Come Back to Me, Darling!

Come Back to Me, Darling!
Chapter 1.



17 jam kemudian


Saat ini, jam menunjukkan pukul 04.21 WIB. Walau masih subuh, bandara CGK tetap ramai pengunjung. Tapi tidak seramai hari-hari istimewa.


Setelah landing, gadis itu langsung menuju bagasi pesawat untuk mengambil beberapa koper bawaannya. Beruntungnya, dia tidak perlu mengantri.


Gadis itu menghirup udara sejenak. Ini masih pagi, jadi udara masih bisa dikatakan cukup segar. Tapi mungkin untuk beberapa menit kedepan, ketika kendaraan beroda dua maupun empat mulai beraksi, udara tidak sesegar ini lagi.


Dia berjalan ke luar bandara. Langit masih gelap, dan pemandangan gedung-gedung pencakar langit menyambut kedatangannya.


Tapi, sepertinya dia melupakan sesuatu. Dia mencoba mengingat,  dan masih terus mencoba mengingat.


Beberapa mobil taksi melintas didepannya. Hingga dia mengingat sesuatu.


Segera, dia menelpon seseorang.


"Udah dimana? Shia udah turun nih."  Gadis itu berkata kepada sesorang didalam telpon.


'Letak kamu dimana sekarang!'


"Udah diluar bandara, tempat yang banyak taksi nya." Shia kebingungan menjelaskan, jadi hanya mengatakan seadanya. Berharap orang yang ditelepon tahu letak posisinya.


Tanpa aba-aba, sambungan telpon diputus. Shia mengernyit dahinya. Ketika dia ingin menelpon nomor kembali, seseorang menepuk bahunya keras.


Dia menoleh, "Bundaaaa," Suaranya sangat melengking, membuat beberapa orang yang ada di area itu menoleh kearahnya.


Wanita paru baya yang dipanggil bunda tersenyum. Tanpa memperhatikan sekitar, gadis itu langsung memeluk bundanya.


"Shia," wanita paruh baya itu membalas pelukan putri nya yang sudah 4 tahun tak pulang.


"Shia, akhirnya kau pulang nak. Bunda sangat merindukan mu." Suara bunda terdengar sendu tapi masih penuh kelembutan.


Ia memeluk anak gadisnya sangat  erat. Pelukan erat dari sang Bunda membuat Shia tidak bisa bernapas. Dia mencoba melepaskan diri dengan mendorong tubuh Bunda nya pelan.


"Bunda, pelukanmu bisa membunuhku." Shia berkata sambil menggembungkan pipinya. Gerutuan tak jelas dilontarkan nya dengan suara kecil. Justru itu membuat dirinya semakin terlihat menggemaskan.


Bunda terkekeh ringan, seraya mencubit pipi gadis yang sedang menggerutu itu. Wanita itu berkata, "Sudah, ayo kemobil, berikan koper mu pada supir. Lee sudah menunggu di mobil."


Gadis itu berdecak kesal dan agak kecewa, "dia ikut? Tapi tidak menjemput ku langsung. Apa gunanya hanya menunggu dimobil." Kenapa Lee begitu tega, apa tak merindukannya?


Bunda mencoba menjelaskan bahwa Lee mengalami mabuk perjalanan jadi lebih memilih duduk dimobil. Bunda juga mengatakan akan ada kejutan yang menantinya dirumah, untuk menenangkan Shia.


"Benarkah bunda?" Katanya antusias. Gadis bertemperamen tinggi itu melupakan sejenak kekesalannya.


Bunda yang melihat perubahan ekspresi Shia dalam sekejap hanya tersenyum, "benar sayang, kami semua membuat kejutan atas kepulangan dan keberhasilan mu di perancis."


Shia tak sabar pulang kerumah. Dia sangat merindukan keluarga kecilnya.


Selama 4 tahun ini, dia tidak pulang karna sedang fokus dalam membangun perusahaan barunya yang bergerak dalam bidang Fashion.


Shia tidak terlalu mendalami bidang ini, tapi itulah yang membuatnya merasa tertantang.


Sesampai dimobil, Shia langsung mengecek keadaan Lee. Walau sempat marah, dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan adiknya.


"Apa kau masih merasa lemas Lee?sudah minum obat?" Shia memperlembut suaranya.


"Ya kakak, aku sudah sehat. Tidak perlu khawatir, aku kan kuat."


Bunda dan Shia tersenyum mendengarnya.


Selama perjalanan, mereka selalu mengobrol. Lee meminta Shia menceritakan kehidupannya diperancis.


Shia mengatakan, kehidupannya di Perancis hampir berlangsung monoton. Setiap pagi sampai sore dia akan bekerja, dan malamnya bertemu klien. Hari-harinya sungguh membosankan dan sangat melelahkan.


Kadang, ada klien yang sengaja mencari masalah. Saat itu, perusahaan masih tergolong perusahaan kecil, jadi pasti banyak perusahaan yang ingin menjatuhkan.


Hingga 1 tahun lalu, dengan kerja keras dan kemampuan dalam bernegosiasi, dia berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa desainer yang cukup ternama di Perancis. Walau tergolong perusahaan berkembang, tapi sudah banyak menarik perhatian warga paris.


Setelah perusahaan cukup stabil dan terkendali, dia memutuskan pulang ke indonesia. Mungkin sekitar 2-3 bulan. Tapi tetap akan bekerja, dengan monitor dari jauh.


Dia juga harus mengontrol bisnis nya di Indonesia.


Bunda dan Lee yang mendengar semuanya merasa sedih. Ternyata Shia benar-benar bekerja keras disana.


Bunda memeluk Shia erat. Mendoakan putrinya ini diberi kemudahan oleh Sang Maha Kuasa. Shia tersenyum, tentu doa Bunda akan dikabulkan. Karna berkat doa Bundanya lah dia bisa mencapai puncak seperti saat ini.


Lee menyarankan supaya berhenti bekerja terlalu keras, dan serahkan urusan perusahaan pada nya dan Etta.


Shia terharu, Lee dan Etta memang dapat diandalkan. Selagi dia masih bisa, maka biarkanlah.


Lee dan Etta juga pasti sibuk menghandle bisnisnya di Indonesia. Selama di Perancis, Shia menyerahkan urusan ini pada mereka berdua. Tapi masih tetap dalam pantauan Shia.


Perusahaannya di indonesia mencakup bidang ritel. Bisnis nya kini sudah semakin meluas.


Dulunya, ia dan keluarganya hanya orang miskin yang tinggal disebuah rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah sewaan, berada di desa terpencil yang berbatasan langsung dengan Pulau Samosir, tepatnya di Sumatra Utara, Medan.


Nita Manurung, adalah nama bunda yang amat ia sayangi.


Bunda bersuku Batak Toba, menikah dengan ayah mereka yang seorang Jawa tulen dari Surabaya. Ayah pergi meninggalkan mereka demi seorang janda muda yang merupakan rekan kerjanya.


Karna itulah, bunda memutuskan untuk pulang ke tanah kelahiran dengan membawa ia, Max dan adik-adiknya. Sejak itu, ia menjadi seorang single parents.


Kehidupan mereka dulu jauh dari kata mewah. Bunda mengurus sepetak sawah peninggalan Opung buyut mereka. Dan juga berkerja menjadi pembantu dirumah orang terkaya didesa itu.


Note: Opung (Kakek/Nenek dalam bahasa batak toba).


Setelah kelulusan lebih awal Max dari SMA, ia mendapat beasiswa penuh universitas Harvard. Hal tersebut sangat membanggakan bunda, sekaligus memberikan dilema. Mereka tak ingin Max pergi jauh dari mereka, tapi sebagai seorang kakak tertua, dia memikul beban atas adik-adiknya dan bunda.


Sehingga mau tak mau, bunda mengizinkan Max pergi. Berbekal doa dan beberapa uang tabungan yang tak seberapa, ia pergi melanjutkan sekolah.


Setelah lulus S1, ia pulang ke Indonesia dan mulai membangun usaha sendiri. Sejak itu, kehidupan mereka sedikit lebih baik.


Hingga, pada saat itu ketenangan mereka terusik. Datangnya surat kesepakatan pernikahan yang telah disetujui oleh buyut mereka membuat Max tertekan.


Dengan alasan ingin membentangkan sayap bisnisnya, ia merantau ke tanah asing. Rusia, tempat yang menjadi pilihannya untuk menjadi seorang yang besar.


Shia, telah mengerti beban berat yang dipikul oleh Kakak tertuanya membuat ia bertekad masuk ke dunia bisnis. Ia melakukan segala cara untuk mengumpulkan modal tanpa sepengetahuan keluarganya.


Termasuk, menyetujui perjanjian perjodohan yang telah buyut mereka setujui dengan buyut keluarga Denius.


Shia bukan orang berotak jenius, tapi juga bukan orang bodoh. Dengan kerja keras, dia berhasil mendapat posisi Ratu Bisnis Asia Tenggara.


Inilah pencapain yang selalu diimpikan. Terutama, membuat Bunda bangga akan keberhasilannya.


Lee mengatakan bisnis disini sangat lancar. Dia ingin menunjukan beberapa laporan terbaru perusahaan tapi Shia menghentikannya.


Ini bukan waktunya membahas masalah perusahaan. Dia hanya ingin berbagi rindu bersama bunda dan Lee.


Lee hanya mengiyakan. Dia juga sangat merindukan Shia.


Mereka kembali mengobrol, tapi dengan topik yang berbeda. Sesekali bercanda ria.


'Sudah lama aku tak melihat senyum ini ', shia membatin. Sungguh dia sangat merindukan senyuman bunda, dan keluarga nya yang lain.


Hari masih subuh, ketika mereka sampai di kawasan permukiman Pondok Indah, Jakarta Selatan.


Suasana disana tidak ramai, tapi juga tidak sepi. Beberapa warga keluar rumah untuk menunaikan salat subuh dimasjid daerah sekitar.


Suara adzan memanggil jiwanya untuk sembahyang. Membuat mobil yang dikendarai berhenti sejenak.


Lalu lalang orang-orang disana membuat Shia bernostalgia. Merindukan masa kecilnya.


Setelah selesai menunaikan kewajiban, mereka semua kembali kemobil untuk melanjutkan pulang.


Shia menurunkan kaca mobil, untuk mencari angin. Beberapa kali, mobil mereka berpapasan dengan mobil lain.


Beberapa menit kemudian, gerbang besar dan tinggi terbuka menyambut mereka. Rumah mewah dihadapannya menghadap dengan angkuh pada sang pemilik rumah. Cahaya dari lampu taman dan beberapa lampu diteras rumah menampilkan penampilan asli rumah tersebut.


Shia mengamati rumahnya dengan seksama dari dalam mobil. Masih terlihat sama, walau ada sedikit perombakan.


Rumah mewah berdinding cokelat, cream dan orange dengan nuansa alam hijau sungguh membuat mata terpukau. Terpampang jelas lukisan gorga hitam dan merah di beberapa sudut rumah.


Halaman luas dengan banyak pohon-pohon buah mangga dan beberapa buah lainnya menjulang rapi, menampilkan kesan asri.


Ditambah berbagai bunga disekitar halaman menuju taman. Khususnya pohon anggrek berkerumun disalah satu gazebo.


Jalan kecil yang dipenuhi kerikir kecil tumpul langsung mengarah ke pintu rumah. Jangan lupakan kolam air mancur dengan hiasan lampu-lampu kecil disamping gazebo juga menyambung jalan menuju taman.


Shia, bunda dan Lee turun dari mobil beserta pak supir yang membantu membawa koper milik Shia.


Tok tok tok


"Assalamuallaikum," Shia dan Bunda mengucapkan salam bersamaan


"Waalaikumsalam," suara wanita dari dalam rumah menyahut salam mereka.


Tunggu...Suara ini!


...............


note: Karna kritikan seseorang yang spesial akan cerita ini, membuatku sadar kekurangan cerita ini yang dapat dilihat dengan mudah oleh mata. Jadi sebisa mungkin, aku mencoba menimalisir nya. Walau sebenarnya ga berkurang sama sekali, tapi setidaknya aku memperbaiki kekurangan yang kalian ungkapkan. Terima kasih atas kritikan nya, percaya lah selain pujian aku juga sangat mengharapkan kritikan kalian semua.


Like,comment,and rate yah readers!!!!