
"Atas kejadian tersebut membuat ibuku merasa sangat terpukul,ibu jatuh sakit.
Aku tidak tau apa istimewanya orang itu yang membuat ibu sedih karena kepergian pria bajingan kurang ajar itu.
Dia hanya seorang kuli bangunan, Namun dia malah selingkuh dan meninggalkan kami, aku tidak akan pernah memafkan pria brengsek itu.
Meskipun ibu sedang sakit, ibu terus bekerja keras untuk menafkahi kami, aku tidak tahan karena hal itu,
yang membuat aku bertekad untuk ikut bekerja membantu ibu meringankan pekerjaanya,
dan uang yang kudapatkan walau tidak seberapa, tapi itu cukup membantu untuk kehidupan kami sehari-hari,
Dan besok adalah hari ulang tahun adikku, jadi aku memgumpulkan uang dari hasil jualan koran sejak satu minggu yang lalu untuk memebeli hadiah untuk adikku.
Tapi aku sial bertemu para bajingan itu, mereka merampas semua uang yang sudah aku kumpulkan.
Aku hampir putus asa dan untung kamu datang Rio,
Aku sangat berterima kasih banyak padamu Rio"
Rio tersenyum.
Tiba-tiba perempuan itu berlari kearah mereka dan membuat Rio Dan Rizal Terkejut.
"Ha..Ha..Ma..maf membuat Tuan Rio Menunngu, Terima kasih atas baju gantinya, yah meskipun Ini sedikit sempit.
Dan modelnya juga khas pria tapi aku sangat berterima kasih atas kebaikan tuan Rio".
Rio Tertawa"Hahahah...Eh...Oh iya aku lupa menayakan nama kamu, Kalau boleh tau siapa nama mu?".
"Ah...maaf Tuan Rio, Saya lupa memperkenalkan diri, Nama Saya Diana Belina Tuan"
Rio Terkejut mendengar Nama perempuan Itu.
"Wah...nama kamu cantik Juga yah."
Perempuan Itu tersenyum membalas perkataan Rio.
"Ah...Tuan Rio Bisa aja".
Rio Kemudian mengajak Mereka Untuk makan bersama.
Karena Merasa Segan Mereka tidak ingin makan di restoran mewah,
Jadi akhirnya Rio memutuskan untuk makan bersama di rumah makan biasa.
Mereka Memesan Makanan Sesuai selera mereka setelah dipaksa Rio untuk memesan makanan yang Rizal dan Diana itu sukai.
Walaupun Sedikit segan dan awalnya menolak namun mereka akhirnya memilih makanan kesukaan mereka.
Menunggu pesanan mereka datang Rio, Rizal Dan Diana Saling Mengobrol.
Rio Menyakan Tentang Kedua Adiknya Diana
"Oh...Iya Kak Diana, Tadi Kamu Bilang bahwa kamu harus Menafkahi Kedua Adikmu, apa maksudnya itu?"
Diana yang mendengar dirinya dipanggil Kak oleh Rio merasa sangat terkejut.
"Eh..Kak...Tuan Muda Rio tidak perlu memanggil saya kakak, saya tidak pantas dipanggil kakak oleh Tuan muda Rio".
"Tidak apa-apa, aku saja yang ingin memanggil kamu dengan sebutan kakak, apa tidak boleh?"
Diana menjadi sangat bingung menanggapi pernyataan Rio
"Ah...bo..boleh kok, heheh Terimakasih Tuan muda Rio, dan untuk menjawab pertayaan Tuan muda Rio mengenai kedua adik saya,
sepertinya saya harus menceritakan tentang masa lalu saya, apa tuan Rio Tidak Keberatan?"
Rio Tersenyum.
Melihat Rio tersenyum Diana menjadi yakin dan mulai menceritakan tentang kehidupannya
"Eh...Saya dulu adalah anak pertama dari seorang pengusaha yang lumayan kaya, ayah bekerja di sebuah perusahaan yang dia bangun sejak dia masih muda dulu.
kami hidup dengan damai, ayah sangat baik kepada saya walaupun saya anak perempuan, ayah tidak memaksakan agar pandai berbisnis seperti dirinya.
Ayah ingin agar saya bebas memilih kehidupan, setiap hari saya merasa sangat bahagia, Hidup damai bersama ayah ibu dan kedua adik saya.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, ayah dan ibu meninggal dalam kecelakaan dan membuat saya merasa sangat terpukul.
Tidak sampai disitu saja sejak kematian ayah, Perusahaan dan semua warisan yang ditinggalkan oleh ayah di ambil alih oleh adiknya,
Bahkan rumah yang kami tinggali juga di rampas, saya dan kedua adik saya di usir dari rumah orang tua kami bahwa uang warisan ayah untuk kami
Juga tidak luput dari cekramannya.
Saya merasa putus asa namun sekarang saya adalah tulang punggu, untuk memberi makan dan menyekolahkan kedua adik saya.
Saya berhenti sekolah dan mulai bekerja, walaupun dulu sulit tapi semenjak saya diterima bekerja di tokoh hadiah kehidupan kami mulai membaik,
namun saya malah mengacaukan semua, hiks...Hiks...Hiks"
Diana mencoba menahan air matanya agar jangan sampai menetes.
Rio memandang dia dengan penuh belas kasihan. Rio tidak menyangka bahwa gadis yang sedang ada di depannya adalah seorang yang sangat tangguh.
Rio penasaran Dan mencoba menayakan Tentang yang terjadi di tokoh hari ini dan Rio mencoba menenangkan Gadis tersebut.
"Maaf, membuat mu mengingat masa lalu yang kelam itu, aku minta maaf,
dan kalau boleh tau kenapa kamu bersikap seperti itu kepada Pembeli yang datang ke tokoh itu, menurutku kamu harusnya bukan orang yang akan bersikap sombong dan arogan seperti itu?"
Gadis itu mencoba menenangkan Dirinya dan menjawab pertanyaan Rio
"Saya minta maaf kepada Tuan Rio atas sikap kurang aja saya kepada Tuan, saya sama sekali tidak memilikk niat untuk merendahkan anda tuan Rio, apalagi menghina Tuan muda Rio,
sebenarnya...
>>>>>>>Bersambung<<<<<<<<
Yooo...Reader semakin seru aja yah ceritanya, ayo coba tebak apa alasan Diana Bersikap sombong dan arogan seperti itu?
Apa karena itu sikapnya atau ada alasan dibalik sikap Sombongya itu?
Nantikan jawaban dan juga keseruan ceritanya dan jangan lupa dukung saya terusnya reader dengan cara like dan juga komen oke.