
"Kau baik-baik saja Seoyeon-ssi? Wajah mu memerah" ucap Junghwan.
Seoyeon pun sedikit menjauhkan diri nya dari Junghwan dan menunduk.
"Seoyeon-ssi-" ucap Junghwan yang terpotong oleh perkataan Seoyeon.
"Kurasa aku harus segera pulang. Sampai jumpa lain waktu" ucap Seoyeon berlalu pergi dari sana.
Di sepanjang jalan Seoyeon terus saja memikirkan apa yang baru saja terjadi. Junghwan baru saja menyatakan cinta nya pada Seoyeon dan Seoyeon sama sekali tidak berpikir sampai seperti itu.
Sebelumnya ia hanya berpikir Junghwan terus mengerjai nya dan ingin mempermalukan nya pada semua orang seperti yang dilakukan kekasih temannya dulu. Tapi ternyata yang ia pikirkan salah. Junghwan benar-benar mencintainya.
..."Apakah aku pantas mendapatkan cinta atau di cintai?"...
Itulah kalimat yang terus berputar dalam benaknya.
Dulu saat sekolah Seoyeon adalah orang yang selalu di bully di sekolah nya. Ia tidak pernah mendapat kan cinta sama sekali bahkan dari bibinya. Sepanjang hari setelah pulang dari sekolah Seoyeon pasti akan selalu di suruh untuk membersihkan rumah bibinya.
Alih-alih di besarkan, Seoyeon malah di jadikan layaknya pelayan di rumah bibinya. Tapi untungnya sekarang Seoyeon sudah menyewa rumah dan tinggal tanpa bibinya.
Walaupun terkadang bibinya tinggal bersama nya untuk beberapa hari.
Seoyeon terus berjalan dan tanpa ia sadari, ia sudah sampai di depan rumah nya.
Seoyeon pun masuk dan langsung menuju kamarnya untuk membaringkan tubuhnya di tempat tidur nya.
"Apa yang baru saja pria itu katakan?" gumam Seoyeon yang masih berbaring di tempat tidur nya.
Sebenarnya Seoyeon memang sudah mencintai Junghwan, hanya saja dia tidak mengetahui perasaannya.
*****
Di pagi yang cerah, dimana terdengar kicauan burung yang merdu, terlihat Seoyeon sedang berada di meja makan nya dan sedang menyeruput secangkir teh yang ia buat.
Hari ini Seoyeon mendapatkan cuti. Ia baru saja menerima pesan dari manajer kafe tempat ia bekerja bahwa Seoyeon akan di liburkan hari ini dengan alasan yang tidak masuk akal bagi Seoyeon. Yaitu untuk kencan dengan Junghwan.
Hari ini sudah terhitung dua bulan Seoyeon mengenal Junghwan dan ia sangat ingin Junghwan lenyap saja dari dunia ini. Karena yang di lakukan Junghwan selama mengenal Seoyeon dua bulan ini hanya membuat Seoyeon kesal saja.
Dimulai dari menganggu Seoyeon di kafe sampai membawa Seoyeon ke kantor nya dan di kenalkan sebagai kekasih nya.
Seoyeon yang masih kesal dan meminum teh nya itu langsung tersedak karena merasakan seseorang sedang memeluknya dari belakang.
Tanpa melihat pun Seoyeon sudah tau bahwa itu pasti Junghwan.
Pria itu terkadang bisa menyelinap masuk ke rumah Seoyeon walaupun Seoyeon sudah mengunci pintu rumah nya.
"Apa yang kau lakukan di rumah ku? Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain datang dan mengacaukan emosi ku?" ucap Seoyeon. Ia segera melepaskan pelukan Junghwan.
"Apa aku tidak boleh datang ke rumah kekasih ku sendiri?" tanya Junghwan.
"Berhenti mengatakan itu. Aku sudah bosan mendengarnya. Aku bukanlah kekasih mu" ucap Seoyeon dengan nada dingin nya.
Junghwan pun duduk di seberang Seoyeon.
"Hari ini kau ingin kita jalan-jalan kemana?" tanya Junghwan.
"Aku tidak ingin jalan-jalan ke mana pun. Sebaiknya hentikan semua ini dan kembalilah ke saat sebelum kita bertemu" ucap Seoyeon.
Sesaat kemudian hening.
Setelah Seoyeon mengatakan itu Junghwan tidak lagi berkata apapun dan menghela napas berat.
"Jika kita tidak pernah bertemu kau tidak akan pernah seperti ini sekarang" ucap Junghwan.
"Apa maksudmu?" tanya Seoyeon.
"Kau ingat pria yang menolong mu saat itu?" tanya Junghwan.
Pria? Seoyeon pun memutar kembali semua memori nya. Mengingat-ingat kapan ia pernah bertemu dengan seorang pria.
*****
Malam hari yang gelap saat Seoyeon baru saja pulang dari sekolah nya, ia bertemu dengan seorang pria yang terlihat mabuk berat.
Pria itu pun mendekati Seoyeon.
"Hei gadis kecil, ayo kita bersenang-senang sebentar" ucap pria itu.
Seoyeon yang mendengar itu segera melangkah kan kakinya untuk menjauh dari tempat itu.
Namun pria tersebut segera mengejar Seoyeon dan pria tersebut mencengkeram tangan Seoyeon.
"Tolong!!" ucap Seoyeon.
Ia berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar teriakannya karena saat itu sudah sangat larut.
"Percuma saja kau berteriak gadis kecil. Tidak ada yang akan mendengar teriakkan mu" ucap pria tersebut.
"Le-lepaskan aku, kumohon" ucap Seoyeon yang sudah bercucuran air mata.
Brukk.
Tiba-tiba saja ada seorang pria yang memukul wajah pria tadi dan pria tadi langsung pingsan karena pengaruh alkohol yang tinggi.
Pria yang menyelamatkan Seoyeon pun menghampiri Seoyeon.
"Kau baik-baik saja? Apa pria itu melukai mu?" tanya pria tersebut.
"A-aku baik-baik saja. Terima kasih karena telah menolong ku" ucap Seoyeon namun pria tadi langsung beranjak pergi dari sana.
Seoyeon pun mengikuti pria tersebut.