
"Han ahjumma" panggil Seoyeon sembari memasuki restoran tersebut.
"Eoh? Seoyeon, duduklah" ucap Han ahjumma.
"Ada apa kau kesini? Dan wajahmu terlihat sedih. Apa kau memiliki masalah?" tanya Han ahjumma.
"Eum, apakah Junghwan pernah mengatakan bahwa dia akan pergi ke Prancis untuk mengerjakan proyek pada Han ahjumma?" tanya Seoyeon.
Wanita paruh baya itu hanya menghela napas berat dan menatap Seoyeon. Ia kemudian duduk di sebelah Seoyeon dan menggenggam kedua tangan Seoyeon dengan lembut.
"Nee(ya), kau ingat saat Junghwan membawamu ke sini sebelum ia pergi? Saat itulah ia mengatakan nya padaku" ucap Han ahjumma dengan berhati-hati. Ia tahu Seoyeon sangat sedih karena Junghwan pergi tanpa mengatakan apapun.
"Tapi kenapa dia tidak mengatakan apapun padaku sebelum ia pergi? Bahkan ia tidak pernah menjawab telepon ku. Apakah dia tidak tau betapa khawatir nya aku jika dia pergi tanpa kabar seperti itu?" ucap Seoyeon.
Seoyeon pun menundukkan kepalanya setelah mencurahkan semua isi hatinya pada Han ahjumma. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Ia juga sangat merindukan kekasihnya yang pergi tanpa kabar. Ia bahkan mulai berpikir, apakah Junghwan sudah tidak mencintai nya lagi dan akan meninggalkan nya sendiri dalam kesedihan nya?
Tentu Seoyeon merasa sedih. Sangat sedih. Dan bahkan takut jika Junghwan akan meninggalkan nya karena ia sangat tidak ingin ditinggalkan lagi oleh orang yang ia sayangi.
Seoyeon sungguh berharap Junghwan akan kembali saat ini juga dan memeluknya. Membawa Seoyeon kedalam pelukannya yang hangat dan tidak akan pernah meninggalkan nya lagi tanpa kabar.
"Seoyeon-ah, percayalah Junghwan tidak pernah mengangkat telepon mu karena ia tidak ingin kau sedih karena mengingat nya. Ia masih mencintaimu dan pasti akan berusaha untuk segera kembali dari tugas proyek nya" ucap Han ahjumma lembut, mencoba menenangkan Seoyeon yang menangis.
"Tapi sungguh, hiks aku sangat takut ia akan pergi meninggalkan ku" ucap Seoyeon sedikit segugukan karena tangisan nya.
"Jika kau kesepian kau boleh datang ke sini kapanpun kau mau" ucap Han ahjumma.
"Jinjja(benarkah)? Aku boleh kesini kapanpun saat aku merasa kesepian?" tanya Seoyeon.
"Nee(ya)" ucap Han ahjumma.
"Gomawo(terima kasih) Han ahjumma" ucap Seoyeon sembari memeluk wanita paruh baya itu.
Seoyeon pun pulang dengan kebahagiaan. Kesedihan nya mulai sedikit terobati berkat Han ahjumma. Ia sungguh merasa beruntung memiliki orang-orang seperti Han ahjumma di sekitar nya.
Hingga tanpa sadar, Seoyeon menjatuhkan buku diary yang ia hias dengan Junghwan.
Seorang pria yang melihat buku diary tersebut jatuh pun mengambilnya. Dan melihat ke arah Seoyeon. Ia mencoba memanggil Seoyeon untuk mengembalikan buku diary nya namun terhenti karena ia melihat Seoyeon yang sudah mulai menjauh.
Pria tersebut pun membawa buku diary Seoyeon dan meletakkan nya di atas meja kerja nya. Saat pria tersebut selesai mengecek laporan dari bawahan nya, pandangan nya tiba-tiba teralihkan oleh buku diary Seoyeon.
Karena penasaran pria tersebut pun membuka diary Seoyeon dan terlihat beberapa foto Seoyeon bersama dengan Junghwan.
"Ternyata gadis itu kekasih dari Lee Junghwan, cukup menarik" gumam pria tersebut sambil membaca diary Seoyeon.
Pria tersebut pun mengirim foto Seoyeon pada bawahan nya dan menelepon salah satu bawahan nya.
"Cari informasi tentang gadis yang ku kirimkan fotonya padamu" ucap pria tersebut.
*****
"Kira-kira saat ini Junghwan sedang apa? Apa dia makan dan istirahat dengan baik?" gumam Seoyeon memikirkan orang yang ia rindukan.
Seoyeon pun bangun dari tempat tidurnya dan ingin mengambil diary yang ia hias bersama Junghwan. Tapi Seoyeon sama sekali tidak menemukan nya.
"Dimana buku diary ku?" tanya Seoyeon pada dirinya sendiri karena tak kunjung menemukan buku diary nya.
"Apakah aku menghilang kan nya?" ucap Seoyeon. Ia mulai khawatir satu-satunya benda yang menjadi kenangan nya dengan Junghwan menghilang.
Seoyeon pun menelepon Han ahjumma. Ia berpikir mungkin diary nya tertinggal di restoran.
"Annyeong(halo) Seoyeon-ssi, ada apa?" tanya Han ahjumma di seberang telepon.
"Ahjumma, apakah buku diary ku tertinggal di restoran mu?" tanya Seoyeon.
"Tunggu sebentar, aku akan mencari nya" ucap Han ahjumma mencari diary Seoyeon di restoran nya.
"Sepertinya tidak ada Seoyeon-ssi. Bukankah kau sudah membawanya pulang?" ucap Han ahjumma setelah mencari-cari buku diary Seoyeon di restoran nya.
"Ah, begitu ya. Aku memang merasa sudah membawa nya, tapi aku tidak menemukan nya di rumah ku. Baiklah Han ahjumma sampai jumpa" ucap Seoyeon kemudian menutup telepon nya.
"Junghwan-ah, maaf jika aku menghilang kan kenangan kita. Aku akan berusaha mencarinya" ucap Seoyeon merasa bersalah.
Seoyeon pun turun ke dapur untuk memasak makan siang. Tapi Seoyeon melihat kulkas nya kosong dan ia baru ingat bahwa ia belum berbelanja stok makanan. Seoyeon pun pergi ke minimarket untuk berbelanja.
Seoyeon pergi dan pulang dari minimarket sembari mencari diary nya. Mungkin saja ia menjatuhkan nya saat berjalan pulang dari restoran tadi. Tapi bahkan ia juga tidak menemukan diary nya di jalan.
*****
Di sebuah ruangan, terlihat seorang pria arogan menerima informasi seorang gadis yang ia minta pada bawahan nya. Dari wajahnya, terlihat bahwa pria itu cukup puas dengan informasi yang dibawakan oleh bawahan kepercayaan nya.
"Apa tugas yang perlu ku lakukan lagi, tuan?" tanya bawahan nya itu.
"Tidak ada, pekerjaan mu sudah selesai. Kau boleh pergi dari ruangan ku" ucap pria tersebut dengan nada angkuh nya.
"Aku akan segera merebutmu dari Junghwan, Park Seoyeon" ucap pria tersebut dalam hati.
...-bersambung-...
...Jangan lupa terus dukung dan beri vote pada karyaku ya....
...Luv luv💕💕...