Changing Fate

Changing Fate
Bab 17: Hadiah



Rio memaksa agar rizal membeli hadiah untuk adikknya dan pelayan itu enggan dengan rio dan menganggap remeh Rio Dan menghinanya.


"Hei...Bocah, apa kau yang memanggilku. Beraninya bocah miskin sepertimu menuyuruhku.dasar bocah Tidak Tau diri kamu itu harus sekolah dengan baik jangan pergi ketempat mewah seperti ini, nanti kamu bisa di beli karna kamu miskin"


Rio kaget dengan pernyataan pelayan itu.


"Eh...Maksud Kamu apa yh Kak, aku kesini hanya ingin membeli Hadiah Untuk ulang tahun adik teman aku.Tapi kenapa kakaknya malah marah-marah Tidak Jelas seperti Itu"


Rizal yang mendengar perkataan Rio kaget dan terharu.


"Apa...Ternyata Rio Menganggapku temannya. Rio terima kasih banyak kamu sangat baik padaku"(berbisik)


Pelayan itu tidak terima dengan perkataan Rio, yang membuat Rio Dimarahi habis-Habisan olehnya.


"Apa kamu bilang bocah, Beraninya Bocah ingusan sepertimu berbicara seperti itu kepadaku, kamu ini hanya bocah miskin, diamana orang tua mu apa mereka tidak pernah mengajarimu sopan santun...Hah"


Rio dengan Wajah datar Menjawab pernyataan pelayan tersebut,


"Sepertinya kakak yang tidak Diajari sopan santun, Apakah seperti ini cara melayani pembeli. Sepertinya tokoh ini sudah mulai hancur".


"Tutup mulutmu bocah...brengsek beraninya kau menghina tokoh kami, sepertinya kamu harus di beri pelajaran"


Rizal sangat ketakutan mendengar rio dan pelayan itu saling beradu mulut, wajah pelayan itu merah padam sedangkan Rio hanya menampilkan wajah datar.


Pertengkaran Rio dengan pelayan itu mengundang perhatian para pembeli yang lain.


mereka mengerumuni Rio dengan pelayan itu, Hingga Tiba-Tiba ada suara yang memecahkan situasi kacau tersebut.


"Ada apa ini, kenapa Ramai disini? Apa yang sedang terjadi?"


Pelayan itu langsung tersenyum dan segera menghampiri orang itu.


"Ketua, untung kamu sudah datang. Anak ini datang mencari masalah dan menghina tokoh kita, segera beri dia pelajaran kepadanya ketua!".


Rizal hanya bisa dia terpaku dan tidak berani berbuat apa-apa dia bergumam,


"Apa ini, kenapa bisa jadi seperti ini. Padahal kami hanya ingin membeli hadiah untuk adikku kenapa bisa jadi seperti ini?"


Mendengar perkataan pelayan itu Orang Itupun tersulut emosi dan langsung membentak Rio


"Hei...Bocah,siapa kamu hingga kamu berani menghina tokoh ku,kamu kesini bukan mau membeli barang namun kamu hanya ingin cari masalah kan,bocah miskin sepertimu tidak akan mampu membeli barang-barang ditokohku, cepat pergi dari sini bocah sebelum aku mematahkan semua tulang-tulangmu,EH...Tunggu Sebentar seragam mu itu apa kamu dari sekolah..."


Rio dengan nada kesal menjawab pertanyaan pria tersebut.


"HAh, Kamu menanyakan seragam kami, kami adalah murid dari sekolah Keito High school"


Mendengar pernyataan Rio membuat Orang-orang kaget.


"Apa sekolah Keito High School, bukannya itu sekolah ternama di kota ini"


"Iya, dengar-dengar disekolah itu banyak anak orang kaya dan anak pengusaha yang menuntut ilmu di sekolah Keito High School".


"Bukannya Tadi pak ketua bilang anak ini miskin, tapi kok bisa masuk ke sekolah Keito High School"


"Mungkin saja dia jenius dan mendapatkan beasiswa dan sekolah di situ, aku juga pengen agar anakku bisa sekolah di Keito High school, Tapi...Hadeh"


Lalu Rio kembali melanjutkan perkataanya


Rio kemudian mengambil dompetnya dan mengeluarkan kartu ATM nya


"Aku ada uang dan aku bisa membayar, tapi karna bapak tidak ingin uang yh sudah, aku pergi saja dari sini"


Semua orang kaget dengan kartu yang ada ditangan Rio.


"Haa.aaaaaaaaa.....BO..bo...bocah ini memiliki kartu Blackcard, tidak, tidak mungkin."


"Siapa Sebenarnya anak ini?,Kenapa dia bisa punya Blackcard yang langkah itu"


Suasana juga menjadi semakin kacau, orang yang memiliki status ketua tokoh itu keringat dingin dan mulai gemetaran.


"Kartu....ini, Jangan-jangan, kamu adalah anak Bos perusahaan besar.dan kartu ini hanya bisa dimiliki oleh sedikit orang. Kartu ini memiliki batas limit 2 Miliar. Siapa sebenarnya anak ini, aku pasti akan habis karna telah menghinanya, aku harus mengambil kesempatan untukmembujuknya lagi, aku tidak boleh membuatnya membenciku."(Dalam hati)


Pria itu kemudian mendekati Rio, dan denga suara Lembut meminta maaf kepada Rio.


"Heh..boc..Nak, aku minta maaf, tadi aku tidak tau ternyata kamu adalah orang terhormat, kamu kesini untuk membeli hadiah untuk adik teman kamu kan,..Pelayan kenapa kamu bengong saja..cepat layani tuan ini dan bantu dia memilih hadiah yang paling bagus yang ada di tokoh kita"


pelayan itu dengan suara gemetar di sertai keringat dingin yang terus mengalir membanjiri tubuhnya menjawab dan Langsung segera bertindak.


"BBBBAA..ik Tuan, Tuua..a.n yang Terhormat silahkan....i...kuti saya, saya akan menunjukkan hadiah yang paling bagus kepada tuan ini"


("Siapa sebenarnya bocah ini, kenapa dia bisa memiiki kartu Blackcard yang langkah itu, dan aku sudah menyinggung nya, sepertinya aku bakalan hancur... ")


Lalu Rio menyuruh rizal untuk pergi dengan wanita itu untuk memilih hadiah yang paling disukai adiknya.


"Rizal, kamu pergi bersama kakak pelayan itu, kamu harus memilih hadiah yang paling bagus untuk adikmu, aku akan menunggu kalian disini"


Rizal yang masih mencoba untuk memahami apa yamg sebenarnya apa yang sedang terjadi, hanya mengganguk setuju dan pergi bersama pelayan itu


"ehhh..ba...baiklah Rio, Aku pergi dulu"


Setelah Rizal pergi bersama pelayaan itu.ketua tokoh itu menghampiri Rio yang sedang duduk di ruang tunggu,.


"Heee...Tuan, aku tadi tidak tau bahwa tuan adalah orang terhormat, aku mohon maaf telah menghinamu, aku tidak akan mengulanginya"


Pria itu bersujud kepada Rio dan memohon ampunan Rio


"Tuan, tolong ampuni saya dan tokoh saya, tolong jangan tutup tokoh saya, saya masih memiliki anak dan istri, jika sampai tokoh ini di tutup aku tidak tau bagaimana cara menafkahin keluargaku, tolong belas kasihannya tuan."


Lalu Rio Tersenyum dan mengangakat Badan ketua yang sedang bersujud.


"Apa maksud ketua, tidak perlu sampai bersujud seperti itu, aku datang ke sini, karena adik dari teman aku berulang tahun besok, jadi aku mengajaknya datang kesini untuk membeli hadiah yang paling bagus untuk adiknya,


Tenang saja aku tidak akan menutup tokohmu ini, tapi ini peringatan kepadamu jangan pernah meremehkan orang miskin, dan jangan pernah menghinanya lagi, kalau tidak aku tidak akan segan lagi".


"Baik...baik tuan, Terima kasih banyak Tuan, aku akan mendegarkan perkataan tuan dan tidak akan mengulanginya lagi, aku tidak akan menganggap remeh dan mengina orang miskin lagi, terima kasih banyak atas perhatian dan sarannya tuan terhormat".


"Bailah, aku harap tokohmu dapat berkembang lebih besar lagi dan tidak boleh sombong yh".


>>>>>>>>>Bersambung<<<<<<<<<


***


Hallo Readers, cerita hari ini telah berakhir dan tunggu bagaimana kelanjutannya, dan jangan lupa juga yah untuk menekan tombol like dan berlanggan yh, oke dan jika ada yang ingin ditanyak silahkan taruh di kolom komentar, ayo kita ramaikan kolom komentarnya.