
*****
"Seoyeon-ah, manajer bilang Junghwan datang" ucap salah satu teman Seoyeon di kafe itu.
"Junghwan datang? Lalu bagaimana dengan pekerjaan ku?" tanya Seoyeon.
Tidak mungkin dia terus-terusan mengambil cuti. Bisa-bisa dia akan di pecat nantinya.
"Apa yang kau khawatir kan? Jika kau di pecat, kau masih memiliki kekasih mu itu. Apalagi dia itu seorang CEO di salah satu perusahaan besar yang ada di Seoul" ucap teman Seoyeon.
"Tapi aku sangat suka bekerja" ucap Seoyeon.
"Kau harus mulai terbiasa Seoyeon-ssi. Nantinya jika kau menikah dengan Junghwan, pastinya kau tidak perlu membersihkan rumah atau apartemen nya. Dia pasti memiliki pelayan dan kau hanya tinggal duduk saja. Sudahlah, cepat temui dia" ucap teman Seoyeon.
Seoyeon pun pergi dari dapur kafe untuk menemui Junghwan.
"Eoh? Seoyeon-ssi" ucap Junghwan dengan senyum nya, setelah melihat kekasih nya datang menemui nya.
"Kenapa kau datang eoh? Bagaimana jika nantinya aku di pecat?" tanya Seoyeon.
"Kau berbicara seolah aku tidak bisa membayar kebutuhan keseharian mu" ucap Junghwan dan Seoyeon hanya memutar malas bola matanya.
"Aku tau kau sangat kaya dan bisa memenuhi kebutuhan keseharian ku. Tapi aku sangat suka bekerja. Tidak mungkin aku akan meninggalkan kafe yang sudah mau menerima ku selama bertahun-tahun" ucap Seoyeon.
Junghwan hanya bisa menghela napas panjang lalu menatap Seoyeon dalam.
"Jika aku akan mengajak mu pergi dari Seoul apa kau tidak akan mau meninggalkan kafe ini?" tanya Junghwan.
"Kenapa kau mengatakan itu? Kau ingin membawaku pergi dari Seoul?" tanya Seoyeon kembali pada Junghwan.
"Aku memang akan mengerjakan suatu proyek di negara lain dan mungkin membutuhkan beberapa bulan bahkan bisa sampai setahun dan aku berencana mengajakmu untuk ikut dengan ku ke sana" ucap Junghwan.
"Jadi kau akan pergi?" tanya Seoyeon.
Junghwan tidak menjawab. Ia segera bangkit dari duduknya dan berkata.
"Maaf jika aku menganggu waktu kerja mu. Aku akan kembali ke kantor karena ada yang harus ku kerjakan" Junghwan pun pergi dari kafe dan pergi ke kantor nya.
..."Apa aku harus meninggalkan nya sendiri?"...
Tanya Junghwan pada dirinya sendiri dalam hati.
*****
Pagi ini Seoyeon sedang menunggu Junghwan di depan rumah nya.
Setelah pertemuan mereka dua hari yang lalu di kafe, Junghwan sama sekali tidak menghubungi Seoyeon lagi selain menanyakan apakah ia sudah makan atau tidur.
Seoyeon juga sedikit bingung dengan sifat Junghwan. Ia biasanya sangat perhatian dan selalu menghubungi Seoyeon setiap jam. Tapi sekarang Junghwan sangat jarang menghubungi atau mengirim pesan pada Seoyeon.
Apa Junghwan marah padanya? Jika ya, apa alasannya? Apa Seoyeon melakukan kesalahan?
Dan terlihat sebuah mobil yang berhenti di depan rumah Seoyeon. Ya, itu pasti adalah Junghwan.
Dan terlihat Junghwan turun dari mobilnya dan menghampiri Seoyeon.
"Sudah lama menunggu?" tanya Junghwan dengan tatapan hangatnya.
"Tidak juga, aku baru saja berdiri di sini" ucap Seoyeon.
Junghwan pun mempersilahkan Seoyeon untuk masuk ke dalam mobil nya.
"Apa kau tidak bekerja hari ini?" tanya Seoyeon setelah mereka berdua sudah berada di dalam mobil Junghwan.
"Pekerjaan ku bisa di urus oleh sekretaris ku. Aku ingin menghabiskan waktu ku dengan mu untuk hari ini" ucap Junghwan. Ia mulai menjalankan mobil nya.
Dalam mobil, suasana hening. Junghwan terlihat seperti memiliki banyak pikiran.
Seoyeon yang menyadari itupun langsung bertanya pada Junghwan.
"Kau baik-baik saja?" tanya Seoyeon lembut. Namun Junghwan sama sekali tidak merespon nya.
Seoyeon pun mencoba untuk bertanya lagi pada Junghwan.
"Apa kau memiliki masalah? Jika ya, kau bisa menceritakan nya padaku. Tapi kalau kau keberatan juga tidak apa-apa" ucap Seoyeon.
"Kau akan segera mengetahui nya sendiri nanti" ucap Junghwan.
Setelah itu suasana kembali hening.
Seoyeon tidak lagi bertanya pada Junghwan. Ia merasa seolah akan terjadi sesuatu yang tidak bisa Junghwan katakan padanya.
Tapi Seoyeon tetap yakin bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.
Dan tidak lama, mereka sampai di sebuah taman. Taman yang pertama kali mereka datangi bersama.
Tapi bukan itu tempat yang ingin Junghwan datangi. Melainkan sebuah restoran sederhana milik Han ahjumma.
Seoyeon yang bingung pun kembali bertanya.
"Kenapa kita ke restoran ini?" tanya Seoyeon.
"Kau merindukan Han ahjumma kan?" ucap Junghwan.
Seoyeon pun mengangguk cepat.
Beberapa hari yang lalu Seoyeon memang meminta Junghwan mengantarkan nya ke restoran Han ahjumma tapi karena Junghwan sibuk jadi Junghwan menolaknya.
...-bersambung-...