
"annyeong(halo) Han ahjumma" sapa Junghwan.
"Eoh? Junghwan, Seoyeon, sudah lama sekali tidak bertemu" sambut Han ahjumma dengan senyum nya.
"Seoyeon-ssi, ada hal yang ingin ku bicarakan dengan Han ahjumma. Tidak apa-apa kan, jika ku tinggal sebentar?" tanya Junghwan.
"Gwenchana(tidak apa-apa)" ucap Seoyeon.
Junghwan tampak membicarakan hal yang sangat serius dengan Han ahjumma. Seoyeon dapat melihat kekhawatiran di wajah wanita paruh baya tersebut.
Entah apa yang Junghwan katakan pada Han ahjumma, tapi melihat kekhawatiran Han ahjumma membuat Seoyeon jadi penasaran dan perasaan nya juga bercampur aduk.
Seoyeon pun memutuskan untuk duduk di salah satu kursi yang ada di restoran tersebut. Ia mencoba menenangkan dirinya.
"Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi" ucap Seoyeon dalam hati.
Tidak lama kemudian, Junghwan menyelesaikan pembicaraan nya dan menghampiri Seoyeon bersama Han ahjumma.
Akhir-akhir ini sikap Junghwan memang sangat berbeda, sejak dia menemui Seoyeon di kafe beberapa hari lalu.
"Seoyeon-ssi, kau baik-baik saja?" tanya Junghwan saat melihat wajah Seoyeon yang sedikit pucat.
"Ah, aku baik-baik saja. Mungkin aku hanya bekerja terlalu berat. Tidak perlu khawatir" ucap Seoyeon dengan senyum manisnya. Ia berusaha bersikap baik-baik saja.
"Karena kalian sudah datang kemari, aku akan membuatkan minuman untuk kalian. Kalian pasti haus kan?" ucap Han ahjumma.
"Nee(iya) Han ahjumma" ucap Seoyeon.
Junghwan pun duduk di sebelah Seoyeon.
"Kau yakin baik-baik saja? Kau tidak sakit kan?" tanya Junghwan khawatir.
"Iya, aku baik-baik saja" ucap Seoyeon.
"Aku tidak mau kau sakit" ucap Junghwan. Ia segera memeluk Seoyeon erat, seolah tidak mau Seoyeon jauh darinya.
Tidak lama, Han ahjumma datang membawakan Junghwan dan Seoyeon minuman.
Mereka pun berbincang dan makan siang bersama di restoran Han ahjumma.
Setelah makan siang, Junghwan mengajak Seoyeon pergi ke sebuah toko perhiasan.
"Junghwan-ssi, kenapa kita ke toko perhiasan?" tanya Seoyeon.
Junghwan hanya menatap Seoyeon dengan hangat dan berkata.
"Aku ingin membelikan sesuatu untukmu. Kau tunggulah di sini" ucap Junghwan.
Seoyeon pun menunggu Junghwan di depan toko perhiasan tersebut.
Perasaan nya mulai aneh, ia merasa seperti akan kehilangan seseorang.
Lamunan Seoyeon pun pudar ketika Junghwan memanggil nya.
"Seoyeon-ah" panggil Junghwan karena melihat Seoyeon sedang melamun.
"Ah, Junghwan-ssi ada apa?" tanya Seoyeon.
"Eoh? Kau memperhatikan ku?" tanya Seoyeon.
"Lupakan itu, ini untukmu" ucap Junghwan mengeluarkan sebuah kalung yang ia beli.
Kalung dengan bandul berbentuk sapi dan dengan beberapa berlian kecil yang mengelilingi nya.

Seoyeon pun tiba-tiba tertawa sendiri, melihat bentuk bandul kalung yang Junghwan belikan.
"Ada apa?" tanya Junghwan heran melihat Seoyeon yang tiba-tiba tertawa.
"Sapi ini mirip denganmu" ucap Seoyeon.
"Yaa, Park Seoyeon" rengek Junghwan.
"Tapi kenapa kau tiba-tiba membelikan ku ini?" tanya Seoyeon.
"Agar jika aku pergi, kau akan selalu mengingatku. Bukankah kau bilang sapi ini mirip denganku?" ucap Junghwan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memakainya setiap saat" ucap Seoyeon.
"Kau janji?" tanya Junghwan dan Seoyeon mengangguk kecil.
Junghwan pun memasang kan kalung yang ia beli itu pada leher Seoyeon.
"Apa kau menyukainya?" tanya Junghwan lagi.
"Nee(ya) sangat menyukai nya" ucap Seoyeon dengan senyum manisnya.
Hari ini mereka menghabiskan waktu bersama. Mereka mengisi hari ini dengan memori yang indah.
Dan sekarang mereka sedang duduk di tepi sungai Han, menikmati pemandangan matahari yang mulai terbenam.
"Seoyeon-ah" panggil Junghwan.
"Hmm" jawab Seoyeon singkat.
"Jika aku pergi, apa kau akan tetap mencintai ku?" tanya Junghwan.
Seoyeon mengerutkan keningnya.
"Memangnya kau ingin pergi?" tanya Seoyeon balik.
"Ani(tidak) aku hanya bertanya saja" ucap Junghwan. Ia mencoba untuk tidak membuat kekasihnya ini menangis.
Seoyeon tampak berpikir sejenak. Ia pun melihat ke arah matahari terbenam di depan nya kemudian berkata.
"Jika kau pergi, aku akan selalu menunggumu untuk kembali" ucap Seoyeon.
"Aku yakin, walau kita berpisah, kita akan tetap selalu memandangi matahari terbenam bersama dimana pun itu" ucap Seoyeon.
"Dan aku akan selalu mencintaimu" sambung Seoyeon.