
Krrriiinnggg...
Bunyi alarm yang menunjukkan kalau sekarang pukul 6 pagi. Nicole langsung bergegas bangun dan beranjak pergi ke kamar mandi guna membersihkan diri.
Setelah selesai, ia berjalan ke lemari dan memakai baju yang sudah di siapkannya semalam.
Setelahnya Nicole duduk di depan meja riasnya dan memoles wajahnya menggunakan make up natural, dengan rambut yang di catok agar terlihat rapi dan di biarkan tergerai indah.
Setelah semua selesai, Nicole beranjak dan berjalan keluar menyusuri anak tangga menuju meja makan.
Terlihat ada beberapa potong sandwich dan 2 gelas susu.
" Non, silahkan sarapan "
Ucap bi amma sembari menaruh sepiring potongan buah di atas meja.
" Ayah belum turun bi? "
Tanya Nicole sembari memasukkan potongan sandwich ke dalam mulutnya.
" Belum Non, sepertinya belum bangun. tidak ingin berpamitan sama tuan sebelum berangkat? "
" Nggak usah bi, nanti tolong bibi bilangin kalau Nicole udah berangkat ya.Nanti takutnya ganggu ayah tidur "
Bi amma mengangguk dan berjalan menuju dapur.
Terkadang Nicole ingin merasakan apa yang di rasakan anak pada umumnya. Hal hal kecil yang bisa membuatnya bahagia. Yaaa.. seperti sarapan bersama, menghabiskan waktu liburan bersama, Bertukar cerita, dan masih banyak lagi yang ingin Nicole rasakan dari kasih sayang seorang ayah.
Tinnn...
Suara klakson mobil berhasil membuyarkan lamunannya. Pasti itu Hana. Di teguknya susu yang tersisa sedikit dan beranjak keluar.
" Nicole berangkat bi...! " teriaknya sebelum benar benar keluar.
" Semangat Non..!!! " sahut bi amma dari dalam dapur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sekitar 15 menit,akhirnya mereka sampai di depan gedung yang menjulang tinggi.
" Waaaawww....aku masih tak menyangka akan bekerja di gedung sebesar ini. " Ucap Hana dengan kepala yang di dongakkan.
Mereka berduapun berjalan masuk beriringan, dan yang pasti semua mata tertuju pada mereka. Dan terdengar bisikan bisikan saat mereka melewatinya.
" Waaaww cantik sekali.. "
" siapa mereka? "
"ya Tuhan... cantik sekali. aku pasti akan mendapatkan nya"
Dan masih banyak lagi.
" Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu? "
Tanya seorang wanita resepsionis ketika mereka berdiri tepat di depannya.
" Kami sekertaris baru tuan Kim taehyung dan Park jimin. Kalau boleh tau, dimana ruangannya? "
" Aaa... jadi kalian. Ruang kerja tuan Taehyung dan tuan jimin ada di lantai 8."
ucapnya sambil tersenyum.
" Terima kasih "
Hana dan nicole berjalan menuju lift lalu masuk dan menekan angka 8.
Saat menunggu pintu lift terbuka, Hana melihat Nicole yang berada di sampingnya menunduk dan menautkan kedua tangannya.
Terlihat sekali jika kini, gadis itu sangat gugup.
" Kau tak apa? "
Nicole menghela nafas pelan kemudian menggelengkan kepalanya.
" Tak apa, hanya sedikit gugup. "
ting.... pintu lift terbuka.
Mereka berjalan dan melihat lihat sekelilingnya. Terdapat banyak pintu ruangan tanpa tulisan sama sekali.Tapi tak ada satupun orang yang berlalu lalang. Sepertib dan sesibuk ini kah?
Mereka terus saja berjalan sampai di persimpangan. Ada lorong ke arah kanan dan lorong ke arah kiri. Mereka mulai kebingungan.
" Kang Nicole. "
Sontak Hana dan Nicole berbalik. Terdapat 2 orang lelaki yang berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang. Lelaki yang sedari tadi mereka cari ruangannya. Yap, park jimin dan kim taehyung.
" Kang Nicole, kau ikut aku" ucap jimin pergi berlalu.
" Dan kau ikut aku. "
Ucap kim taehyung pada hana.
Jimin membuka pintu kemudian berjalan masuk. Tersadar akan sesuatu, jimin membalikkan badannya.
" Sampai kapan kau akan berdiri di situ? "
" Sampai tuan mempersilahkan saya masuk. " jawab Nicole dengan wajah yang teramat polos.
Jimin terkekeh kecil melihat bagaimana polosnya wanita yang berdiri di depan pintunya ini.
"Masuklah dan duduk ".
Nicole melangkahkan kaki masuk dan mendudukkan dirinya di kursi yang berada di depan meja kerja jimin. Sementara jimin, memeriksa berkas berkas yang ada di atas mejanya.
Kini posisi mereka berhadapan hanya saja ada meja sebagai penghalang. Nicole melihat lihat sekeliling merasa kagum. Biasanya jika sebuah ruangan penghuni nya lelaki pasti akan sangat berantakan. Namun berbeda dengan yang di lihat sekarang. Ruangan ini tampak rapi, dan bersih.
Terdapat sofa di ujung ruangan, dan jendela kaca besar di sampingnya.
" Ekhem... "
Tersadar, Nicole mengalihkan pandangannya ke pria yang berada di depannya.
" Kerjakan ini."
Ucap jimin dengan nada dingin sembari menyodorkan laptop dan tumpukan berkas.
Perlahan Nicole membuka laptop hendak memulai pekerjaan yang di berikan.
" Siapa suruh kau kerjakan disini. Kerjakan di sana. " ucap jimin sembari menunjuk sofa menggunakan dagunya.
Ia pun beranjak dan berjalan menuju sofa dan meletakkan laptopnya di atas meja kecil di depannya.
Nicole merasakan detak jantungnya yang berdegub kencang di tambah kini jimin berjalan ke arah nya dan duduk tepat di sampingnya.
" Kerjakan.. aku ingin melihat bagaimana cara kerjamu. "
Nicole menarik nafasnya dan membuangnya pelan kemudian membuka berkas dan mengetikkan nya di laptop.
Gerakannya terhenti saat jimin tiba tiba mencondongkan badannya sampai2 wajah mereka hampir bersentuhan. Di tambah lagi, wangi parfum di badan jimin dapat di hirupnya dengan jelas. Soft dan fresh.
" Kau salah jika menulis ini di sini. seharusnya kau menulis ini di sebelah sini. "
ucapnya dengan tangan yang menunjuk bagian yang salah.
" Kau mengerti? " imbuhnya.
" Mengerti" jawab Nicole.
" Jangan pulang jika tugasmu belum selesai. "
ucapnya sebelum berdiri dan beranjak pergi keluar entah kemana.
Di situ Nicole mulai menetralisir detak jantungnya yang hampir berhenti beberapa detik yang lalu karena park jimin.