Can She Be Happy?

Can She Be Happy?
Loving (part 3)



Seoyeon pun kembali memperhatikan restoran itu. CEO seperti Junghwan ternyata bisa makan di restoran biasa seperti tempat ini.


"Aku tidak percaya kau bisa makan makanan dari restoran sederhana" ucap Seoyeon.


"Sebelumnya aku memang seperti itu. Tapi saat melihat restoran ini ramai dulu, aku langsung tertarik untuk datang ke sini dan ternyata masakan Han ahjumma sangat enak" ucap Junghwan.


"Orang-orang kaya memang selalu seperti itu. Mereka tidak mungkin tertarik untuk datang ke restoran biasa seperti tempat ini" ucap Han ahjumma datang sambil membawakan makanan yang ia masak.


"Tapi walaupun restoran ini terlihat biasa, makanan yang ahjumma buat sangat enak" ucap Seoyeon memuji masakan Han ahjumma setelah menyicipi nya.


"Tidak, kau terlalu memuji masakan ku" ucap Han ahjumma.


Seoyeon dan Junghwan pun makan sambil berbincang dengan Han ahjumma. Sampai tidak terasa mereka mengobral dengan Han ahjumma hingga sore. Dan setelah selesai Seoyeon membantu Han ahjumma untuk membersihkan sisa makanan nya dan Junghwan.


"Seoyeon-ssi, biar ahjumma saja yang membersihkan nya" ucap Han ahjumma.


"Tidak apa-apa ahjumma, lagipula aku bekerja di sebuah kafe" ucap Seoyeon.


"Ngomong-ngomong ini pertama kalinya Junghwan jalan-jalan dengan seorang gadis" ucap Han ahjumma.


"Kenapa begitu?" tanya Seoyeon.


"Selama ini dia hanya sibuk mengurusi pekerjaan ayah nya. Dia bahkan sangat jarang bertemu dengan wanita" ucap Han ahjumma.


"Apa dia pernah menjalin hubungan dengan wanita?" tanya Seoyeon lagi.


"Kurasa tidak pernah bahkan sekalipun" ucap Han ahjumma yang membuat kepala Seoyeon berisi tentang banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Junghwan.


"Seoyeon-ssi, apa sudah selesai? Masih banyak tempat yang ingin ku kunjungi bersama mu" ucap Junghwan tiba-tiba datang.


"Kalian pergi saja, sisa nya masih bisa di urus oleh pelayan dan karyawan ku" ucap Han ahjumma.


"Baiklah Han ahjumma, sampai jumpa" ucap Seoyeon. Kemudian dia dan Junghwan pergi dari sana.


Junghwan mengajak Seoyeon ke taman tadi.


"Apa yang kau bicarakan dengan Han ahjumma?" tanya Junghwan seperti sedang menginterogasi Seoyeon.


"Kau sangat ingin tau?" tanya Seoyeon dan Junghwan mengangguk.


Seoyeon duduk di salah satu kursi di sana dan menghela napas berat.


"Jawab pertanyaan ku dengan jujur. Aku akan sangat marah dan tidak akan memaafkan mu jika kau berbohong padaku tentang hal ini" ucap Seoyeon.


"Apa kau benar-benar tidak pernah pergi atau jalan-jalan bersama seorang wanita?" tanya Seoyeon.


"Kenapa kau bertanya tentang itu? Itu adalah privasi ku" ucap Junghwan.


"Han ahjumma yang mengatakan nya. Baiklah jika kau tidak ingin menjawab nya. Aku akan pergi" ucap Seoyeon berdiri dari duduknya.


"Apa kau cemburu, jika aku sudah pernah jalan-jalan dengan wanita lain?" tanya Junghwan menggoda Seoyeon.


"A-apa? Tidak mungkin aku cemburu. Lagipula sudah ku bilang sejak awal kita tidak memiliki hubungan apapun" ucap Seoyeon.


Junghwan mulai mendekati Seoyeon.


"Tapi kau akan segera menjadi kekasih ku" ucap Junghwan.


"Kau cari saja wanita lain yang lebih cocok untuk mu" ucap Seoyeon ingin beranjak pergi dari sana, namun tangan nya di tahan oleh Junghwan.


"Jalan-jalan nya masih belum berakhir. Ikut aku, masih ada tempat yang ingin ku kunjungi bersama mu" ucap Junghwan.


Junghwan membawa Seoyeon ke suatu tempat. Tempat di mana matahari terbenam terlihat dengan jelas.


"Indah. Tapi, kenapa kau membawa ku kesini?" ucap Seoyeon.


"Karena ada hal yang ingin ku katakan padamu" ucap Junghwan.


Junghwan mendekat kan bibir nya ke telinga Seoyeon dan berkata.


"Aku mencintaimu Seoyeon-ssi" ucap Junghwan.


Bisa di pastikan bahwa wajah Seoyeon saat ini memerah mendengar perkataan Junghwan.


Mungkin saja Seoyeon juga sudah mulai menyukai Junghwan.


Mungkin saja.


...-bersambung-...



Ahjumma : sebutan untuk wanita yang lebih tua.