CEO PARK

CEO PARK
2.Airport



Pagi ini sangat cerah, jam menunjukkan pukul setengah 7 pagi. Namun, matahari sudah muncul dengan berani menerpa wajah cantik seorang gadis yang masih meringkuk di balik selimut tebalnya.


Drrt... drrtt...


Nicole mengerjapkan matanya beberapa saat lalu meraih ponselnya yang berada di meja nakas samping tempat tidurnya. di lihatnya nama yang tertera, ternyata Hana yang menelfon.


" Hallo... "


" Kau baru bangun? kau tak ingin menjemput ayahmu di bandara? "


" Jam berapa pesawatnya mendarat? "


" ya Tuhan...apa paman kang tidak memberitahumu? pagi tadi ayahku menelfon, dia bilang orang kantor akan menjemputku dan kau.dan kita pergi bersama ke bandara. pesawatnya akan mendarat jam 9.cepatlah bangun dan bersiap. "


" ya, aku matikan telfonnya. "


Nicole beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. sesudahnya, ia menuju lemari baju dan memakai sweater berwarna cream dan celana jeans di padukan dengan sepatu sneakers putih.Ia berjalan menuju meja rias dan menata rambut nya serta memoleskan make up tipis ke wajahnya.


setelah dirasa siap, dia keluar menyusuri anak tangga dan berjalan menuju dapur. Entah kenapa Nicole merasa sangat gugup. padahal ia hanya ingin menjemput ayahnya sendiri.


" Non, silahkan diminum susunya. "


" iya bi,makasih"


tin... tinn....


Terdengar suara klakson mobil di depan. beberapa detik kemudian, pintu terbuka dan menampilkan sosok Hana di sana. Ia berjalan menghampiri Nicole yang masih duduk sembari meminum susu.


" Kau sudah siap? "


Nicole menghela nafasnya pelan. kemudian beranjak ke dapur menghampiri bi amma yang sedang memasak.


" Bi, Nicole ke bandara dulu ya. jemput ayah"


ucapnya, sembari memeluk bi amma.


" Iya Non. hati2 ya"


Ia hanya mengangguk dan berjalan keluar bersama hana. Ketika mobil sudah berjalan, Hana yang menyadari sedari tadi Nicole hanya diam pun memulai untuk mencairkan suasana.


" Nicole, kamu sakit? "


ia pun menoleh dan menggeleng


" nggak, hanya saja, aku merasa gugup untuk bertemu ayah. "


Hana masih saja tertawa, bagaimana tidak, sahabatnya ini sangat lucu dan menggemaskan. Sedangkan Nicole, ia hanya mengerucutkan bibirnya.


"Hei, tenang saja. ayahmu pasti senang di jemput putrinya."


jam menunjukkan pukul 09.30. Tapi yang di tunggu belum juga muncul. Hana mencoba beberapa kali menelfon ayahnya, tapi tidak aktif. Hingga terlihat 2 pria dengan 2 orang di belakangnya keluar dari pintu keluar bandara. Ya, itu adalah ayahnya dan ayah Nicole. dan 2 orang di belakangnya adalah sekertaris mereka masing masing.


" Ayaaahh.... "


Teriak Hana sembari melambaikan tangannya di atas. Sementara Nicole hanya diam mematung merasakan detak jantungnya yang tak beraturan ketika mereka berjalan mendekat.


Terlihat ayah Hana yang berlari memeluk Hana.


Nicole menunggu bagaimna reaksi ayahnya saat bertemu denganya. Perlahan ayahnya mendekat, dan mengusap rambutnya sekilas dan berlalu begitu saja menuju mobil.


Seketika ia merasakan matanya memanas. Tidak sepeduli itu kah ayahnya. Ia baru sadar dari lamunannya ketika Hana menepuk pundaknya.


" Hei, ayo masuk mobil. "


Ucapnya dengan menarik tangan nicole. Hana tau betul apa yang di rasakan Nicole saat ini. makanya selama di mobil, ia membiarkan suasana hening. karena jika di saat seperti ini, Nicole akan tambah menangis ketika di tanyain.


sesampainya di rumah Nicole, Hana dan ayahnya pamit untuk pulang.



" Deok-ssi, atur pertemuannya nanti malam di sini. "



" Baiklah, kami pamit pulang"



Sebelum pergi,Hana menghampiri Nicole dan memeluknya.



" Nanti malam aku akan ikut ayah kesini. bye.. aku pulang dulu ya. "



Nicole mengangguk dan tersenyum simpul.