Can She Be Happy?

Can She Be Happy?
Orange Love (part 2)



*****


Pagi ini Seoyeon baru saja bangun dan menelepon Junghwan.


Seoyeon mencoba menelepon Junghwan beberapa kali tapi Junghwan tidak mengangkat telepon nya.


"Kurasa Junghwan sedang sibuk" gumam Seoyeon.


Seoyeon pun bersiap-siap untuk berangkat ke kafe.


Hari ini Seoyeon memutuskan untuk bekerja sampai siang saja karena ia ingin membawakan makan siang untuk Junghwan.


"Selamat siang Nona Park" sapa salah satu karyawan di kantor Junghwan.


"Selamat siang juga, di mana Junghwan?" tanya Seoyeon.


"Nona mencari tuan Junghwan? Tuan sudah pergi ke Prancis untuk mengerjakan proyek" ucap karyawan tersebut.


"Mwo(apa)?" ucap Seoyeon.


"Apa tuan belum mengatakan nya pada nona?" tanya karyawan tersebut.


Seoyeon tidak menjawab nya, ia langsung pergi dari kantor Junghwan.


Tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Jika aku akan mengajak mu pergi dari Seoul apa kau tidak akan mau meninggalkan kafe ini?" tanya Junghwan.


"Kenapa kau mengatakan itu? Kau ingin membawaku pergi dari Seoul?" tanya Seoyeon kembali pada Junghwan.


"Aku memang akan mengerjakan suatu proyek di negara lain dan mungkin membutuhkan beberapa bulan bahkan bisa sampai setahun dan aku berencana mengajakmu untuk ikut dengan ku ke sana" ucap Junghwan.


"Tapi kenapa kau tiba-tiba membelikan ku ini?" tanya Seoyeon.


"Agar jika aku pergi, kau akan selalu mengingatku. Bukankah kau bilang sapi ini mirip denganku?" ucap Junghwan.


"Seoyeon-ah" panggil Junghwan.


"Hmm" jawab Seoyeon singkat.


"Jika aku pergi, apa kau akan tetap mencintai ku?" tanya Junghwan.


Seoyeon mengerutkan keningnya.


"Memangnya kau ingin pergi?" tanya Seoyeon balik.


"Ani(tidak) aku hanya bertanya saja" ucap Junghwan.


Seoyeon terus berlari dan berhenti di pinggir sungai Han.


Ia menangis terisak ketika mengetahui Junghwan meninggalkan nya.


"Hiks hiks kenapa kau meninggalkanku tanpa berkata apapun Junghwan-ah" ucap Seoyeon terisak.


Seoyeon tiba-tiba merasa tubuhnya sangat lemas. Ia pun terduduk di pinggir sungai Han.


"Jika kau pergi, aku akan selalu menunggumu untuk kembali"


"Aku yakin, walau kita berpisah, kita akan tetap selalu memandangi matahari terbenam bersama dimana pun itu"


"Dan aku akan selalu mencintaimu"


"Junghwan-ah, aku akan menunggumu kembali. Sore nanti aku akan datang ke sini. Dan kita akan melihat matahari terbenam bersama" ucap Seoyeon.


Seoyeon mengusap air matanya.


Ia pun bangun dari duduknya tapi ia merasa kepalanya sedikit pusing.


"Ah, aku pasti terlalu banyak menangis hingga kepalaku pusing" ucap Seoyeon pada dirinya sendiri.


*****


Hari-hari Seoyeon jalani sendiri. Tidak ada lagi sosok yang mengibur dirinya.


Sudah beberapa kali Seoyeon menelepon Junghwan, tapi Junghwan sama sekali tidak pernah mengangkat nya.


Yang hanya dapat Seoyeon lakukan saat ini hanyalah menunggu Junghwan kembali.


Ia yakin Junghwan akan terus mencintainya hingga saat Junghwan kembali nanti.


Pagi ini seperti biasa, Seoyeon bekerja di kafe dan beberapa dari karyawan di sana mencoba menghibur Seoyeon.


"Seoyeon-ssi, sudahlah, Junghwan pasti akan selalu mencintaimu. Ia pasti tidak akan lama di Prancis sana" ucap Donghae yang mencoba menghibur Seoyeon.


"Dia bilang, dia bisa sampai setahun di sana untuk mengerjakan suatu proyek. Tidak mungkin dia akan cepat kembali" ucap Seoyeon sambil mencuci beberapa piring dan gelas yang harus ia cuci.


Wajahnya datar, sama seperti saat sebelum ia mengenal Junghwan.


"Sebegitu besarnya cinta Seoyeon pada Junghwan hingga Seoyeon terus saja menunggunya. Kasihan juga Seoyeon jika harus menunggu Junghwan hingga setahun" batin Donghae.


"Seoyeon, tolong buatkan secangkir kopi hitam" ucap salah satu teman nya setelah Seoyeon selesai mencuci beberapa piring dan gelas kotor tadi.


Seoyeon pun mulai membuat kopi hitam dan tiba-tiba ia mengingat Junghwan.


Ia mengingat bagaimana mereka bertemu di kafe dan Junghwan membuat nya kesal. Hal itu membuat Seoyeon melamun hingga ia tidak sadar kalau kopi yang ia buat sudah ia aduk sampai merata dan mulai dingin.


"Seoyeon, apa kopi nya sudah–" ucap teman Seoyeon kembali mendatangi Seoyeon tapi perkataan nya terpotong ketika ia melihat Seoyeon yang melamun.


"Ah, maaf aku melamun dan terlambat mengantarkan kopinya" ucap Seoyeon yang baru saja terbuyarkan lamunan nya.


"Kopinya sudah mulai dingin. Biar aku membuat yang baru" ucap teman Seoyeon.


"Seoyeon-ssi, sebaiknya hari ini kau beristirahat. Coba rilekskan lah pikiran mu" ucap Donghae menghampiri Seoyeon yang terlihat masih bersedih.


Seoyeon menghela napas panjang lalu mengangguk kecil. Ia pun pergi ke ruang ganti dan mengganti pakaian nya kemudian berjalan pulang.


Di sepanjang jalan, Seoyeon dapat melihat banyak pasang kekasih yang sedang berjalan bersama. Bahkan ada juga yang berjalan bersama dengan orang tua nya. Seoyeon merasa sepi. Tidak ada yang bersama nya.


Ia pun berhenti di sebuah restoran. Ya, itu adalah restoran Han ahjumma. Seoyeon memutuskan untuk menemui Han ahjumma. Mungkin ia bisa sedikit menenangkan dirinya dan menghilangkan kesedihan nya.