Can She Be Happy?

Can She Be Happy?
The Past (part 2)



"Kau butuh sesuatu?" tanya pria tadi tanpa berbalik untuk melihat Seoyeon.


"Tidak, hanya saja bagaimana aku bisa membalas jasa mu?" tanya Seoyeon.


"Membalas jasaku?" tanya pria tersebut kemudian tampak berpikir.


"A-aku tidak bisa membalas nya dengan uang ataupun harta. Aku tidak memiliki semua itu" ucap Seoyeon.


"Mustahil kau tidak memiliki nya. Kalau begitu bagaimana kau bisa bersekolah?" tanya pria tersebut.


"Aku mendapatkan beasiswa untuk itu. Aku benar-benar tidak memiliki harta atau apapun bahkan orang tua" ucap Seoyeon terdengar lirih pada kata terakhir nya.


Suara Seoyeon yang terdengar begitu lirih membuat pria tadi membalik tubuh nya dan berjalan mendekati Seoyeon.


Pria itu memandang wajah Seoyeon sejenak dan menyadari ada banyak luka lebam di wajahnya dan pria tersebut juga mendapati luka goresan di tangan Seoyeon.


"Siapa yang melakukan semua ini padamu?" tanya Junghwan.


"Mereka yang membenci ku karena miskin dan tidak memiliki orang tua" ucap Seoyeon lirih.


Junghwan meraih tangan Seoyeon dan menggenggam nya.


Pandangan mereka saling bertemu sesaat.


"Kau tidak perlu membayar jasaku. Cukup hiduplah dengan bahagia" ucap Junghwan.


Junghwan melepaskan genggaman tangannya dan beranjak pergi.


"Tunggu" ucap Seoyeon dan pria tersebut menghentikan langkahnya.


"Apa kita akan bertemu lagi?" tanya Seoyeon.


"Entahlah. Jika kau masih mengingat ku bisa saja kita bertemu lagi" ucap pria itu.


Pria tersebut pun pergi dari sana dan Seoyeon tidak lagi menghentikan nya.


Ia membiarkan pria tersebut pergi dan terus saja menatap punggung nya yang perlahan menjauh dan mulai tidak lagi terlihat.


*****


"Jadi kau pria itu?" tanya Seoyeon.


Matanya mulai berkaca-kaca. Ia menatap wajah Junghwan.


"Kenapa kau baru mengatakan nya sekarang?" tanya Seoyeon. Air mata mulai mengalir melewati mata indahnya.


"Karena kau tidak pernah bertanya padaku" ucap Junghwan. Dia masih saja bercanda di saat seperti ini.


"Bagaimana mungkin aku bertanya padamu. Sikap mu saja berbeda dengan saat kau menolong ku waktu itu" ucap Seoyeon. Ia mengusap air mata yang terus keluar.


Junghwan berpindah tempat duduk dan duduk di samping Seoyeon.


Setelah beberapa saat Seoyeon mulai berhenti menangis dan mendongak menatap Junghwan.


"Junghwan-ah sebenarnya aku....." Seoyeon menggantung kalimat nya.


Pandangan mereka bertemu lagi untuk kedua kalinya setelah pertemuan pertama mereka. Seoyeon pun melanjutkan kalimat nya.


"Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu saat kau menolong ku" ucap Seoyeon.


Mendengar itu Junghwan pun tersenyum bahagia karena ia tidak mencintai sendirian. Melainkan Seoyeon pun mencintai nya.


"Jadi apa kau ingin menjadi kekasih ku?" tanya Junghwan.


"Kurasa aku harus berpikir dulu" ucap Seoyeon. Sebenarnya ia hanya ingin mengerjai Junghwan.


"Ayolah, bukankah kau bilang, kau menyukai ku sejak pertama kali kita bertemu?" ucap Junghwan.


Seoyeon pun tertawa melihat Junghwan yang seperti itu.


"Aku hanya bercanda" ucap Seoyeon.


"Jadi kau mau kan?" tanya Junghwan.


Seoyeon hanya membalas nya dengan anggukan kecil dan Junghwan langsung memeluk Seoyeon dengan sangat erat.


Setelah beberapa saat Junghwan melepaskan pelukannya.


"Jadi, kita akan jalan-jalan ke mana?" tanya Junghwan.


"Bagaimana dengan taman?" tanya Seoyeon.


"Sesuai permintaan mu, ratuku" ucap Junghwan.


Hari ini mereka lalui bersama hingga matahari mulai tidak terlihat.


Hari bahagia yang tidak pernah Seoyeon percaya akan datang padanya.


Hari ini semua kenangan buruk nya telah pergi bersama angin, ke tempat yang jauh.


Semua itu berkat Lee Junghwan.


Seoyeon sendiri juga tidak pernah menyangka bahwa pria yang pernah menyelamatkan nya dulu ternyata adalah Junghwan.


Tempat yang selalu mereka kunjungi bersama saat matahari mulai terbenam adalah sungai Han.


Hal yang paling mereka sukai adalah melihat matahari terbenam bersama.


Bahkan Seoyeon sangat sering memotret foto mereka berdua di tepi sungai Han dengan matahari yang mulai terbenam.