
Rio menunggu Rizal memilih hadiah. Orang- orang disekitar masih melihat kearah Rio, mereka masih bertanya-tanya, siapa sebenarnya Rio.
Rio adalah seorang Anak SMA yang memiliki kartu Blackcard, yang termasuk kartu langkah dan hanya orang paling kaya yang memilikinya.
"Eh....Menurutmu siapa Anak ini?, Mengapa Ia Memiliki kartu Blackcard Yang Langkah itu?,"
" Yah, mana Aku tahu, kok kamu tanya aku sih!, harusnya kamu nanya sama anak itu, siapa dia sebenarnya."
"Kamu Goblok yah, Mana berani aku nanya sama dia, jika aku salah ngomong habis sudah hidupku"
"Enaknya jadi orang kaya yah"
Orang-orang disekitar saling berbisik satu sama lain, sedangkan pemilik tokoh tersebut berdiri terpaku di samping Rio dengan Keringat yang selalu mengalir membasahi badannya.
Rio sudah mengajak agar pemilik tokoh itu duduk bersama dengan Rio.
Namun Pemilik tokoh itu menolak dengan alasan dia tidak pantas duduk disamping Rio.
Mendengar jawaban tersebut, Rio Hanya Bisa menghela Nafas Panjang,
"Hadeh...Padahal Aku tidak bermaksud mempermalukan Tuan pemilik tokoh ini, Aku hanya ingin memberinya pelajaran agar jangan pernah meremehkan orang kecil dan orang miskin" (Gumam Rio).
Setelah selesai memilih Hadiah Rizal Langsung bergegas kearah Rio bersama pelayan yang menghina Rio,
Rizal berlari kearah Rio dan dengan semangat dia memanggil Rio.
"Hai....Rioo...Aku sudah selesai memilih nih, hahaha...Aku yakin adikku pasti senang banget, aku sudah tidak sabar mau melihat ekspresi Adikku, melihat hadiah yang selama ini dia impikan dan yang selalu dia inginkan,
Aku tidak pernah sanggup membelinya, jika bukan karna kamu Rio, aku tidak akan pernah bisa membelikan hadiah ini buat adikku, Terima kasih banyak Rio".
Senyuman Riang Dan Bahagia Terpancar Dari wajah Rizal, Rio yang melihat Senyuman Rizal merasa Nyaman dan senang.
"Tidak Apa-Apa Rizal, Itu hanya masalah kecil, asalkan kamu dan adikmu senang, aku juga ikutan senang kok"
Tiba-tiba Rio teringat akan perkataan Ibunya yang berpesan agar Rio selalu rendah hati dan suka menolong yang membutuhkan.
"Rio...Kamu anak kesayangan Ibu, Kamu harus selalu rendah hati, jangan pernah sombong dan selalu lah menolong orang yang membutuhkan, jika kamu menolong orag susah, kamu akan merasakan kebahagian juga sama seperti yang mereka rasakan, Kamu harus selalu mengingat pesan ibu yah"
Rio tersenyum dan bergumam dalam Hati
"ibu, apa yang kamu katakan benar, entah kenapa aku merasa sangat bahagia melihat Rizal bahagia, aku merasa menolong orang kesusahan adalah sebuah kebaikan dan juga kebahagiaan, aku pasti akan selalu mengingat nasihat Ibu"
Lalu Rio memiliki sebuah Ide Untuk membeli hadiah juga untuk Ibunya
"Hm....aku Punya ide bagus nih, aku juga harus beli hadiah yang bagus buat ibu nih, aku yakin ibu pasti akan sangat senang dengan hadiah yang akan kuberikan, aku tidak sabar melihat senyumam IbU" (Gumam Rio Dalam Hati)
Lalu Rio meminta Rizal agar menunggu sebentar.
"Eh...Rizal, kamu tunggu sebentar yah aku mau membeli sesuatu dulu, kamu tunggu aku disini yah"
Rizal hanya mengangguk setuju, Rio Melihat kearah pelayan Yang sebelumnya menghina Rio.
Pelayan tersebut terdiam seribu kata dan tidak berani menatap kearah Rio, Dia gemetaran Dan Bajunya basah dipenuhi keringat.
"Habis....Habis..Lah Aku, Kenapa aku sangat bodoh dan buta, kenapa aku melakukan hal sebodoh ini, aku yang memiliki stasus rendahan ini malah menghina orang besar, Kali ini habislah Riwayatku,
Aku pasti dipecat dari tokoh ini, jika aku dipecat dari tokoh ini, jika aku dipecat aku harus cari pekerjaan dimana? Aku masih harus mencari nafkah untuk memberikan adikku makan dan aku harus menyekolahkan adikku, huhuhu...bagaimana Ini,
Karena ke egoisanku aku malah membuat adikku menderita, Apa ini karmaku?"(gumam perempuan tersebut dalam hati)
Pelayan itu meneteskan air mata namun dia berusaha menutupinya dan menanahan agar air matanya tidak sampai menetes.dan seluruh tubuhnya basah dipenuhi keringat dan gemetar.
Rio terus memandangi pelayan perempuan itu dan ketika Rio hendak mengatakan sapatah dua kata,
Tiba- tiba sang pemilik tokoh berjalan kearah Rio dan langsung memecat pelayan itu.
"Maaf, Tuan Rio, pelayan Sialan ini yang telah menghina Tuan Rio, sekarang saya sudah memecatnya, dia tidak boleh lagi datang ke tokoh ini, harap Tuan Rio memaklumi,
Dan kamu pelayan sialan, gara-gara perbuatanmu hampir saja membuat Tuan Rio marah dan kamu ingin menghancurkan Tokohku, mulai sekarang kamu saya pecat dan jangan pernah menginjakkan kaki mu di tokoh ku ini, jika aku melihatmu aku pasti akan langsung mengusirmu keluar"
Rio hanya terdiam mendengar pernyataan pelayan tokoh itu, Rio merasa Dia tidak berhak ikut campur urusan mereka.
Pelayan perempuan itu terkejut dan langsung terjatuh dia tidak mampu menahan air matanya yang sudah bagaikan sungai yang meluap, seketika tangisannya pecah.
Rizal juga menatap perempuan itu dengan tatapan sedih dan dia ingin menolong perempuan itu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Perempuan tesebut menangis terseduh-seduh, bersujud sambil memohon maaf, namun orang yang melihat hal itu malah senang dan memaki pelayan perempuan itu,
"Mampus, kan sudah kena karma, merasa diri paling hebat"
"Rasain Tuh, siapa suruh kamu sombong, orang miskin malah menghina orang terhormat sebagi orang miskin"
Perempuan tersebut terus terus menangis terseduh- Seduh sambil memohon maaf,
"Tuan pemilik, saya mohon maaf saya tidak akan sombong lagi, Tuan Rio Saya minta maaf telah menghina Anda, saya tau saya salah, saya sangat Egois, saya mohon maaf tolong jangan pecat saya,
Saya masih harus mencari duit untuk menafkahi dan menyekolahkan kedua adik saya, saya mohon tolong jangan pecat saya, saya mohon....Huhuuuhu.....Tolong Jangan Pecat saya, saya sangat menyesal"(ucap pelayan)
Namun pemilik tokoh tersebut tidak mau mendengarkannya dan tetap bersikeras untuk memecatnya dan memohon kepada Rio untuk memakluminya.
"Saya mohon maaf kepada tuan Rio karena telah melihat dan mengalami hal yang memalukan, tapi saya sudah memecat pelayan yang menghina anda, kedepannya tidak akan terjadi lagi, sekalian saya mohon pamit kepada tuan Rio, saya masih Ada urusan yang harus saya kerjakan, saya mohon pamit Tuan Rio"
Kemudian Rio menangguk setuju dan masih terdiam memandangi Perempuan yang masih bersujud sambil menangis terisak-isak,dan kata-kata maaf selalu keluar dari mulutnya.
Situasi tersebut perlahan lahan mulai tenang semua orang perlahan lahan meninggalkan Wanita itu dan mengambil kesibukan masing masing.
Mereka pergi dengan mulut yang melontarkan hinaan kepada pelayan tersebut.
Kemudian Rio angkat bicara dia memanggil Rizal dan menyuruhnya keluar menunggunya.
>>>>>>>>>>>> Bersambung <<<<<<<<<<
" WAH, Caritanya makin seru nih para readers, kalian pasti penasaran kan bagaimana dengan tidakan Rio dan nasib Sipelayan sombong itu?
Ikuti terus keseruan cerinya, jangan sampai terlewat dan silahkan like dan berlangganan yh dan komen agar saya semangat buat lanjutin ceritanya"