Changing Fate

Changing Fate
Bab 5:Rapat



Bab 5: Rapat


Setelah mereka Berkumpul para pejabat duduk dikursi begitu juga dengan Beny,


sekertaris,dan juga orang misterius berkacamata hitam, Namun Rio Berdiri didepan pintu masuk dia tidak berani masuk kedalam karena dia merasa sangat bersalah dan pasti dipecat oleh manager,


namun Rio terus berdoa didalam hatimya meminta pertolongan pada YANG MAHA KUASA.


Rapat belum dimulai karena manager belum datang,


dan saat itu sekertaris mencoba menghasut


para pejabat agar mereka mendukung Sekertaris dengan melebih-lebihkan fakta,


dia mengatakan Bahwa "SAMPAH" seperti Rio tidak seharusnya berada di perusahaan besar,namun berada ditempat SAMPAH


"Para Pejabat dan ketua sekalian,apa kalian setuju bahwa si "SAMPAH" Rio dipecat dan diusir dari kantor perusahaan ini,


dia telah mencuri uangku dia menggunakannya untuk senang-senang,


dia bahkan menghilangkan dokumen penting yang akan kugunakan dalam Rapat penting,


SAMPAH ini ingin agar aku dipecat dari perusahaan,jadi para pejabat dan ketua sekalian Apa kalian setuju kalau Si SAMPAH ini diusir dari kantor ini!",


Para pejabat saling berbisik dan salah seorang pejabat mengatakan


"Apa..aku tidak menyangka kalau Rio berbuat Hal sekeji itu,Padahal biasanya dia kelihatan baik dan disiplin bahkan dia selalu yang paling awal datang kekantor".


dan salah seorang pejabat juga angkat bicara dan merasa marah kepada Rio


"lebih baik kita pecat aja dia,"SAMPAH" sepertinya hanya berpura pura baik,".


Beny menatap sekertaris dengan penuh Amarah namun dia tidak bicara karena tidak ingin membuat situasi makin kacau.


Sedangkan Rio hanya tertunduk diam tidak berani mengatakan apa apa,


Disaat mereka sedang membahas masalah Rio,Tiba-tiba manager datang dan semua orang terdiam.


Manager melihat Rio berdiri diluar dan menyuruhnya gar ikut masuk kedalam ruang Rapat


"Rio,kamu ngapain berdiri di luar ayo masuk".


Rio dengan sedikit takut masuk kedalam dan mencari kursi untuk dia duduki,


Beny menyarankan agar Rio duduk disampingnya,Lalu mangar memulai Rapat


"Ok semua kita mulai Rapat penting ini,seperti yang kita ketahui masalah yang terjadi kemarin adalah masalah besar,


tapi jangan sampai Bos besar tau,ok baiklah Rudy sekarang kamu beritahukan detail masalahnya".


Kemudian sekertaris menjelaskan masalahnya


"Baik pak,awalanya saya memberikan mobil saya digunakan Rio karena Dia perlu dan butuh mobil,


dia ingin sedang membutuhkan mobil untuk urusan penting jadi saya memberikan mobil saya dengan syarat dia harus mencuci,


dan mengisi bensin mobil saya selama 1 minggu pak,namun kemarin koper saya yang berisi uang dan dokumen penting ketinggalan dimobil jadi saya menelepon Rio agar segera kembali,


dia waktu itu sedang mencuci mobil saya pak,terus saya menyuruh Rio agar segera kembali karena saya memerlukan koper tersebut namun Rio,tidak mengangkat teloponya saya merasa curiga,


setelah 1 jam mencoba meneleponya akhirnya dia mengangkatnya dan saya menayakan alasan kenapa dia lama sekali mengangkat telepon saya,


Rio menjawab dia tidak bisa mengangkatnya karena hp ketinggalan di mobil yang sedang dicuci,


jadi saya tidak menghiraukannya dan menyuruhnya agar segera kembali,


tapi Rio langsung mematikan teleponya dan saya menunggu selama 3 jam lebih pak,-


-namun Rio tidak datang datang,saya semakin curiga pak,


setelah menunggu 4 jam Rio akhirnya datang dan saya melihat mobil saya Rusak dan saya juga memeriksa kalau koper saya kosong pak,


uang dan dokumen didalamnya hilang pak,jadi saya menduga Riko sengaja merusak mobil saya dan mencuri uang beserta Dokumen yang ada didalam koper.


dan menyimpannya makanya dia lama datang,jadi pak saya harap pak manager memberikan keputusan yang adil dengan memecat dan mengusirnya karena Rio pasti bakalan membuat masalah besar bagi perusahaan ini".


Lalu manager menanyakan kebenaranya kepad Rio


Pada saat Rio hendak menjawab sekertaris menatap mata Rio dan mengancan Rio dengan meletakkan Jari dilehernya


(yh kalian pasti tau lh seperti "lu bakalan mati")


Dan dengan takut Rio menjawab


"B...e.n.ar pak".


semua orang terkejut mendengar jawaban Rio,dan sekertaris tersenyum licik dan dia merasa dia sudah menang kemudia dia kembali memprovokasi semua orang


"Jadi pak,karena Rio sudah mengakuinya Langsung aja pecat dia pak,dia tidak cocok berada diperusahaan ini,bener tidak!".


Para pejabat dan ketua setuju dan mendesak manager agar segera memecar Rio


"Bener pak,pecat dia,pecat dia,pecat dia....".


Mereka mengatakanya secara bersamaan,Beny tidak tahan lagi dan dia ingin memukul sekertaris,untungnya dia dihentika oleh Manager,dan manager menyuruhnya agar tenang,


disituasi yang sedang kacau Rio hanya bisa diam tertunduk dengan keringat yang membasahi tubuhnya,tiba-tiba Manager berteriak


"Diam semua"


mereka semua terkejut dan segera terdiam.


Manager manyuruh Beny untuk mengambil tas yang barisi semua barang bukti yang dikumpulkan oleh Beny


"Beny sekarang kamu pergi ke kantorku dan ambil barang itu".


Beny segera pergi mengambil barang yang dimaksud oleh manager sekertaris dan juga semua orang menjadi bingung


karena manager tidak marah dan tidak langsung memecat Rio,


malah Manager bersikap tenang dan menyuruh Beny mengambil barang kekantornya,mereka saling berbisik2 satu sama lain


"Ada apa ini,kenapa pak manager Tidak memecat Rio,padahal Sekertaris sudah menjelaskan semuanya dan Rio juga mengakuinya".


manager mengatakan bahwa Rahasia sebenarnya bakalan terungkap,


Beny akhirnya datang membawa barang yang dimaksud oleh manager.


lalu menyerahkannya kepada manager,


manager segera membuka dan mengeluarkan semua barang bukti dan menunjukkannya kepada semua orang yang ada dirapat tersebut dan membuat semua orang terkejut termasuk sekertaris


"semuanya inilah kebenaran yang sesungguhnya".


para pejabat dan juga para ketua mulai meragukan cerita dari sekertaris dan mereka saling berbisik bisik satu sama lain


"Apa ini...jadi siapa yang salah ini"


mereka saling melontarkan pendapat mereka


"berdasrkan bukti yang dibawa oleh Beny,Rio tidak bersalah".


salah satu dari mereka juga menyangkal


"Tidak Rio bersalah,mobil sekertaris rusak dan pak sekertaris juga menjelaskan semua detail kejadianya,bahkan Rio juga tidak menyangkalnya bahkan Rio mengakuinya".


sebagian dari mereka membela sekertaris"benar,benar,sekertaris yang benar".


dan sebagian dari mereka membela Rio


"Rio tidak salah".


namun tiba-tiba salah satu dari ketua penasaran dengan kantong berwarna kuning yang berada di depan meja manager,


di saat semua sedang sibuk berdebat dia mengambil kotak tersebut dan membukanya,disaat dia membukanya dia bingung dan dia mengambilnya dan menunjukkannya kepada semua orang lalu dia mengatakan


"permisi semua apa ada yang tau maksdud dari foto ini,aku bingung apa ini juga barang bukti".


pada saat sekertaris menoloh foto tersebut dia terkejut dadanya bagaikan disambar petir.


(Oopps....gimana reader penasaran akan kelanjutanya apakah isi foto tersebut?bagi yang tau silahkan komen..lanjut bab selanjutnya Reader..jangan lupa subcriber,like dan follow yh,biar saya semangat upload lanjutanya:>)