
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Namun seorang lelaki tetap setia duduk di balkon kamar apartemen nya ditemani dengan sebotol minuman beralkohol.
Kejadian tadi siang membuatnya terus memikirkan sosok Nicole. Pasalnya, selama ini, tidak ada satupun wanita yang mampu menolak pesonanya. Bahkan tak jarang wanita yang rela menyerahkan tubuhnya cuma cuma. Karena saking mendambanya mereka akan sosok park jimin.
"Aakkkhhh.... sial.! "
ucapnya sambil menahan rambutnya sebelum meneguk habis minuman yang masih tersisa setengah. Kemudian melenggang masuk untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.
...----------------...
Hari ini Nicole berangkat seorang diri. karena semalam Hana menelfonnya dan mengatakan kalau ia tak pergi ke kantor. melainkan ia diminta kim taehyung untuk menemaninya ke luar kota karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan.
Kim taehyung, dia memiliki jabatan sebagai manager keuangan. Dan Hana lah yang menjadi sekertarisnya.
Saat memasuki lift, ternyata ada seorang lelaki di dalamnya. Ia mengulas senyum ketika lelaki tersebut tersenyum ke arahnya.
Tampak lelaki itu menekan angka 8.
" Kau sekertaris tuan jimin yang baru itu ya. Perkenalkan namaku soobin. " ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Nicole tersenyum kemudian membalas uluran tangan lelaki yang bernama soobin itu.
" Nicole... darimana kau tau kalau aku sekertaris tuan jimin? "
" orang orang di ruanganku selalu saja membahas kau dan temanmu. Tapi bagaimana bisa kau jadi sekretaris tuan jimin? " Tanyanya.
saat hendak menjawab, tiba tiba pintu lift terbuka.
Ting....
" Yaaahh padahal aku ingin menanyakan banyak hal padamu... emmmm bagaimana kalau nanti makan siang bersama? "
" Baiklah" ucapnya sembari keluar dari lift diikuti soobin.
" Ngomong ngomong di mana ruanganmu? "
" Kau bisa menungguku di depan ruangan tuan jimin. " ujarnya.
" Kau satu ruangan dengan tuan jimin? "
Nicole pun hanya mengangguk. sebenarnya ia juga merasa heran kenapa jimin belum memberi tau dimana letak ruangannya hingga saat ini.
"ya Tuhan... aku terlambat. " ucapnya setelah melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 7.15 yang artinya ia sudah terlambat 15 menit.
Kemudian ia berjalan cepat menuju ruangannya tanpa menghiraukan soobin yang masih berada di sana.
Saat ia sampai di depan ruangannya, ia menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Berusaha untuk menetralkan detak jantungnya .
Saat ia membuka pintu, ternyata jimin sudah berada di dalam menatapnya dengan tatapan tajam yang membuatnya tak berani membalasnya. Alhasil dia pun hanya menundukkan kepala nya.
Perlahan ia melangkahkan kakinya hingga berhenti tepat di depan meja kerja jimin dengan kepala yang masih tertunduk.
" M-maaf tuan saya terlambat" ucapnya tergagap lantaran rasa takut.
ia bisa melihat jimin yang berdiri dan berjalan ke arahnya dan berhenti tepat di depannya.
" Baru 2 hari kau bekerja dan kau sudah melanggar aturan? " tanya jimin dengan nada yang teramat dingin.
" M-maaf tuan"
" Maka kau harus Terima konsekuensi nya "
" M-maaf tuan saya tidak akan meng-"
Ucapnya terpotong karena tiba tiba saja jimin mengecup bibirnya dan perlahan mulai ******* bibirnya. Nicole sama sekali tak membalas ******* yang jimin berikan.
" Maaf tuan, tuan ada jadwal rapat 30 menit kedepan. Saya akan menyiapkan materinya sekarang"
Ujarnya setelah mendorong dada jimin pelan dan berlalu duduk di sofa.kemudian membuka laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.
"yatuhan apa yang baru saja terjadi? "
batinnya.
Jimin berdecak keras kemudian kembali duduk di kursi kebesarannya.