
Krrrriiiingg..... kringggg...
Bunyi alarm menunjukkan pukul 8 pagi. Sinar matahari masuk ke dalam retina seorang gadis lewat celah gorden. Gadis tersebut menggeliat sesaat dan beranjak bangun menuruni anak tangga dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air putih.
" Non, semalam tuan menelfon. Tuan bilang kalau besok lusa dia pulang. "
" Owh iya bi.."
ucapnya lalu beranjak pergi menaiki anak tangga untuk kembali ke kamarnya. Kang Nicole. ya, namanya Kang Nicole. Gadis berusia 21 tahun. Di rumah yang bisa di bilang cukup besar ini, dia hanya tinggal dengan seorang maid paruh baya yang biasa di panggil bi amma.
Sedari kecil, Nicole di asuh oleh bi amma. karena, ibunya yang meninggal saat melahirkan nya.
Nicole memiliki ayah yang gila akan pekerjaan. Dan jarang sekali pulang ke Korea. yaaa... mungkin hanya sebulan sekali.Kang Dae,ya ayahnya bernama Kang Dae. ayahnya selalu menuntut Nicole untuk hidup mandiri. seperti saat ini, dia di tuntut untuk mencari pekerjaan.
Terkadang dia sempat berfikir kenapa ayahnya tidak mempekerjakannya di perusahaan miliknya. Tapi kalau di tanya, ayahnya pasti memberi jawaban yang sama. "kalau kau bekerja di kantor ayahmu sendiri, kau tidak akan bersungguh sungguh dalam bekerja. "
yaahh... sudahlah.
Hari ini, dia ada janji dengan sahabatnya bernama Kim Hana. sedari kecil mereka terus bersama. mengingat ayah kim hana, yaitu Kim deok merupakan orang yang bekerja sama membangun perusahaan ayah nicole dari nol hingga sesukses ini.
Yah, bisa di bilang senasib. karena Hana juga hanya tinggal bersama ayahnya. bedanya, orang tua kim hana berpisah sedari hana kecil.
-
-
Setelah selesai bersiap siap, Nicole turun menyusuri anak tangga menuju dapur untuk menemui bi amma. di lihatnya sekilas jam dinding yang menunjukkan pukul 9. sedangkan di luar, taksi yang di pesan Nicole sudah datang.
" Bi, Nicole pergi dulu ya"
Di peluknya bi amma sebentar tak lupa memberikan kecupan di pipi wanita paruh baya itu sebelum berlari keluar.
Nicole selalu melakukan itu jika berpamitan, walaupun statusnya adalah pembantu dan majikan. namun, Nicole menganggap bi amma seperti ibunya. dan begitupun sebaliknya.
" Hati hati non....! " teriak bi amma sembari menggelengkan kepala.
Sementara di dalam perjalanan, ponsel Nicole terus berdering tanpa henti. Yang sudah pasti dari Hana. Ia memang sengaja tidak mengangkatnya, karena yakin pasti Hana tidak akan berhenti mengomel karena membuatnya menunggu.
" Nicooooollleee..! "
Teriak Hana saat Nicole baru saja turun dari taksi.
" Yakk... kau selalu saja terlambat!! "
Nicole hanya tersenyum manis menanggapi sahabatnya itu. Dan senyum itulah yang membuat siapa saja tertegun.
Ya ampun... betapa menggemaskan nya anak ini.
" Oke.. " lirih Hana sebelum keduanya berjalan masuk beriringan.
-
-
-
Tak terasa menghabiskan waktu seharian bersenang senang, hingga terang berubah menjadi gelap. Kini keduanya memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran. Memandangi keramaian kota Seoul dari jendela kaca besar di sampingnya.
" Nicole, kau sudah tau kalau ayahku dan paman kang pulang besok? "
" Ya, aku sudah tau. " jawab Nicole datar.
" kau tak senang? "
" Pulang atau tidaknya ayah, keadaan di rumah tidak akan berubah kan? palingan dia hanya menghabiskan waktu di ruang kerjanya. "
Ayah Nicole memang memiliki sifat yang berbeda dengan ayah Hana. Ayah Nicole lelaki yang bersifat dingin, datar, dan...cuek mungkin. Berbeda dengan paman kim deok, ayah Hana. Ayah Hana orang yang ramah, perhatian, dan lebih friendly.
" Ya udah yok.. pulang, udah malam. " Nicole beranjak dari duduknya.
" Kita naik taksi samaan aja ya, biar aku yang pesan" ucap Hana sembari mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya.