahan buang air kecil.


Dia segera bangun lalu, menuju pojok kamar. Kamar itu memang gelap, tapi dia yakin bahwa cahaya yang ditujunya saat ini adalah cahaya lampu kamar mandi.


Chaehyun berjalan perlahan-lahan dan memasuki kamar mandi itu. Lagi-lagi beraroma ceri. Dengan sedikit takut dia gunakan kamar mandi itu.


Selesai buang air kecil, Chaehyun mengamati seisi ruangan itu. Itu pasti milik siswa yang kemarin menculiknya. Dia yakin dengan jelas.


Manusia aneh yang menghisap darahnya itu.


'Apa dia vampir?', pikir Chaehyun.


'Di mana dia sekarang? Dia harus bertanggung jawab', batin Chaehyun.


Sebenarnya siswi itu ingin mengelilingi rumah itu. Kemudian mencari siswa yang menculiknya.


Namun, ketika dipikir-pikir lagi. Tindakan itu mungkin saja membahayakan nyawanya. Bisa saja siswa itu berkomplot dengan vampir-vampir lain untuk terus-terusan meminum darahnya. Chaehyun tidak mau.


Selain itu, toh pasti keluarganya sedang mencarinya. Begitu pikir Chaehyun.


Maka Chaehyun menuju kasurnya dan tertidur pulas lagi.


Dia lelah.


...[Dawn and his Darling]...