
Siang ini, Nicole dan Hana berada di pusat perbelanjaan kota Seoul. Sedari pagi Berkeliling keliling mencari baju yang cocok untuk dipakai bekerja besok. Sampai yang di cari sudah di dapatkan, mereka memutuskan untuk makan siang di sebuah cafe & resto yang berada di dalam pusat perbelanjaan itu.
" Bagaimana kalau besok kita berangkat bersama? " ucap Hana sembari memasukkan potongan daging ke mulutnya.
" Ide bagus. setidaknya kalau kita berangkat bersama tidak terlalu gugup kan. "
Dddrrrttt.... ddrrrttt...
Nicole mengeryitkan alisnya ketika ada pesan masuk dari nomor yang tak di kenal.
tidak di ketahui
hai...
pastikan kau datang tepat waktu besok
park jimin.
" Dia mengirimiku pesan "
ucap Nicole sembari memperlihatkan ponselnya kepada Hana.
" Oh ya Tuhan...balas.. balas... aku jadi tidak sabar menunggu besok. "
Nicole mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan tersebut.
Anda
baik.
Yah kalian pasti bertanya tanya darimana Park jimin mendapatkan nomor ponsel Nicole. Semalam, saat hendak pulang, jimin meminta nomor ponsel Nicole dan Hana pada Kim deok. Alasannya, agar mudah untuk berkomunikasi.Dan pastinya, Nicole dan Hana pun sudah tau.
" Tapi ngomong ngomong,kenapa hanya kau yang di kirimi pesan? "
ucap Hana sembari memicingkan matanya dan nicole hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya.
...----------------...
Waktu berlalu begitu cepat. Setelah makan siang di resto tadi, mereka langsung pulang ke rumah masing2.
Kini waktu menunjukkan pukul 8 malam. Nicole sedari tadi memandangi dirinya di meja rias di kamarnya. Setelah memilih baju yang akan di kenakan besok.
tok tok...
" Masuk... "
Tampak Bi amma masuk dengan segelas susu di atas nampan.Bi amma memang selalu membuatkan susu untuk Nicole di saat pagi dan malam hari. Ia berjalan menaruh susu di atas meja nakas kemudian beralih menghampiri Nicole di meja rias.
" Besok Non nicole mulai bekerja ya. " entah kenapa ada perasaan sedih di hati bi amma saat mengatakannya.
" Iya bi."
Ucap nicole seraya berbalik memeluk bi amma.Bi amma pun mengelus punggung nicole pelan.
" Nicole gugup bi. "
" Non pasti bisa kok,Bibi yakin itu. "
" Ayah dimana bi? " tanya Nicole karena seharian ini, ia tak melihat sosok ayahnya sama sekali.
" Tuan ada di ruang kerjanya Non. Yasudah, Non sekarang istirahat, besok bangun pagi,sarapan, dan cuss mencoba hal baru... Oke! "
Nicole mendongakkan kepalanya menatap bi amma sembari tersenyum manis. Kadang ia berfikir, entah bagaimana hidupnya jika tak ada Bi amma.
Ngomong ngomong soal bi amma, ia tak mempunyai anak. Suaminya meninggal sekitar 5 tahun yang lalu. Dulu, Nicole sering di ajak bi amma pergi ke Daegu untuk mengunjungi suaminya.
Tapi sekarang, yah, mungkin 2 atau 3 bulan sekali bi amma pergi ke Daegu untuk sekedar mengunjungi keluarganya disana.
" Oke bi...terimakasih "
Bi amma tersenyum lalu berjalan keluar meninggalkan Nicole.
Ddrrttt.... drrtt..
Nicole berjalan menuju meja nakas yang berada di samping tempat tidurnya dan mengambil ponselnya yang bergetar. Lalu, merebahkan tubuhnya di ranjang king size kesayangannya.
Dilihatnya 2 pesan masuk dari Hana.
Hana kim
*jangan sampai bangun kesiangan.
besok aku akan menjemputmu*.
Oke!!
Setelah membalas pesan dari Hana, Nicole pun menarik selimut dan mematikan lampu kamarnya kemudian tidur.
Saat Nicole sudah tertidur, tampak Kang Dae, membuka sedikit celah pintu dan melihat anak nya yang terlelap di balik selimut.
" *Tak terasa kamu sudah sebesar ini nak*."
Ucapnya monolog sebelum menutup kembali pintu dan berjalan pergi.