Breaking the Curse: Mr. Wolfy And The Reincarnated Witch (Sequel Of Surrogate Mother For Baby Wolfy)

Breaking the Curse: Mr. Wolfy And The Reincarnated Witch (Sequel Of Surrogate Mother For Baby Wolfy)
Bab 7 - Hanya Sebagai Alat



Ivyanne menutup telinganya saat lagi-lagi mendengar suara yang memanggil namanya. Ia turun dari ranjang dan bergegas menuju ke pintu, mengunci dan menahannya dengan sofa.


Malam ini tak boleh terjadi seperti malam-malam sebelumnya. Ia tak peduli meski wanita itu akhirnya menampakkan diri di hadapannya, ia tak akan gentar untuk melawan.


Terbangun di ranjang asing dalam kondisi tanpa busana dengan pria yang merupakan majikannya, adalah hal yang tidak pantas.


Ia seharusnya menghabiskan malam dengan seorang pria yang ia cintai, menyerahkan keperawanannya dengan kerelaan dan atas dasar cinta, bukan karena ketidak sengajaan. Terlebih jika itu dikarenakan dirinya dikendalikan oleh makhluk tak kasat mata.


“Ivyanne ....”


“Pergi kau! Jangan lagi memakai tubuhku untuk bercinta dengan pria itu! Hentikan semua ini!” hardik Ivyanne yang pada akhirnya tersadar bahwa semua kejadian ini bermula sejak dirinya berada di kediaman Zach.


Panggilan itu makin intens, ia bahkan mulai sering dihinggapi dorongan hasrat yang tidak terbendung kala itu. Padahal yang ia tahu, dirinya belum pernah sekali pun merasakan seperti apa bercinta dengan seorang pria.


“Ivyanne ... buka pintunya!”


“Shit! Pria itu!” umpatnya, tetapi ia lebih memilih untuk mengabaikan panggilan Zach.


“Ivyanne!”


DOK DOK DOK!!!


“Buka pintunya, ini urgent! Ivyanne! Micah dan Mason menghilang!”


“Apa?!” Ivyanne dengan terpaksa bangkit dari ranjang yang telah membuatnya sedikit nyaman dan nyaris lelap andaikan tidak ada suara panggilan itu.


Ia bersusah payah menggeser sofa yang mulanya ia atur sendiri, mencegah dirinya melindur dan kembali tersadar di ranjang Ivana.


“Apa saja yang kau lakukan di dalam, Ivy? Kau tidak tahu kalau anak-anak menghilang?” cecar Zach tak sabar, saat Ivyanne sudah membuka pintu dan berdiri di hadapannya.


“Bagaimana mungkin? Aku ingat sudah meletakkan mereka di box dan—“


Ivyanne tak ingin terlalu banyak bicara. Ia bergegas menuju kamar si kembar dan memastikan kalau perkataan Zach memang benar. Bukan hanya pancingan agar ia membuka pintu lalu bisa saja pria itu akan merudapaksa dirinya.


Namun, apa yang dikatakan Zach bukan hanya pancingan. Dua bayi berusia satu tahun itu tak lagi ada di dalam ranjang box mereka.


Ivyanne terbelalak. Ranjang itu kosong dan tak ada satu pun jejak yang ditinggalkan oleh keduanya.


“Tidak mungkin. Aku ingat tadi meletakkan mereka dalam keadaan tertidur, Tuan.”


Zach tak bisa berkata-kata. Raut wajahnya memucat, hampir sama dengan yang tergambar di wajah Ivyanne.


“Aku tidak mau tahu, kau harus menemukan mereka!” titahnya.


Ivyanne tidak memberikan jawaban, melainkan langsung berlari menuju ke halaman belakang—sayap timur kediaman Zach yang merupakan taman dengan danau di bagian tengah.


Ia mengedar pandangan sejauh matanya memandang, tak ada tanda-tanda Micah maupun Mason.


“Kalian di mana, anak-anak? Kumohon jangan mempersulit hidupku. Ayahmu bisa memakanku hingga tulang-tulangku jika aku tidak bisa menemukan kalian. Kumohon ....”


Ivyanne menggumam sendiri. Dan yang ia terima bukan jawaban dari dua bayi itu melainkan suara tak asing yang kini menyapanya.


“Oh, jangan terlalu cemas mengenai Zach, Ivy. Ia tidak sejahat itu andai kau tahu dengan pasti seperti apa pria itu.”


“Hah? K-kau—“ Ivyanne terjengkang di tanah saking kagetnya melihat sosok transparan yang tampak di hadapannya.


Wanita itu terkekeh.


“Oops! Maafkan aku membuatmu terkejut.” Ia mengulurkan tangan. “Kenalkan, aku Ivana. Ibu dari Micah dan Mason yang artinya istri dari Zach.”


“Oh, apa yang terjadi pada hidupku ini? Baru saja aku mengasuh bayi ajaib, lalu ayahnya yang merupakan seekor anjing, dan kini ibunya adalah hantu. Aku pasti sedang bermimpi.”


Ivana mengibaskan tangan di udara, sementara tangan lain menutup mulutnya yang tak henti tergelak.


“Kau ini lucu sekali, Ivy.” Ia kemudian menyingkap jubahnya dan di sanalah Micah dan Mason tengah tertidur—dalam hangat dekapan Ivana. “Aku tidak bermaksud menyembunyikan mereka. Micah tidak bisa tidur dan kalau aku menemani mereka di dalam sana, Zach pasti akan menemukanku dan ... kau pasti tahu apa yang kumaksudkan.”


“Ya, kau akan membuatku terbangun di atas ranjangmu bersamanya, kan?”


“Tepat sekali. Maafkan aku, Ivy. Aku tidak bisa menolaknya dan tak mungkin melakukan itu tanpa tubuh yang nyata. Dan sekian lama mencari, tak ada yang cocok untuk kumasuki selain kau.”


“Kau sudah gila! Ada Tatiana, mengapa tidak kau lakukan padanya? Kumohon jangan mempersulit hidupku, Ivana.”


Ivana tampak murung kala mendengar ucapan Ivyanne. Tak bisa dipungkiri, ia juga merindukan sentuhan Zach selama ini. Namun, dunia yang berbeda membuatnya hanya bisa mengawasi mereka dalam diam.


“Andai kau tahu aku telah mencoba berulang kali. Namun, ada beberapa hal yang menjadi syarat kecocokanku dengan inang. Salah satunya adalah takdir dan ketertarikan Zach. Dan Zach tidak pernah tertarik pada Tatiana, Ivy.”


“T-tapi mereka—“


Ivana bangkit, lalu memberi kode pada Ivyanne untuk membantunya menggendong salah satu dari si kembar. Dan hal mencengangkan bagi Ivyanne saat melihat Ivana bisa menyentuh kedua putranya.


“Jangan kaget dengan apa pun yang kau lihat. Aku bisa menyentuh siapa saja kecuali Zach. Ia masih ada dalam pengaruh mantra kutukan itu, sepertinya.”


Ivyanne mendengkus menertawai nasibnya yang harus masuk dan terlibat dalam kehidupan rumit Zach dan Ivana. Dan ia seperti orang tolol yang hanya ternganga setiap kali mendengar penuturan Ivana.


“Letakkan dia di sana. Terima kasih, Ivy. Aku harus pergi.” Wanita itu kemudian menoleh pada Ivyanne setelah mengecup kedua putranya. “Jangan kunci pintumu agar Zach bisa masuk ke kamarmu setiap malam, oke?”


“Apa? Kau sudah gila, Ivana!”


Wanita itu terkikik lalu menghilang dan meninggalkan Ivyanne dengan perasaan lega dalam batinnya. Setidaknya, kedua bayi yang ia asuh sudah ia ketemukan. Dan tak lama kemudian Zach muncul tergopoh yang langsung mengulas raut yang sama, kala melihat sang pengasuh telah menemukan kedua putranya.


“Di mana kau menemukannya?” tanya pria itu, mengekor langkah Ivyanne yang terayun tergesa menuju ke kamarnya.


Ia harus segera masuk dan kembali mengunci pintu karena saat ini adalah jam genting. Waktunya Ivana dan Zach melakukan aktifitas intim mereka. Karena itu, Ivyanne harus berhati-hati mulai sekarang.


“Tidak penting di mana, yang terpenting aku menemukannya.” Ivyanne tak peduli jika ia dianggap bersikap tak sopan pada majikannya.


Sejak mengetahui kalau dirinya telah menjadi media bagi makhluk astral yang mengaku sebagai istri Zach, agar mereka bisa bercinta tanpa terhalang dunia, Ivyanne merasa muak pada nasibnya. Terlebih pria itu. Karena bagaimana pun, Zach sudah mengambil keperawanannya.


Ivyanne tak peduli apakah itu ketidak sengajaan, tetap saja Zach sudah menikmatinya, kan? Sementara dirinya, tidak sama sekali, selain hanya mimpi.


“Katakan pada istrimu, jangan lagi memakai tubuhku untuk bercumbu denganmu! Aku datang kemari untuk bekerja demi bisa membayar kehidupan dan kuliahku. Bukan untuk menjadi media pemuasan.”


Ivyanne hampir membanting pintu kamarnya tetapi Zach dengan sigap menghalangi benda itu agar tak tertutup.


“Tunggu! Aku tidak mengerti maksudmu. Kapan kau bertemu istriku? Apakah dia mengatakan sesuatu tentangku?”


Saat itu, Ivyanne bisa melihat sorot kerinduan di kedua bola mata Zach. Pria ini sungguh mencintai istrinya. Namun, mengapa ia mengambil keputusan bodoh untuk sebuah ikrar pernikahan dengan Tatiana?


“Ia yang menyembunyikan kedua putramu. Niatnya hanya ingin menemani mereka tidur seperti biasanya. Sudah bukan masalah lagi, kan? Yang terpenting mereka baik-baik saja.”


Kali ini Zach tak biarkan Ivyanne menutup pintunya. Ia meraih gadis itu dalam dekapannya dan menikmati momen seolah dirinya tengah memeluk Ivana. Rasanya entah mengapa begitu persis.


Mengapa Ivyanne begitu sama seperti Ivana—keras kepala, pemberontak, tetapi begitu penyayang? Dan kemampuan ajaibnya, mengingatkan Zach pada Ivory. Dua wanita berbeda ada pada diri Ivyanne.


Siapa sebenarnya gadis ini?