Breaking the Curse: Mr. Wolfy And The Reincarnated Witch (Sequel Of Surrogate Mother For Baby Wolfy)

Breaking the Curse: Mr. Wolfy And The Reincarnated Witch (Sequel Of Surrogate Mother For Baby Wolfy)
Bab 11 - Kekuatan Ivyanne



Ivyanne terkejut kala menyadari siapa yang berdiri di sampingnya, menggagalkan ciuman pertama antara dirinya dan Drake. Siapa lagi kalau bukan majikannya yang menyebalkan.


Mau apa lagi pria itu datang dan mengusik kehidupan Ivyanne?


Bukankah gadis itu sudah meminta izin dan Zach sama sekali tidak memberi larangan. Lantas mengapa sekarang ....


Zach meraih tangan Ivyanne dan membuat gadis itu terhuyung, nyaris terjatuh. Namun, lagi-lagi Zach meraih tubuh Ivyanne dan membantunya agar bisa berdiri dengan tegak di atas kakinya.


Namun, bagi Ivyanne itu bukanlah hal romantis seperti yang ia harapkan. Ia ingin melakukannya dengan Drake, bukan Zach, serigala kesepian yang tiba-tiba berlagak seperti ayahnya yang cerewet dan akan melakukan apa pun untuk melindunginya.


“Apa-apaan ini, Tuan Levy? Apa yang kau lakukan di sini?” tany6a Ivyanne, ketus.


Zach tak langsung menjawab pertanyaan Ivyanne melainkan memandu gadis itu agar menepi,. Sementara itu, Drake yang tentu saja tak terima dengan apa yang dilakukan Zach saat ini, langsung mengikuti langkah dua orang yang telah meninggalkannya di restoran.


“Hey! Apa yang kau lakukan pada teman kencanku?!” teriak Drake, menghardik Zach yang terus menarik lengan Ivyanne menuju ke halaman di mana mobil Zach terparkir.


Ivyanne menepis tangan Zach yang mencengkeram erat pergelangan tangannya. Tatapannya tertuju tajam pada sepasang bola mata dengan tatapan elang milik pria itu.


Wajar sekali kalau Ivana jatuh cinta pada Zach pada pandangan pertama. Pria ini memang menawan dan dirinya pun akui bahwa Zach memang memesona. Namun, Ivyanne memiliki tipe sendiri.


“Kau tidak seharusnya pergi bersama pria itu, Ivy!” tegas Zach, yang tentu saja tak dimengerti oleh gadis itu apa alasan yang mendasarinya bicara demikian—memberi larangan pada Ivyanne.


Gadis itu menoleh ke arah lain sembari mendengkus.


“Tentang apa lagi ini? Aku sudah meminta izin padamu, kan? Dan kau memberi izin.”


“Tapi tidak dengan pria itu.”


“Kenapa?” Ivyanne berkacak pinggang, menuntut jawaban dari pria yang tak yakin apa yang harus ia katakan. Matanya tidak memandang pada Ivyanne, melainkan ke arah lain.


Ivana berdiri di sana. Tentu saja, wanita itulah yang memaksa dan menuntun Zach untuk menjemput Ivyanne.


“Oh ... istrimu lagi. Mengapa kalian selalu mengganggu hidupku, huh? Apa yang kalian inginkan sebenarnya?” tanya Ivyanne.


Ivana yang semula berada jauh, akhirnya mendekat ke arah suaminya. Ia memberi kode pada Zach untuk menghentikan Drake saat pria itu mendekat, sementara dirinya yang akan bicara dengan Ivyanne mengenai masalah mereka.


Ivana tak ingin menggubris apa saja yang dilakukan Zach pada pria itu. Ivyanne berulang kali hendak menolong, tetapi Ivana menghalanginya dan membawanya kembali ke tempat mereka semula.


“Tuan Levy, kumohon hentikan!” Ivyanne tak tahan hanya diam dan menunggu. Hingga apa? Apakah ia harus menunggu Drake babak belur?


Terlebih membayangkan bagaimana jika Zach berubah menjadi wujud serigalanya, lalu memakan Drake hingga tak menyisakan apa pun meski hanya tulang-belulang. Ivyanne sungguh tidak bisa diam dan membiarkan semua itu terjadi.


“Ivana, perintahkan agar suamimu berhenti memukulinya! Ivana!” Wanita itu bergeming saja, meski Ivyanne berulang kali memekikkan namanya.


Ia bisa mendengar suara benda tumpul yang terhempas ke aspal, atau ke tanah, atau bahkan bergesekan dengan semak belukar.


Namun, baik Zach maupun Ivana tidak berhenti.


“Katakan apa maumu, Ivana. Asal suamimu berhenti melakukan apa yang kini sedang ia lakukan, aku akan penuhi.”


Barulah Ivana mengulas senyum setelah mendengar apa yang dijanjikan oleh Ivyanne. Sesaat Ivyanne menyesali apa yang baru saja ia ucapkan. Andai bisa, ingin ia tarik kembali seluruh perkataannya tadi.


“Kau serius?” tanya Ivana, memastikan.


“Lepaskan dulu pria itu! Kumohon.”


Ivana kemudian tak tampak lagi, tetapi ia tidak pergi, melainkan muncul di hadapan Zach yang tengah menghajar Drake dengan membabi buta.


Itu yang membuat Zach makin menggila dan berusaha untuk melumpuhkannya.


“Zach, sayang ... stop! Kau bisa membunuhnya.” Ivana memegang bahu sang suami agar berhenti. Namun, alih-alih menghentikan ayunan kepalan tangannya ke wajah Drake, ia justru semakin menjadi.


Ia hanya ingin tunjukkan pada Ivana, bahwa apa yang ditakutkan olehnya tidak akan pernah terjadi. Dan Ivana menyadari itu pada akhirnya.


“Hey ... ternyata kau sama seperti Jeffry.”


BUGH!


“Akh! Jeffry siapa? Kau siapa?”


DUAGH!


“Hentikan, Tuan Levy!”


Terlalu ramai. Tak ada satu pun yang mendengar seruan Ivyanne, atau perkataan Drake, atau Ivana. Semua terucap bersamaan.


“STOP!”


Ivyanne membentangkan kedua tangannya, bersamaan dengan seruannya, serta perubahan pada kedua bola mata indahnya yang semula berwarna hazel. Kini memutih seluruhnya.


Langit turut merasakan kemarahan Ivyanne. Terlihat dari kilat menyambar dan suara bergemuruh di sana.


Ivana, Zach, dan Drake terhenti seketika. Bukan karena mereka ingin, melainkan karena Ivyanne yang menghentikannya. Ketiganya bungkam, seakan bukan mereka yang mematung karena menyadari perubahan Ivyanne saat ini. Tak ada satu pun dari mereka yang menyadarinya kecuali Zach yang masih bisa menggerakkan ekor matanya menilik keadaan Ivyanne saat ini.


“Berhenti sekarang juga, Zach Levy!” Ivyanne kini mengarahkan tangannya pada Zach, yang membuat pria itu melebarkan bola mata karena kerongkongannya seperti tercekat dengan amat kuat.


Ivyanne yang melakukannya. Namun, dari kejauhan.


Kedua matanya masih memutih, bersinar, seolah ingin menunjukkan pada semuanya bahwa ia bukan gadis tak berdaya yang akan diam saja melihat pria yang ia suka habis dihajar oleh pria lain yang ia tak ketahui tujuan kedatangannya.


Juga si istri hantu yang misterius, muncul dengan tujuan menggelikan. Ia menginginkan Ivyanne menikahi suaminya.


“Ekh! Iv-vy ... le-paskan a-ku!” pinta Zach yang sudah kembali kesadarannya. Namun, Ivyanne layaknya orang yang tengah kerasukan. Anggap saja ia kini kerasukan arwah Ivory sang omega penyihir yang tidak disadari kemampuannya oleh banyak orang.


Sama seperti Ivyanne yang dianggap sebagai gadis biasa.


Hanya Zach yang bergerak, lainnya masih dengan posisi semula. Ivyanne tidak ingin Drake menyadari bahwa dirinya bukan seperti yang ia kira.


Ia gadis aneh yang selalu dijauhi karena selalu tampak aneh dan seolah bisa memahami banyak bahasa. Ia bahkan seolah bisa mendengar apa yang diucapkan oleh tumbuh-tumbuhan dan benda mati di sekitarnya.


Sayangnya, ia tidak menyadari keanehannya. Baginya itu adalah merupakan hal yang wajar. Bahkan sampai saat ini.


Ivyanne kini menggerakkan tangannya seperti memelintir dan mencengkeram, seiring dengan usaha Zach untuk berucap, mencegah apa yang dilakukan oleh Ivyanne.


“Si-apa k-kau? K-kau bu-kan Iv-vy.” Zach tetap berusaha berucap meski terbata. Ia nyaris mati dan hanya belas kasihan Ivyanne yang bisa mencegah itu.


Namun, mengapa baru mempertanyakan sekarang? Seharusnya sejak lama bukan? Tentu saja karena Ivyanne sendiri tidak menyadari keanehannya.


Ia tidak menyadari kekuatan yang ia miliki.


“Kau akan mati, Zach Levy! Kau memang harus mati!”